DUMAI, SUNGAI SEMBILAN - Seorang pemuda berusia 22 tahun tertangkap massa saat sedang menyetubuhi seorang remaja putri berusia 15 tahun di Dumai.

Gadis remaja berinsial NS (15), warga Sungai Sembilan Kota Dumai itu, diciduk massa saat bersama R (22) ketika tengah berhubungan suami istri di rumah R di Dumai Kota, pada Sabtu (20/4) lalu sekitar pukul 23.00 WIB.

Paur Humas Polres Dumai, Iptu Dedi Nofarizal mengatakan, sepupu korban yang turut serta saat memergoki aksi pelaku tersebut, kemudian melaporkan kepada orangtua korban. Orangtua korban yang kebetulan tengah berada di rumah sepupunya itu terperangah, dan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan.

"Setelah mendengarkan laporan sepupu korban, orangtua NS tidak terima dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Dumai," ungkap Dedi Nofarizal pada Minggu (21/4).

Dikatakan, saat ini R sebagai terduga pelaku sudah diamankan dan tengah dilakukan pemeriksaan atas aksinya tersebut. Dedi mengatakan, pelaku disangkakan telah melanggar UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak.

"Pelaku disangkakan telah melanggar UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun," tuturnya.(dow)

source : berita dumai

PELALAWAN, PANGKALAN KERINCI - Atas keseriusan Pemkab Pelalawan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat dibuktikan dengan penyediaan fasilitas kesehatan yang refresantatif, dan tenaga kesahatan yang berkompeten, dengan diluncurkan nya program “Pelalawan Sehat” sebagai salah satu program strategis Pemkab Pelalawan.

Salah satu unggulan dari program tersebut dengan menggratiskan biaya pengobatan, perbaikan fasilitas yang refresentatif, tenaga medis dan pelayanan ramah dari petugas kesehatan.yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah dibidang kesehatan, enam Puskesmas di Kabupaten Pelalawan diganjar apresiasi dari Kementerian Kesehatan RI, dengan memberikan akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Status akreditasi Kementerian Kesehatan tersebut merupakan hasil dari proses survey yang dilakukan oleh  tim surveyor, yang kemudian dibawa ke rapat kelulusan dan penetapan status, hasilnya baru diumumkan. Pengakuan dari Kementerian Kesehatan menandakan tertibnya administrasi dan manajemen di Puskesmas, pelayanan kesehatan perorangan yang lebih baik dan berstandarnya pelayanan kesehatan masyarakat.

Jatuhnya prediket Akreditasi kepada sebuah Puskesmas oleh Kementerian Kesehatan salah satu indikatornya adalah Puskesmas yang telah memberikan keunggulan kompetitif. Terutama untuk pelayanan klinis yang dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan keselamatan pasien, terjaminnya pelayanan pasien dan masyarakat dengan standard yang tinggi.

Akreditasi ini juga menunjukkan bahwa Puskesmas yang lulus tersebut telah memiliki SDM petugas medis dan administrasi yang handal, pengelolaan risiko baik kepada masyarakat, terbangunnya kerja tim dan konsistensi dalam bekerja.

“Intinya, akreditasi ini adalah bentuk pengakuan dari Kementerian Kesehatan RI kepada Puskesmas Puskesmas di berdiri di kecamatan tapi memiliki standar pelayanan yang lebih baik,” terang Plt Kadiskes Pelalawan, Asril SKM

Keempat FKTP di Kabupaten Pelalawan yang meraih akreditasi di tahun 2018 ini adalah Puskesmas Kecamatan Langgam, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kecamatan Bunut dan Kecamatan Pangkalan Kuras 1. Tiga diantaranya mendapat predikat akreditasi tingkat madya (bintang tiga)  dan satu FKTP dengan akrditasi tingkat dasar (bintang dua).

Raihan akreditasi oleh Puskesmas Puskemas di Kabupaten Pelalawan setelah FKTP tersebut dinyatakan layak mendapat akreditasi berdasarkan hasil survei dari tim akreditasi Puskesmas Kementerian Kesehatan RI tahun 2017. Empat Puskesmas di Kabupaten Pelalawan memperoleh seritifikat akreditasi berdasarkan hasil penilaian kelulusan akreditasi didapat pada akhir bulan Februari lalu.

Rencanaya, sertifikat penghargaan kelulusan akan diserahkan pada pertengahan tahun ini juga. Walau empat Puskesmas yang mendapatkan akreditasi dari Kemenkes, namun prestasi kinclong di raih oleh dua Puskesmas di Kabupaten Pelalawan di tahun 2017 lalu. Bahkan di tahun itu Puskesmas Ukui meraih predikat bintang empat.

Surat Kemenkes bernomor TU.01. 03/IV/14/81/2017 tertanggal 31 Januari 2017, menerangkan bahwa tujuh FKTP (Puskesmas) di Riau mendapatkan akreditasi  tahun 2017. Dari tujuh Puskesmas di Riau yang dinyatakan terakreditasi, dua di Kabupaten Pelalawan, sedangkan dari ketujuh Puskesmas tersebut hanya Puskesmas Ukui yang berhasil meraih status Utama atau Bintang empat.

Puskesmas Pangkalan Kerinci mendapatkan status madya atau bintang tiga bersama dua Puskesmas di Riau lainnya dan Puskesmas sisanya dengan status Dasar.

“Hal yang membanggakan dari hasil akreditasi itu, Puskesmas Ukui lulus dengan predikat bintang empat (Utama),” kata Endid

Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan mengeluarkan kebijakan bahwa seluruh FKTP (Puskesmas) se – Indonesia harus memiliki standar pelayanan dasar melalui akreditasi yang dikeuarkan oleh kementerian Kesehatan. Dengan adanya akreditasi tersebut diharapkan akan meningkatkan kinerja Puskesmas, kinerja petugas kesehatan dan meningkatnya pelayanan keseharan kepada masyarakat.

Berdasarkan Permenkes 75 tahun 2014 dan Undang Undang No 46 tentang Akreditas FKTP, seluruh FKTP harus lah sudah terakreditasi. Untuk itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan akan mendorong Puskesmas Puskesmas yang belum terakreditasi untuk terus berbenah, menyesuaikan dengan rugulasi yang disyaratkan oleh Kemenkes RI.

“Suksenya pelaksanaan Pelalawan Sehat tidak terlepas dari ketersediaan fasilitas kesehatan yang refresentatif, tenaga kesehatan yang handal, karena Puskesmas kita sudah BLUD maka harus didukung oleh tenaga administrasi yang handal pula, itu yang kita bangun dan kembangkan secara berkelanjutan,” imbuh Asril

Sebuah Puskesmas dikatakan telah terakreditasi itu, adalah Puskesmas yang telah menerapkan standar pelayanan klinis  sesuai dengan prosedur dan keselamatan pasien. Terjaminnya pelayanan pasien dan masyarakat dengan standard yang tinggi, SDM petugas medis dan administrasi yang handal, pengelolaan risiko baik kepada masyarakat, terbangunnya kerja tim dan konsistensi dalam bekerja.

Untuk tahun 2018 ini, Diskes Pelalawan kembali  mengajukan empat FKTP yang ikut seleksi akreditasi. Keempat FKTP itu adalah  puskesmas Kecamatan Bandar Petalangan. Puskesmas Bandar Seikijang, puskesmas Kerumutan dan puskesmas Kecamatan Pelalawan. Selain penyelenggaraan pelayanan kesehatan, menyediakan fasilitas pelayanan pengobatan kepada masyarakat, Puskesmas juga menjadi ujung tombak dalam memberikan pemahaman dan sosiliasasi kepada masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat.

Menciptakan lingkungan tempat tinggal yang sehat. Karena mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Saat ini, sebanyak 13 puskesmas di Kabupaten Pelalawan yang sudah ada menggunakan sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Diharapkan dengan BLUD ini peningkatan pelayanan dan kebutuhan puskesmas dapat dipenuhi.

Selain itu bantuan Pemerintah Provinsi juga bisa membantu dalam peningkatan pelayanan puskesmas yang ada. Sebagai sebuah organisasi fungsional, puskesmas mengupayakan penyelenggaraan kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakat.

Menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, dengan biaya yang dapat dipikul oleh pemerintah dan masyarakat. Tersebab “Pelalawan Sehat” merupakan salah satu dari tujuh program strategis pemerintah daerah, maka Pemkab Pelalawan menjamin seluruh warganya mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal.

Pelayanan kesehatan dilakukan secara merata baik di wilayah kecamatan maupun desa dan kelurahan yang ada di kabupaten ini. Bahkan khusus desa yang berada di kawasan hutan, pelayanan kesehatan masih dilakukan dengan cara keliling. Public Service Center (PSC) atau layanan mobil ambulance gratis adalah solusi untuk menjangkau masyarakat yang berdomisili di desa desa terpencil.

Tujuan layanan ini adalah untuk memberikan kemudahan bagi seluruh masyarakat Pelalawan yang sedang sakit dan memerlukan mobilitas dari tempat tinggal ke puskesmas dan diberikan rujukan ke rumah sakit dalam kota ataupun luar kota dengan waktu pelayanan 24 jam.

Pelalawan Sehat Sampai ke Tingkat Desa

Dalam menggalakkan Program Pelalawan Sehat, Bupati Pelalawan HM Harris menyebutkan bahwa secara rutin setiap bulannya, pemerintah daerah menggelar kegiatan yang juga diberi nama Pelalawan Sehat di Kecamatan secara bergiliran. Di dalam kegiatan Pelalawan Sehat itu, dilaksanakan berbagai kegiatan yang mendukung satu dari tujuh program strategis Pemkab Pelalawan itu.

Diantara kegiatan yang dilakukan adalah senam bersama, pelayanan pemasangan alat kontrasepsi (KB), sunatan missal kegiatan donor darah, serta pelayanan pengobatan gratis. Disebutkannya, pelaksanaan pelalawan sehat dimana kegiatan ini adalah salah satu bentuk kepedulian dan peran serta masyarakat dalam mendukung program pelalawan sehat yakni hidup sehat serta bersih lingkungan.

Harris mengucapkan terima kasih atas antusias masyarakat Kabupaten Pelalawan dalam mengikuti kegiatan Pelalawan Sehat ini. Dimana Pemerintah Daerah senantiasa akan melakukan kegiatan serupa ditingkat desa yang ada di Kabupaten Pelalawan ini, bergantian yang awalnya ditingkat kecamatan.

Tujuan dari Kegiatan Pelalawan Sehat ini ada memberikan edukasi pentingnya masyarakat memperhatikan kesehatan diri mereka dan keluarga serta lingkungan sekitarnya.

“Dengan hidup yang sehat tentu akan memberikan hasil yang baik buat masyarakat itu sendiri dan lingkungan sekitarnya,” kata Harris.”

Dinas Kesehatan sebagai ujung tombak suksesnya program Pelalawan Sehat itu, bebernya, diharapkan petugas pelayanan kesehatan selalu stanby dan siap melayani bila masyarakat yang membutuhkan bantuan pelayanan medis.

“Petugas pelayanan medis hendak selalu siap dalam bertugas, layani dan berikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Dan segan untuk turun ke kampung kampung untuk menjumpai masyarakat yang membutuhkan bantuan medis,” tegasnya.

Dikatakan mantan Ketua DPRD Pelalawan dua periode ini, atas capaian prestasi enam Puskesmas dengan meraih akreditasi dari Kemnkes, dirinya berharap itu menjadi motivasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Ada enam puskesmas kita yang mendapat akreditasi dari Kemenkes dan Puskesmas Ukui mendapat predikat bintang empat, itu harus di sikapi sebagai motivasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” harapnya

Harris pun berharap kepada Puskesma Puskesmas yang belum mendapatkan predikat itu untuk bisa menyiapkan diri agar bisa mendapat predikat itu tahun depan.

“Semoga yang diusulkan tahun ini, bisa mendapatkan akrediasi juga nantinya,” pungkasnya (advertorial)

PELALAWAN, LANGGAM - Peningkatan Penguatan Sistem Inovasi untuk mendukung perekonomian daerah yang kuat dan berdaya saing tinggi menjadi tujuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan sebagaimanan tertuang dalam misi Pembangunan Kabupaten Pelalawan tahun 2016-2021, salah satunya program Pelalawan Inovatif. Dan untuk memiliki daya saing yang tinggi inilah, Pemkab Pelalawan kini telah membangun Kawasan Technopark yang berada di Kecamatan Langgam.

Menteri Puan Maharani resmikan kawasan teknopark Pelalawan
Sebagai salah satu program strategis Pemkab Pelalawan yakni Pelalawan Inovatif, dibangunlah sebuah kawasan terpadu yang menampung sector sektor indutri dan tempat bekerjanya para teknokrat dan ilmuwan dalam mengembangkan revolusi industry, Kawasan yang diberi nama kawanan Tekno park Pelalawan merupakan suatu kawasan industri yang terpadu dengan perguruan tinggi sebagai pencetak tenaga kerja terampil dan pusat riset sebagai pendorong inovasi, dan ini dibangun atas dukungan investasi swasta dan Pemerintah. Pembangunan Kawasan Tekno park Pelalawan merupakan inisiatif Pemkab Pelalawan mewadahi pencapaian visi MP3EI 2011-2025 sekaligus merealisasikan pencapaian sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pelalawan 2011-2016.

Konsep Kawasan Tekno park Pelalawan itu sendiri adalah menyiapkan suatu kawasan khusus yang memiliki keunggulan komparatif dan diminati oleh investor, terutama untuk industri yang akan memberikan nilai tambah produk unggulan daerah yakni industri hilir kelapa sawit yang didukung penguatan inovasi dari aktivitas Perguruan Tinggi dan Pusat Riset. Apalagi Kabupaten Pelalawan yang berada pada Koridor Ekonomi Sumatera berperan strategis dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi di kawasan ini. Soalnya, di samping berada pada posisi konektivitas yang istimewa juga karena Kabupaten Pelalawan memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat potensial dengan komoditi kelapa sawit, perkayuan, gas, minyak bumi dan batubara yang juga menjadi komoditi andalan Koridor Ekonomi Sumatera.

Dalam upaya menanamkan kesadaran masyarakat terhadap nilai strategis peranan ilmu pengetahuan, tehnologi dan inovasi dalam meningkatkan kesejahteraan bangsa serta untuk menghargai prestasi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi. Artinya, seminar internasional dalam peringatan Harteknas ini menjadi kesinambungan program di Kawasan Tekno park. Bukan perkara mudah mewujudkan Kawasan Tekno Park dan proses pembangunannya. Komitmen yang kuat untuk menjalankan dan mewujudkan secara penuh.

"Kami sangat butuh dukungan pemerintah pusat dalam mewujudkan Kawasan Tekno park ini. Sebagai pusat pendidikan dan inovasi teknologi di bidang industri kepala sawit," tukas Bupati Pelalawan HM Harris 

Menteri Koordinator SDM Puan Maharani resmikan
kawasan Teknopark Langgam, Pelalawan 
Menurutnya, sekitar 75 persen masyarakat Pelalawan menggantungkan hidup melalui perkebunan sawit. "Petani kebun kita tidak hanya diharapkan menjadi pemilik dan pekerja kebun saja, tetapi bisa mandiri yang bukan hanya pemilik, namun bisa mengolah sendiri dan memasarkannya langsung," ujarnya.

Provinsi Riau telah memiliki predikat sebagai salah satu lumbung energi nasional dan penyangga utama kebutuhan pangan di Pulau Sumatera, khususnya sektor pertanian dan perkebunan. Pada sektor perkebunan, kelapa sawit merupakan komoditi yang memberikan kontribusi besar bagi PDRB Kabupaten Pelalawan.

Industri sawit di daerah ini terutama di bidang perkebunannya telah memberikan lapangan pekerjaan dan sumber pendapatan yang besar bagi masyarakat. Pengelolaan usaha kebun sawit telah mengalami perubahan besar, dengan stigma kolonial yang memposisikan pengelolaan industri ditanagni oleh para konglomerat.

Saat ini, perkebunan sawit di Kabupaten Pelalawan dengan luas secara keseluruhan 388 hektare dikelola oleh masyarakat. Karena itu, dalam upaya mendukung pengembangan wilayah, Kabupaten Pelalawan telah mencanangkan komersialisasi riset dan tehnologi kelapa sawit. Komitmen tersebut antara lain diwujudkan dengan mengembangkan Techno Park dengan bidang Teknologi berbasis Sawit

Pemkab Pelalawan dengan dukungan Badan Pengkajian dan Penerapan Tehnologi (BPPT) telah mengembangkan kawasan Pelalawan Techno Park sejak tahun 2012 sebagai wahana edukasi, pengembangan inovasi dan tehnologi berbasis sawit. Kawasan Techno Park Pelalawan merupakan Techno Park terluas di Indonesia, lebih kurang 3.754 Ha dan menjadi bagian dari 100 Techno Park serta menjadi salah satu dari 5 Techno Park percontohan di Indonesia.

Konsep Kawasan Tekno park Pelalawan itu sendiri adalah menyiapkan suatu kawasan khusus yang memiliki keunggulan komparatif dan diminati oleh investor, terutama untuk industri yang akan memberikan nilai tambah produk unggulan daerah yakni industri hilir kelapa sawit yang didukung penguatan inovasi dari aktivitas Perguruan Tinggi dan Pusat Riset. Apalagi Kabupaten Pelalawan yang berada pada Koridor Ekonomi Sumatera berperan strategis dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi di kawasan ini. Soalnya, di samping berada pada posisi konektivitas yang istimewa juga karena Kabupaten Pelalawan memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat potensial dengan komoditi kelapa sawit, perkayuan, gas, minyak bumi dan batubara yang juga menjadi komoditi andalan Koridor Ekonomi Sumatera.

Kawasan Techno Park Pelalawan dibagi ke dalam 7 zona yakni zona pendidikan, zona riset, zona industri, zona pemukiman, zona konservasi, zona komersial dan zona publik. Pada zona pendidikan seluas 100 Ha, yakni lokasi yang telah terbangun gedung ST2P. Gedung ini merupakan pilar utama dalam penyiapan sumber daya manusia penggerak aktivitas pada kawasan unggulan ini. Beroperasi sejak tahun 2016, ST2P terus berkibar melaksanakan proses belajar mengajar dengan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri saat ini dan di masa yang akan datang. Dan sampai dengan tahun kedua ini, jumlah mahasiswa yang belajar di kampus Techno Park ini sudah berjumlah sebanyak 103 orang.

Menko kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Teknopark
Dengan keberadaan pendidikan tinggi ini yang dikelola Yayasan Amanah Pelalawan dan dukungan pembiayaan dari APBD Kabupaten Pelalawan serta bantuan CSR sejumlah perusahaan, ini merupakan bentuk kontribusi daerah dalam pengembangan dan penyediaan SDM berkualitas di negeri ini, sebagaimana juga menjadi fokus pemerintah pusat. Selanjutnya, dalam upaya mewujudkan visi dan misi Techno Park Pelalawan yakni pembangunan yang berbasis masyarakat dilakukan upaya pemberdayaan dan revitalisasi kebun sawit masyarakat atau sering disebut dengan kebun sawit swadaya.

Melalui kesepakatan 6 pihak yakni Pemkab Pelalawan, BPPT, PT Rekayasa Engineering, PT Pindad Persero, Dewan Minyak Sawit Indonesia dan PPKS Medan, yang bersepakat melakukan upaya pemberdayaan dan revitalisasi kebun sawit swadaya sekaligus membangun berbagai pabrik terkait sebagai wujud kemandirian dan fungsionalisasi Kawasan Teknologi Pelalawan.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan antara lain; menghimpun petani swadaya dalam koperasi yang kemudian dikorporatisasi, pengelolaan kebun sawit dari perorangan ke manajemen korporasi sehingga lebih mudah dan efektif dalam menerapkan praktek budidaya yang baik. Dilakukan pula pengurusan secara bersama sertifikat lahan yang disejalankan dengan program TORA, pengurusan dan perolehan sertifikat ISPO, pembangunan pabrik kelapa sawit oleh koperasi yang bekerjasama dengan pihak ketiga dengan sistim BOT dan target 4 tahun pabrik sepenuhnya menjadi milik koperasi, serta membangun berbagai pabrik yang mengolah limbah dan produk ikutan sebagai sumber pendapatan koperasi.

Dengan demikian program pemberdayaan ini akan meningkatkan nilai tukar dan kesejahteraan petani, karena adanya kepqastian usaha, keuntungan penjualan tandan buah segar dengan memperhitungkan tandan kosong dan cangkang, harga jual lebih baik dan adanya keuntungan dari bagi hasil usaha koperasi. Sehingga pada akhirnya, program ini benar-benar akan mempersiapkan masyarakat untuk mandiri dalam ekonomi dan bahkan mewujudkan salah satu point dari Trisakti Pembangunan Indonesia dariri yakni berdikasi dalam bidang ekonomi. 

Apalagi kelapa sawit sampai saat ini merupakan produk unggulan di Indonesia yang saat ini mwnghadapi berbagai isu terkait pengelolaannya. Secara umum kendala yang dihadapi oleh industri sawit di Kabupaten Pelalawan seperti umumnya indutri sawit nasional yaitu tingkat peoduktivitas kebun sawit yang dikelola oleh masyarakat masih jauh dari harapan, nilai tambahnya masih relatif rendah dan administrasi pengelolaan persawitan belum memadai. Kondisi ini diperparah dengan adanya kampanye negatif yang dikembangkan oleh masyarakat Uni Eropa serta negara-negara barat lainnya sejak tahun 1970-an.

Permasalahan-permasalahan tersebut telah menjadi acuan bagi Pemkab Pelalawan untuk berbenah diri dan menjadikan sawit Pelalawan dikelola secara berkelanjutan sesuai Indonesian Suistainable Palm Oil (ISPO) dan berdaya saing tinggi guna mendukung pencapaian Suistainable Development Goals (SDGs). Karena itu, sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi Pelalawan Technopark dan dalam upaya memperoleh rekomendasi pengelolaan industri sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi serta mensosialisasikan hasil riset tehnologi dan inovasi terkini, Pemkab Pelalawan bekerjasama dengan ST2P dan dukungan Dirjen Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Tehnologi dan Pendidikan Tinggi RI, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Bank Riau Kepri melaksanakan kegiatan seminar internasional ini. (advertorial)

RIAU, PEKANBARU - Layanan prima wajib diberikan oleh Security kepada para Guru, Dosen, Mahasiswa, Siswa, dan juga Stakeholders. Untuk meningkatkan mutu pelayanan tersebut, Abdurrab berinisiatif menggelar pelatihan layanan prima bagi Security. Acara yang bertajuk “Internalisasi RAB Values dan Security Service Excellence" tersebut, dipandu langsung oleh Merza Gamal, seorang Trainer dan Konsultan yang ahli di bidang Corporate Culture dan juga sebagai CEO dari Yayasan Abdurrab.


Kegiatan yang digelar di Theater Room FKIK, Universitas Abdurrab pada Minggu (7/4/2019) tersebut diikuti oleh 31 peserta yang berasal dari 2 perusahaan mitra BUJP (Badan Usaha Jasa Pengamanan), termasuk Security yang ada dibawah manajemen Abdurrab sendiri. Materi pelatihan dibagi menjadi 3 sesi, yaitu: Internalisasi Values Rab, Communication Skills dan Excellent Service.

Internalisasi RAB Values menjelaskan tentang bagaimana menjadi Insan Rabbani yang amanah dan beradab, perilaku layanan dan tentunya bagaimana memuliakan tamu serta keimanan.

Untuk Communication Skills sendiri dikupas lebih mendalam tentang bagaimana cara memahami komunikasi itu sendiri. Selanjutnya, komunikasi yang perlu dipahami adalah komunikasi verbal yang berupa lisan dan tulisan dan non verbal yang mencakup bahasa tubuh. “Komunikasi nonverbal merupakan komunikasi yang paling penting dipahami karena itulah yang paling awal terlihat jelas. Kontak mata, sikap tubuh, pesan tubuh, bahkan pakaian yang kita pakai merupakan bentuk komunikasi dan pesan yang disampaikan kepada orang lain,” paparnya.

Merza panggilan akrabnya, lebih lanjut membahas pentingnya berbicara dan menjadi pendengar yang baik. Menyampaikan suatu pesan kepada orang lain dalam hal ini Konsumen atau Mahasiswa, Siswa serta Stakeholders harus jelas, tidak berbelit, dan smiling voice. “suara kita seolah-olah tersenyum, renyah, ramah, dan itu sangat terdengar jelas ketika kita berbicara dan melayani dengan tulus,” tambahnya. 

If you don't take care of your customer somebody else will, juga hal mendasar yang perlu dipahami. “apabila Insan Abdurrab tidak memperhatikan Customernya dengan sungguh-sungguh Kompetitor yang akan melakukannya,” lanjutnya.

Pada sesi kedua, materi lebih pada excellent service, etiket, dan complaint handling. Kesan pertama pada diri seseorang yang terlihat adalah personal image atau gambaran diri. Untuk memberikan pelayanan prima, diri kita juga harus tampil prima, rapi, sedap dipandang, memancarkan sikap positif. “Jangan jadi Security ketika melayani konsumen, itu tidak excellent. Tampilan ketika menjaga di kantor ya gunakan seragam dan atribut lengkap, rambut rapi” paparnya.

Prinsip dasar pelayanan prima meliputi 3 hal, yaitu sikap mencakup cara bersikap sopan dan serasi, perhatian terhadap situasi, dan tindakan yang berarti merespon dengan pelayanan. Pelayanan prima dapat terlihat dari SDM yang baik, sarana dan prasarana yang memadai, dan produk atau jasa yang diberikan berkualitas.

Etiket lebih pada tata cara pergaulan yang baik antar manusia. Bagaimana kita bersikap sopan, ramah, perhatian kepada orang lain, menjaga perasaan orang lain, memiliki tolerasi, dan lain sebagainya. Manfaat etiket yaitu, kita menjadi disegani, dihormati, disenangi, serta mendapat hubungan baik.

Dalam complaint handling kita harus mengedepankan strategi menghadapi dan menyelesaikan keluhan Konsumen. Konsumen sering melayangkan komplain ketika tidak mendapat pelayanan yang efisien atau lama, produk tidak sempurna, informasi kurang jelas, dan lain sebagianya. Cara menghadapinya, kita harus bersikap siap menerima keluhan dan siap pula memberikan solusi. Kaji keluhan dengan profesional dan jangan pernah menyalahkan konsumen, serta berikan informasi dan solusi. “Hadapi konsumen yang emosi dengan sikap peduli, konsentrasi, kontrol emosi, jangan salahkan orang lain, dan ajaklah Konsumen berdiskusi bukan berdebat,” lanjutnya.

Para peserta kegiatan terlihat sangat antusias dengan adanya kegiatan tersebut. Ada beberapa pertanyaan yang dilayangkan dan dijawab dengan memuaskan oleh Merza. Arie Febri, salah satu peserta kegiatan dari PT Ceve Bintan Sinar Sentosa (CSBS), menyampaikan bahwa dengan adanya pelatihan layanan prima membawa manfaat yang signifikan untuk meningkatkan pelayanan kami kepada Mahasiswa, Dosen dan Stakeholder.

“Betapa tidak, dengan kegiatan ini membuka mata kita bahwa ada media komunikasi lain selain bahasa lisan (verbal) yang mungkin kita tidak tahu dan sering kita lupakan, yaitu media komunikasi dengan bahasa nonverbal. Kita sering mengucapkan “Assalamualaikum, Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?” namun gesture kita tidak mencerminkan kesiapan memberikan pelayanan karena masih belum selesai dengan kesibukan lain,” tutupnya. (gsp)

ROKAN HULU, PASIR PANGARAIAN - ‎ Tak pernah terpikirkan oleh Kepala Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara, Yusrianto menjadi target dugaan pembunuhan oleh mantan kades di Kecamatan Tambusai Utara, inisial Bd pada, Rabu (20/3/2019).

Pada Rabu sore tersebut, Yusrianto dan keluarga hampir menjadi korban pembunuhan yang dilakukan sang mantan kades, di rumahnya sendiri di desa tersebut. Yusrianto kepada TWartawan, mengaku insiden terjadi sore sekitar 17.00 WIB, setelah dirinya bersama keluarga pulang dari acara Musabaqoh tilawatil quran (MTQ). Ia lalu pergi ke belakang rumah untuk memberi makan ayam.

"Saat itu saya berada di belakang Bang, lalu si Bd tersebut mendatangi rumah saya, dan melakukan pengancaman membunuh keluarga saya, dan targetnya adalah saya," katanya, kamis (21/3/2019).

Lebih lanjut dijelaskanya, karena saya berada di belakang, Bd dan rekanya hanya menemui istri dan anaknya, dan mengancam akan dibunuh. Karena diancam istri dan anaknya berteriak minta tolong. Karena mendengar teriakan istrinya, Dirinya segera berlari menuju depan rumah, dan mendapati Bd dan rekannya sedang mengancam ‎istri dan anaknya.

"Saat itu Bd dan rekannya melihat saya, bilang itu dia, bunuh dia, dan ambil senjata di mobil, dan seketika rekan Bd berlari mengambil senjata di luar," sebutnya.

Yusrianto mengaku, saat itu dirinya dan Bd yang hanya tinggal berdua, terlibat duel. Ia terkena pukulan Bd sebanyak dua kali. Mendapat pukulan tersebut, ia pun langsung membalas dengan satu pukulan yang mengakibatkan Bd tersungkur. Saat melakukan pengancaman tersebut dan duel, Bd tidak menggunakan senjata, dalam artian tangan kosong, sedangkan senjata berada di dalam mobilnya.

"Saat itu Bd tersungkur dan rekannya yang hendak mengambil senjata tidak berani mendakat karena sudah banyak masyarakat yang datang. Dan ada juga masyarakat yang memanggil polisi," sebutnya.

Saat ditanya kenapa Bd menyerangnya, Yusrianto mengaku, dirinya tidak tahu persis apa yang sebenarnya terjadi, dan ia mengaku tida ada masalah dengan Bd.

"Jadi Bd pernah juga menjumpai istri saya ke rumah, katanya terkait permasalahan Pilkades. Saya ikut campur pada Pilkedes di tempat Bd tersebut, dan akhinya ia kalah," jelasnya.

Dirinya menerangkan, kejadian ini sudah ia laporkan ke Polres Rohul, dan akibat perbuatan Bd tersebut anaknya mengalami trauma.

"Alhamdullah lah Bang saya masih dilindungi oleh oleh Allah Swt. Kita serahkan saja sepenuhnya kepada pihak kepolisian," imbuhnya.

Sementara Kapolres Rokan Hulu AKBP Muhammad Hasyim Risahondua, melalui Paur Humas Polres Rokan Hulu Ipda Ferry Fadli membenarkan adanya upaya pembunuhan Kades Bangun Jaya pada Rabu.

Ia menambahkan, Bd ditangkap anggota Polsek Tambusai Utara pada Rabu (20/3/2019) sekitar pukul 18.00 WIB, dengan tuduhan kepemilikan senjata api (Senpi) rakitan tanpa izin, dan upaya pembunuhan. Dilanjutkanya, Bd ditangkap polisi setelah terjadi keributan di rumah Yusrianto, Kades Bangun Jaya Kecamatan Tambusai Utara pada Rabu sore sekira pukul 17.30 WIB.

‎Selain menangkap Bd, polisi turut menyita 1 pucuk senjata diduga Senpi rakitan berikut 2 butir amunisi standar, serta 3 bilah senjata tajam dari mobil Mitsubishi Pajero Sport warna putih. mengungkapkan, awalnya Rabu sore sekira pukul 17.30 WIB,‎ Kapolsek Tambusai Utara AKP Nurman mendapat informasi dari anggota via telepon, bahwa di rumah Kades Desa Bangun Jaya Yusrianto terjadi keributan.

Mengetahui itu, Kapolsek dan anggota datang ke TKP. Di TKP, polisi melihat masyarakat sudah ramai dan didapat informasi mantan Bd diduga menyerang rumah Kades Bangun Jaya Yusrianto dan hendak membunuhnya.

"Didapat informasi bahwa saudara Bd juga membawa senjata tajam yang disimpan di dalam mobilnya Pajero Sport warna putih," ungkapnya.

Saat dilakukan penggeledahan terhadap mobil Pajero Sport, disaksikan masyarakat setempat bernama Sunarto, personel Polsek Tambusai Utara menemukan barang-barang di dalam mobil Pajero Sport, yaitu berupa 3 bilah senjata tajam, 1 pucuk senjata didaga Senpi rakitan berikut 2 butir amunisi.

"Pelaku berikut barang bukti sudah diamankan ke Mapolsek Tambusai Utara dan selanjutnya dilimpahkan ke Satuan Reskrim Polres Rokan Hulu," pungkasnya. (dow)

source : berita rohul

BENGKALIS, DURI - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau DPMD Bengkalis mengelar pelatihan pengelolaan aset desa berbasis aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Aset Desa (SIPADes) sejak Kamis kemarin di hotel Horison Bengkalis hingga hari ini, Minggu (24/3).

Pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan peningkatan kapasitas Pemerintah Desa dalam melakukan Pengelolaan terhadap Aset Desa terutama dalam menggunakan aplikasi SIPADes. Kepala Bidang Pemerintahan Desa DPMD Bengkalis Asnurial mengungkapkan,  dalam pelatihan ini pihak DPMD Bengkalis menghadirikan aparatur pemerintah desa, khususnya para pengurus aset desa, seluruh Kepala Urusan (Kaur) Umum dari 136 desa di Kabupaten Bengkalis

Menurut dia, pelatihan pengelolaan aset desa berbasis aplikasi SIPADes ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman, terutama Kaur Umum Pemerintahan Desa dalam melakukan pengelolaan aset di desa masing masing.

“Selain itu, kita juga inin ada peningkatkan dan penyelarasan pemahaman bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang baik ke depan, khususnya melalui pengelolaan aset desa yang baik dan benar,” terang Asnurial.

Melalui pelatihan ini, seluruh desa di Bengkalis diharapkan dapat melakukan inventarisasi aset desa secara lengkap dan akurat. Dapat mengelola aset desa secara akuntabel dan berdayaguna, sehingga dapat berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

"Karena, akuntabilitas transparansi pengelolaan aset desa sangat penting dan turut menentukan kemajuan sebuah desa,” tambahnya.

Masih kata Asnurial, narasumber kegiatan pelatihan untuk 136 Kaur Umum tersebut dari langsung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Menurut narasumber Kemendagri tersebut, Kabupaten Bengkalis merupakan daerah pertama di Provinsi Riau yang melaksanakan pelatihan pengelolaan aset desa berbasis aplikasi SIPADES.

Lebih lanjut Asnurial menjelaskan, SIPADes merupakan aplikasi pencatatan administrasi aset desa yang amanatkan Permendagri Nomor 1 Tahun 2016, mulai dari perencanaan, pengadaan, penata usahaan sampai dengan penyajian laporan yang dilengkapi dengan kodefikasi dan labelisasi aset desa sesuai dengan pedoman umum kodefikasi aset desa. Aplikasi SIPADes mulai dibangun sejak tahun 2016 dan dikembangkan di tahun 2017, serta siap di implementasikan mulai Tahun 2018.

Tujuan pembangunan dan pengembangan aplikasi SIPADes diantaranya untuk menertibkan kepemilikan aset sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga meminimalisir resiko hilangnya aset desa.

Kemudian, untuk menertibkan penggunaan aset untuk berdaya guna dan berhasil guna bagi pemerintah dan masyarakat desa. Serta, untuk mempermudah Kepala Desa dalam menyampaikan laporan kekayaan milik desa dan sebagai alat bantu pemerintah desa dalam tata kelola aset yang dimiliki.

"Kita diseluruh desa di Kabupaten Bengkalis siapmengimplementasikan aplikasi SIPADES ini. Untuk itu kegiatan pelatihan ini kita selenggarakan,” pungkasnya.(dow)

DUMAI, MEDANG KAMPAI - Seorang remaja berinisial R (22) alias Atan, warga Pelintung, Kota Dumai, diduga telah mencabuli seorang pelajar berusia 15 tahun. R diamankan pihak kepolisian di tempat persembunyiannya di sebuah pondok di tengah kebun, yang berada tak jauh dari kediamannya pada Selasa (19/3) lalu.

Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan melalui Kapolsek Medang Kampai, AKP Ade Rukmayadi, membenarkan adanya penangkapan tersebut.

"Tersangka sudah diamankan dan saat ini tengah dilakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap tersangka dan korban, atas dugaan pencabulan sebagaimana dilaporkan oleh orangtua korban," ungkap Ade Rukmayadi pada Jumat (22/3).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku diduga melakukan perbuatan tak senonoh merupakan yang pertama kali kepada gadis yang diketahui sebagai pacarnya tersebut. Dia melakukan perbuatan mesum tersebut di sebuah wisma yang berlokasi di Jalan Cempedak, Kota Dumai, pada Senin (18/3) lalu.

"Nah, selanjutnya kita juga akan melakukan pemeriksaan terhadap wisma dimaksud sebagaimana diungkapkan oleh pelaku," terangnya.

Ade menjelaskan, saat ini pelaku sudah berada di Polsek Medang Kampai untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut. "Pelaku sudah kita amankan dan masih dalam proses hukum," tambahnya. (dow)

source : berita dumai

PEKANBARU, SUKAJADI - Setelah melewati proses persidangan panjang, akhirnya Gugatan 11 orang mantan karyawan Riau Televisi (RTV) dikabulkan majelis hakim Pengadilan Hubungan Industrial Pengadilan Negeri Pekanbaru. Putusan langsung dibacakan Ketua Majelis Hakim Basman, Rabu (20/3/2019).

Suardi, SH (jas hitam) Ketua LBH Tuah Negeri Nusantara yang juga Managing Partner SIGMA Law Office didampingi seluruh tim Advokat berphoto bersama usai pembacaan putusan di Pengadilan Hubungan Industrial, PN Pekanbaru (20/3/2019)

Dalam perkara Pemutusan Hubungan Kerja ini mantan karyawan RTV yang diwakili kuasa hukumnya dan dihadiri seluruh karyawan yang menjadi penggugat memberi apresiasi tehadap putusan yang diambil majelis hakim. 

Menurut mereka, Majelis Hakim telah menegakkan keadilan bagi mantan untuk karyawan RTV yang dirumahkan dan di PHK dengan alasan yang tidak jelas. Putusan tersebut  memberikan rasa haru dan bahagia bagi mantan karyawan RTV, Willy dan kawan-kawan.

"Mereka sangat senang dan lega karena apa yang diinginkan dan diharapkan dikabulkan majelis hakim," ungkap Willy, salah seorang karyawan yang mengajukan bgugatan.

Untuk itu, Willy memewakili kawan-kawannya, berterimakasih kepada tim pengacara dari LBH Tuah Negeri Nusantara Kota Pekanbaru yang sudah membantu dan bekerja keras untuk membantu mereka yang sangat teraniaya oleh perusahaan RTV. 

Sementara itu Ketua LBH Tuah Negeri Nusantara Kota Pekanbaru Suardi SH yang juga merupakan Managing Partner SIGMA Law OFfice merasa lega dan menyambut positif putusan Majelis Hakim yang dibacakan pada hari ini. Suardi yang didampingi seluruh tim Advokat Publik LBH Tuah Negeri Nusantara juga menyampaikan bahwa majelis hakim dianggap telah bijak dalam memberikan putusan terhadap klien kami, pihak RTV dituntut mengganti rugi terhadap karyawan sebesar lebih kurang Rp588 juta untuk sebelas mantan karyawan yang di PHK.

Disisi lain, Firdaus Tri Handoko SH selaku penanggung jawab perkara tersebut menyampaikan harapan agar perusahaan segera membayarkan hak pekerja sebagaimana putusan majelis hakim, meskipun masih ada upaya hukum yang bisa dilakukan, namun dalam perkara ini perusahaan memang tidak membayarkan pesangon 11 karyawan, jadi hal ini sudah tepat.

Kasus ini berawal dari seringnya karyawan menerima pembayaran gaji yang sering telat, sehingga pada Mei 2018, 30 orang karyawan melakukan protes, yang berujung dengam dirumahkannya 20 orang karyawan, namun beberapa pekerja dipekerjakan kembali oleh perusahaan dan tersisalah 12 orang pekerja yang dirumahkan. 

Sementara pada saat dirumahkan perusahaan juga tidak membayarkan hak penuh pekerja sebagaimana diamnahkan UU No 13 Tahun 2003. 

Meski sudah berupaya untuk memperjuangkan nasibnya, akhirnya pada Agustus 2018 12 pekerja di PHK oleh perusahaan. Namun perusahaan tidak membayarkan pesangon meskipun rata-rata pekerja sudah memiliki masa kerja 2-15 tahun, sehingga akhirnya pekerja yang di PHK sudah melaporkan kepada Dinas Tenaga Kerja Pekanbaru dan berakhir dengan diajukannya gugatan di Pengadilan Hubungan Industrial Pekanbaru.(dow)

RIAU, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau kembali akan melakukan pemecatan terhadap 15 pegawainya yang tersandung kasus tindak pidana korupsi. Uniknya dua orang diantara 15 yang akan dipecat tersebut sudah bersatus pensiun. Bahkan status pensiun kedua mantan pegawai Pemprov ini sudah beberapa tahun lalu. 

"Ya, dari 15 ASN yang direkomendasi akan dipecat itu ada dua yang sudah berstatus pensiun," kata Kabid Pembinaan dan Kesejahteraan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau Trimo Setiono, didampingi, Kasubbid Kedudukan Hukum, Imron Rosyadi, Jumat (8/3/19). 

Memang menurut Trimo, pemecatan ini masih dilakukan kajian. Pasalnya BKD Riau masih perlu meminta petunjuk dari kementerian terkait, pasal mana yang akan digunakan untuk memecat ASN yang sudah berstatus pensiun. 

"Karena setahun saya, selama ini pasal kita gunakan namanya pemberhentian ASN, bukan pensiun," ungkap Trimo. 

Selain itu yang perlu diperjelas juga agar tak menimbulkan persoalan dikemudian hari, dampak pemecatan itu, apakah ASN yang sudah pensiun ini tidak lagi menerima dana pensiunnya. Kemudian bsgaimana dana pensiun yang sudah diterima. 

"Kita hanya ingin memastikan agar tak salah kita mengambil keputusan. Ini kita harus hati-hati karena menyangkut orang," ujar Trimo lagi. 

Selain itu, dari 15 ASN yang telah direkomendasikan akan diberhentikan itu 10 orang diantaranya masih dilakukan pengecekan apakah benar berstatus ASN Prmprov Riau. Pasalnya menurut Trimo dari data yang dimiliki BKD Riau tidak menemukan nama kesepuluh orang tersebut. 

Trimo mengaku juga akan segera membicarakan masalah ini ke BKN Regional XII selaku pihak yang memberikan data. Jika memang ternyata tidak menjadi kewenangan Pemprov Riau, maka akan dikembalikan ke BKN. 

"Dari sepuluh yang masih kita cari datanya ini ada beberapa memang setahu kita dia ASN di Rohil. Kasus tindak korupsi yang menjeratnya sudah lama, kasusnya juga diputuskan di daerahnya. Cuma kita tidak tahu kenapa nama-nama ini diserahkan ke kita. Apakah sudah pernah mengajukan pindah ke provinsi, tapi kami masih cari apa ada bagian dari ASN Pemprov Riau," papar Trimo.(dow)

source : berita riau

KAMPAR, BANGKINANG - Kisruh penyertaan Modal Dana Desa kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Pulau Tinggi Kecamatan Kampar dimonopoli secara sepihak oleh Kepala Desa Pulau Tinggi berinisial MY, diduga dana tersebut dipergunakan untuk membangun kolam ikan untuk keperluan pribadi sehingga hal ini menyalahi prinsip pendirian BUMDes itu sendiri.

Ketua Forum Badan Perwakilan Desa
(BPD) Kampar, Sofian Dt Majosati
Hal itu disampaikan oleh Ketua Forum Badan Perwakilan Desa (BPD) Kabupaten Kampar, Sofian Dt Majosati kepada awak media, Rabu (27/2/2019) di Cafe TSJ Bangkinang Kota. 

Terlebih, dana penyertaan modal itu dipergunakan secara pribadi dan usaha pribadi. "Sepengetahuan saya, dana BUMDes itu untuk membantu peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat", ujarnya lagi.

Jika dana penyertaan modal itu tidak dimasukkan dalam rekening BUMDes dan langsung dipakai secara pribadi oleh Oknum, hal itu bisa dianggap sebagai penggelapan dana BUMDes dan bila anggaran itu dimasukkan dana BUMDes dan dipakai secara pribadi oleh Oknum Kades ini merupakan kerjasama yg baik antara kades dan ketua BUMDes. 

Menurutnya, "hal itu perlu ditindaklanjuti sesuai peraturan perundangan. Sebab masalah ini merupakan preseden buruk bagi kita masyarakat kabupaten Kampar dalam pengelolaan Dana BUMDes, maka kita sangat mendorong agar persoalan ini diusut sampai tuntas", harapnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat
dan Pemerintahan Desa Kampar,
Febrinaldi Tridarmawan, S.STP, MSi
Sementara ditempat terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa kabupaten Kampar, Febrinaldi Tridarmawan, S.STP, MSi saat ditemui, Selasa (26/2/2019) menyampaikan secara administrasi dirinya telah menurunkan tim Ahli, namun belum dapat meminta keterangan dari Ketua BUMDes.

"TA sudah kita turunkan kemarin, baru Kepala Desa Pulau Tinggi yang berhasil dijumpai serta diminta keterangan sementara Ketua BUMDes belum berhasil dimintai keterangan", ucapnya.

Ditambahkannya, secepatnya kita akan kembali menurunkan TA kelapangan guna meminta keterangan dari Ketua BUMDes.

"Jika laporan masyarakat ini benar, akan kita tindaklanjuti sesuai prosedur dan aturan yang berlaku". tutup Febrinaldi.(kimet)
Powered by Blogger.