RIAU, PEKANBARU - Aulia Hospital sukses menggelar acara seminar Rekam Medis sebagai wahana penyegaran ilmu bagi para perekam medis dan mahasiswa. Acara yang bertajuk “Legalitas Pelepasan Informasi Rekam Medis Dalam Era Pembiayaan Berbasis Asuransi dan Kualitas Pencatatan Rekam Medis Terkait Mutu Serta Legalitas", diselenggarakan pada ahad (23/7) di Auditorium lt. 8 Gedung Aulia Hospital. Kegiatan ini menghadirkan 3 pembicara atau narasumber dan dihadiri oleh lebih dari 150 peserta baik dari dalam maupun luar Kota Pekanbaru.

Peserta yang berpartisipasi diantaranya dari Eka Hospital, Awal Bros Sudirman, Awal Bros Panam, Puskesmas di Pekanbaru, RS Prima, RS Ibnu Sina, RSUD Taluk Kuantan, Awal Bros Ujung Batu, RSUD Dumai, Puskesmas Harapan Raya, RS Eria Bunda, RS Syafira, RSUD Meranti, RS Tebing Tinggi Sumatra Utara, RSUD Bangkinang, Puskesmas Rohul, RSUD Natuna , RS Achmad Muchtar Bukittinggi, RS Azzahra Ujung Batu, RS Sansani, RS Santa Maria, RSIA Budi Mulya, RS PMC, SMEC, RS Tandun, Puskesmas Lubuk Jambi, RSU Mutia Sari, UIN Susqa Riau, RS Mesra, RS. Zainab, RS. Bina Kasih, RS Bhayangkara, Puskesmas Simpang 3, Puskesmas Tapung I, RS Tabrani, Puskesmas Rumbio Jaya dan masih banyak lainnya.

http://www.riaucitizen.com/2017/07/aulia-hospital-gandeng-pormiki-riau.html

Para pembicara yang menjadi pemateri dalam acara ini antara lain dari praktisi hukum legalitas Rumah Sakit, Aulia Amri, SH MH, dengan materi Aspek Legal Dokumen Pendukung Rekam Medis, Gussix Parizon,SH, MH, dengan materi Aspek Hukum Dan Tata Cara Pelepasan Informasi Rekam Medis dan Tarmizi, A.Md, PK, SKM (Dewan Pertimbangan DPD Pormiki Provinsi Riau) dengan materi Kualitas Pencatatan Rekam Medis Terkait Mutu Dan Legalitas. Acara ini diawali dengan pembukaan, selanjutnya seminar tiga sesi sekaligus, coffee break, door prize, tanya jawab dan terakhir penutupan oleh Panitia.

http://www.riaucitizen.com/2017/07/aulia-hospital-gandeng-pormiki-riau.html
dr. Rr. Herutami Kusumowardani, MPH selaku Direktur Utama Aulia Hospital dalam sambutannya berharap agar kegiatan seminar ini mampu memberikan sumbangsih bagi penguatan kompetensi para perekam medis dalam penanganan pelepasan informasi rekam medis sesuai dengan aspek hukum yang berlaku sehingga nantinya dapat meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat luas. 

Acara ini pun diselenggarakan dalam rangka program kerja rutin tahunan dari Instalasi Rekam Medis. Tujuan dari acara ini adalah untuk meningkatkan kompetensi dan mengupgrade wawasan perekam medis dan calon perekam medis terkait dengan aspek hukum dan kualitas pencatatan rekam medis, sehingga nantinya pelayanan rekam medis dapat berjalan dengan maksimal.


http://www.riaucitizen.com/2017/07/aulia-hospital-gandeng-pormiki-riau.html
Nesia Oktarina, AMd PK, S.Kom selaku ketua panitia pelaksana seminar pun mengaku sangat senang telah melaksanakan kegiatan seminar dengan lancar dan sukses, ungkapannya saat diwawancarai awak media menyampaikan,"ya tentunya dengan kerjasama tim, acara seminar ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Dan kami dari penitia mengucapkan terimakasih atas pertisipasi dari rekan sesama perekam medis dan calon perekam medis dan berbagai unsur sehingga terlaksananya acara ini dengan sukses".(six)

source : www.riau.news

RIAU, PEKANBARU - Aulia Hospital Bersama DPD PORMIKI (Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia) Riau menyelenggarakan seminar rekam medis dengan mengambil tema “Legalitas Pelepasan Informasi Rekam Medis Dalam Era Pembiayaan Berbasis Asuransi dan Kualitas Pencatatan Rekam Medis Terkait Mutu Serta Legalitas". Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 23 Juli 2017 di Auditorium lantai 8 Aulia Hospital yang bertujuan guna pembelajaran bagi perekam medis.


Seminar yang ditaja inipun akan dibuka langsung oleh Direktur Utama Aulia Hospital, dr. Herutami Kusumowardhani, MPH dan Ketua DPD PORMIKI Riau, Asmerinawati, A.Md, PK. Pada kesempatan ini Penyelenggara Seminar mengundang anggota PORMIKI, profesi/ lulusan D3 dan D4 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, kepala Unit/ Bagian/ Bidang/ Instalasi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, petugas/ staf pada Unit Rekam Medis dan Informasi Kesehatan serta dosen dan tenaga pengajar bidang Rekam Medis dan Informasi Kesehatan yang berminat untuk mengikuti kegiatan.

Menurut keterangan Ketua Panitia Seminar, Nesia Oktarina, A.Md PK, S.Kom, "kegiatan ini sengaja diselenggarakan khusus bagi perekam medis dan informasi kesehatan untuk dituntut mampu mengelola sistem penyelenggaraan rekam medis dan informasi kesehatan yang bermutu serta mampu mengelola data menjadi informasi kesehatan secara cepat, tepat dan akurat. Dan tentunya, Perekam medis juga diharapkan mampu memahami tata cara pelepasan informasi Rekam Medis dalam era pembiayaan berbasis asuransi dari aspek hukum terhadap pelayanan kesehatan di Rumah Sakit dan Klinik dalam rangka ikut menyukseskan program pemerintah Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang saat ini menjadi perhatian khusus dari sebagian besar rumah sakit swasta serta sasaran pelayanan kesehatan lainnya", terangnya.

Kegiatan ini membutuhkan informasi dan pengalaman sebelumnya yang diolah secara sistematik untuk menjadi hasil yang dapat dipercaya. Untuk itu diperlukan sumber informasi yang memadai. Hadir sebagai narasumber, dari praktisi hukum legalitas Rumah Sakit, Aulia Amri, SH MH, dengan materi Aspek Legal Dokumen Pendukung Rekam Medis, Gussix Parizon,SH, MH, dengan materi Aspek Hukum Dan Tata Cara Pelepasan Informasi Rekam Medis dan Tarmizi, A.Md, PK, SKM (Dewan Pertimbangan DPD Pormiki Provinsi Riau) dengan materi Kualitas Pencatatan Rekam Medis Terkait Mutu Dan Legalitas.

Nesia pun menambahkan, "acara tersebut akan diikuti lebih kurang 200 peserta. Berasal dari seluruh Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Riau. Para peserta mendapatkan sertifikat Dua Satuan Kredit Profesi (SKP) PORMIKI jika mengikuti semua kegiatan. Dan yang terpenting, mereka mendapatkan ilmu-ilmu yang berguna bagi profesi dan pekerjaan mereka sekarang,"pungkasnya.(six)

Untuk Informasi Pendaftaran dapat menghubungi :

Nesia Oktarina (082170006354)
Yulisa Khodijah      (085271239900)
Mohd. Fauzan (085365966592)

RIAU, PEKANBARU - Sekretaris DPD Partai Gerindra Riau, Hardianto tidak menampik kemungkinan jika Nurzahedi atau Eddy Tandjung (Ketua DPD Partai Gerindra Riau) yang digadang-gadang maju sebagai bakal calon Gubernur Riau akan menjadi calon wakil Gubernur Riau nantinya. 

"Kita masih optimis dan berharap kader kita Pak Eddy Tandjung tetap pada calon nomor satu (calon gubernur, red). Politik itu kan dinamis, jika situasinya nanti kita di calon nomor dua (calon wakil), itu dalam plan berbeda," kata Hardianto kepada Media, Selasa (11/07/17). 

http://www.riaucitizen.com/
Namun ditegaskannya, Partai Gerindra pada prinsipnya terus mendorong kadernya sebagai calon nomor satu. Apalagi Sekjend DPP Partai Gerindra sebutnya, menginginkan kader untuk maju sebagai calon nomor satu. 

"Rencananya di bulan ini, kita akan membentuk tim penjaringan dan lakukan survei internal. Dua hal ini sangat penting dalam menentukan sikap partai kita seperti apa nantinya. Ini juga bagian dari mekanisme yang konsisten kita laksanakan," ungkapnya. 

Lebih lanjut ia mengakui, untuk mengusung satu pasangan calon, maka pihaknya tentu akan berkoalisi dengan partai politik yang lain. Komunikasi politik pun tengah dilakukan pihaknya dengan partai politik yang ada. 

"Komunikasi politik tetap dibangun. Kita berharap, pada waktu yang tepat, siapa yang bersedia satu kesepahaman dengan kita, itulah partai koalisi kita," tutup Ketua Komisi D DPRD Riau ini.(dow)

PEKANBARU, SENAPELAN - Demam berdarah dengue (DBD) kembali jiwa di Kota Pekanbaru. Total sudah tercaat 270 penderira dan dua orang meninggal dunia akibat nyamuk Aedes aegypti ini. 

http://www.riaucitizen.com/
Sebelumnya, Korban pertama yakni, bayi laki-laki berusia 6 bulan‎ berinisial Meisal Zefano buah hati dari Rivali Sianturi, warga Jalan Mawar lorong utama, Kelurahan Padang Terubuk, Kecamatan Senapelan. Meisal Zufano menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit Santa Maria pada Sabtu (25/3) lalu lantaran terlambat mendapat pertolongan medis. 

Korban bertambah setelah seorang bocah perempuan berusia tujuh tahun bernama Nursabrina meninggal dunia. Korban merupakan ‎warga Jalan Setia Budi Gang Gemuruh, Kelurahan Pesisir, Kecamatan Limapuluh‎. Korban menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Petala Bumi, Jumat (30/6) lalu sekitar pukul 15.00 WIB. 

Selain itu, jumlah penderita DBD di Pekanbaru memang terus mengalami peningkatan setiap pekannya. Dimana pada pekan ke 26 sebanyak 370 orang warga yang terserang DBD yang tersebar di Kecamatan Payung Sekaki 41 orang, Kecamatan Tampan 49 orang‎, Kecamatan Tenayan Raya 45 orang, Kecamatan Marpoyan Damai 49 orang, Kemudian di Kecamatan Bukit Raya 58 orang, Kecamatan Sail 3 orang, Kecamatan Limapuluh 22 orang, Kecamatan Rumbai 26 orang, Kecamatan Rumbai Pesisir 17 orang, Kecamatan Pekanbaru Kota 17 orang, Kecamatan Senapelan 28 orang serta Kecamatan Sukajadi 15 orang. 

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru Helda S Munir membenarkan jika ada perempuan berusia yang meninggal akibat DBD. "Iya benar ada meninggal dunia karena DBD di Kelurahan kelurahan Pesisir," katanya. 

‎Atas kejadian itu kata dia, pihaknya sudah menindaklanjutinya dengan melakukan fogging sebanyak dua kali di kediaman Nursabrina. 

"Petugas kita sudah menindaklanjuti, pada Sabtu (1/7) lalu kita melakukan foginggi, serta hari berikutnya. Dua kali kita lakukan fogging disana," ungkap Helda. 

‎Sambung dia, terkadang masyarakat mengira ketika terserang DBD hanya menganggap demam biasa saja. "Masyarakat terserang demam berdarah ini demam biasa, sehingga penanganannya sering terlambat. kita minta masyarakat melakukan 3M Plus dan menjaga kebersihan lingkung. Bagi warga menderita gelaja DBD agar secepatnya membawa ke Puskesmas untik mendapat petolongan medis," imbaunya.

Berikut Data Kasus DBD di Pekanbaru.

Kecamatan Bukit Raya 58 kasus
Kecamatan Tampan 49 kasus 
Kecamtan Marpoyan Damai 49 kasus
Kecamatan Payung Sekaki 41 kasus 
Kecamatan Tenayan Raya 45 kasus
Kecamatan Limapuluh 22 kasus
Kecamtan Rumbai Pesisir 17 kasus
Kecamatan Pekanbaru Kota 17 kasus
Kecamatan Rumbai 26 kasus
Kecamatan Senapelan 28 kasus
Kecamatan Sukajadi 15 kasus 
Kecamatan Sail 3 kasus 
Total 370 kasus.(dow)

source : www.riau.news

KEP MERANTI, SELAT PANJANG -  A Munif Kepala Desa (Kades) Citra Damai Kecamatan Ransang, Kepulauan Meranti dikabarkan telah 'menghilang' sejak akhir-akhir tahun 2016.

Menghilangnya Kepala Desa dari Desa pemekaran Desa Tanjung Samak itu diduga karena terbelit banyaknya persoalan realisasi Dana Desa.

http://www.riaucitizen.com/
Kabid Pemerintahan Desa dari Kantor Dinas Pemerintah Desa Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabaruddin, Selasa (11/7/17) siang ketika dikonfirmasi membenarkan persoalan tersebut.

"Ya, Dia (A Munif,red) sudah lama tidak bisa dikontak, sudah lebih setengah tahun, terakhir infonya Dia di Jawa,"tutur Sabaruddin kepada awak media.

Untuk saat ini, Kata Sabaruddin, A Munif sudah dinonaktifkan dari jabatan Kepala Desa melalui SK Bupati, hingga menunggu proses hukum administratif dari Inspektorat.

"Kita sudah (mengeluarkan surat) pemberhentian sementara dari Jabatan Kepala Desa melaui SK Bupati,"kata Sabaruddin.

Menurutnya, dengan kaburnya Kades Citra Damai ini, mengakibatkan tidak bisa dicairkan Dana untuk Desa tersebut pada tahun 2017 ini, karena belum menyampaikan dan menyelesaikan SPJ tahun 2016.

Dari informasi yang dihimpun, dari penggunaan Dana Desa Citra Damai tahun 2016 ada beberapa kegiatan fisik seperti pembangunan Gedung Paud yang hanya diselesaikan 65-70 persen dan Kegiatan Fisik yang tidak dikerjakan sama sekali.(dow)

BENGKALIS, DURI - Untuk mempermudah layanan bantuan hukum kepada masyarakat Kabupaten Bengkalis, Kantor Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis luncurkan aplikasi layanan Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun). 

Aplikasi ini bernama "Halo JPN Bengkalis", dengan sistem layanan interaktif, tanya jawab kepada masyarakat yang membutuhkan layanan hukum dan pertanyaan akan langsung dijawab oleh JPN. 

Bagi masyarakat, aplikasi ini dapat mengunduh secara gratis di Google Playstore dengan mengetik "Halo JPN Bengkalis". Menariknya lagi, aplikasi ini, juga melayani kaum Disabilitas. 

Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Bengkalis Yustina A.K mengatakan, tujuan aplikasi “Halo JPN Bengkalis” untuk mempermudah masyarakat Kabupaten Bengkalis mendapatkan pelayanan hukum dan konsultasi hukum gratis.

"Datun memiliki fungsi memberikan bantuan hukum gratis kepada masyarakat, kenapa kami meluncurkan aplikasi tersebut, salah satu yang kami lihat letak geografis Bengkalis. Ibu kota cukup jauh dari kecamatan seperti Mandau dan Pinggir, dengan aplikasi ini kami bisa memberikan layanan kepada masyarakat yang butuh layanan hukum," ungkapnya. 

Pada aplikasi, masyarakat bisa langsung bertanya kepada JPN pada hari-hari kerja dan akan langsung dijawab oleh petugas JPN.(rls)

RIAU, PEKANBARU - Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman mengaku sangat bersyukur karena kondisi keamanan di Provinsi Riau yang relatif aman dan kondusif. Untuk itu, semua pihak berkewajiban untuk sama-sama menjaga kondisi yang baik ini.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Dalam situasi yang kondusif, tentu pembangunan dapat berjalan dengan baik juga. "Memang menjaga persatuan dan kesatuan ini menjadi tugas yang cukup berat. Tapi itu wajib kita lakukan," tegas Gubri usai melantik pengurus DPP-DPD-DPC Ikatan Keluarga Riau Asal Nias Selatan (Ikranis) dan DPD Forum Masyarakat Nias Selatan (Fornisel) Periode 2017-2021 di Hotel Alpha, Pekanbaru Sabtu (1/7/17).

Menurut Gubri, untuk menjaga persatuan dan kesatuan seluruh masyarakat Riau, sudah ada payungnya, yakni Visi Riau 2020. Melalui visi ini, diharapkan Riau ke depan akan menjadi pusat ekonomi dan budaya Melayu di Asia Tenggara.

"Visi Riau 2020 ini sudah disepakati semua pihak dan sudah di-Perda-kan pada 2002 lalu. Jadi ini menjadi payung bagi kita semua," ucap Gubri.

Oleh karena itu pula, Gubri mengajak masyarakat Riau asal Nias Selatan dan etnis lainnya di Riau untuk bersama-sama menyukseskan Visi Riau 2020. "Ini tugas kita bersama," ujar pria yang akrab disapa Andi Rachman itu. 

Gubri juga mengapresiasi masyarakat asal Nias Selatan yang dalam melaksanakan acara sudah didahului dengan pantun dan tari persembahan yang menjadi ciri khas budaya Melayu. "Ini sesuatu yang sangat positif," ucapnya lagi.(dow)

source : www.riau.news

NASIONAL, SUMATERA BARAT - Blackwater Volly Ball Club (VBC) jorong Jopang, kenagarian Jopang Manganti, kecamatan Mungka, kabupaten Limapuluh, Sumbar "mambangkik batang tarandam, dengan menggelar open turnamen volly ball se kabupaten Limapuluh Kota, Kota Payakumbuh dan Batusangkar. Sedikitnya ada 9 club papan atas yang ikut gelaran open turnamen kali ini.

Sembilan club tersebut adalah Vegas Andaleh, Favorite Kotobaru Mungka, Adi Putra Situjuh, BBC Bukikbulek Banjaloweh, IPPBL Tanjungbungo, Gema Mungka, Merpati Tiaka Payobasuang, Amuk Batusangkar, dan Blackwater VBC. Sembilan club tersebut merupakan club volly ball yang aktif di kabupaten Limapuluh Kota, Payakumbuh dan Batusangkar.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Pemain Blackwater old star  memberikan pukulan untuk Blackwater
 millenial dalam pembukaan pertandingan open turnamen volly ball
se kabupaten Limapuluh Kota/Payakumbuh, Jumat (30/6/2017)
di lapangan bola voli Blackwater Jopang.
Pembukaan open turnamen volly ball ini berlangsung meriah, Jumat (30/6/2017) malam. Rencananya pertandingan akan berlangsung hingga Senin (3/7/2017) mendatang. Masing-masing club akan memperebutkan tropi lepas dan tabanas serta plakat cinderamata.

Meriahnya, sebelum pembukaan, diadakan pertandingan nostalgia pemain Blackwater old star melawan pemain Blackwater millenial. Pertandingan ini dilaksanakan pada sore sebelum open ceremony.

Blackwater VBC lahir pada tahun 70 an yang bertahan hingga sekarang. Meskipun pascatahun 2000 an prestasinya agak menurun. Namun pada era 80 an hingga 90 an, Blackwater VBC boleh dikatakan merajai berbagai kejuaraan di tingkat kabupaten Limapuluh Kota/Payakumbuh. Bahkan Blackwater VBC pernah ikut pada kejuaraan gubernur Sumbar Arzwaranas Cup.

Pada pertandingan Blackwater old star vs Blackwater millenial, pemain-pemain lama tersebut ikut bertanding. Meski sudah ringkih dimakan usia, mereka tetap semangat. Apalagi di antara mereka sudah melalang buana bertanding menjadi atlet volly tingkat daerah dan provinsi.

Ketua panitia open turnamen volly ball Muhammad Afdal mengatakan, kegiatan ini bisa terselenggara berkat dukungan masyarakat dan perantau Jopang Manganti se Indonesia. Jauh-jauh hari sebelumnya pihaknya sudah berkoordinasi dengan para perantau.

"Seluruh undangan terkonfirmasi hadir. Tiga club yang bertanding untuk malam perdana semuanya hadir. Begitupun 5 club lainnya. Sementara kita tuan rumah juga dalam kondisi baik untuk menghadapi turnamen ini," kata dia.

Sementara itu perwakilan perantau Jopang, Epi Rizandi mengaku sangat senang dengan adanya open turnamen itu. Ia menyebut Blackwater VBC telah mengalami pasang surut dan pasang naik sejak lebih kurang 40 tahun silam.

"Pada era 1980-1990 merupakan mada jaya Blackwater VBC. Atlet terbina dengan baik. Nah, kemudian terjadi penurunan. Kini open turnamen ini momentum untuk mambangkik batang tarandam," kata perantau Solo asal Jopang itu.

Ia melanjutkan, kegiatan ini sengaja digelar pada suasana lebaran Idul Fitri, supaya seluruh masyarakat dan perantau dapat menikmati. Sekaligus menjadi motivasi untuk generasi masa kini.

"Maka itu, sengaja yang tua-tua turun kembali. Kami perantau selalu menyupport agar momentum ini bisa menjadi pemicu untuk iven lebih besar kedepannya," kata dia.

Agar Jopang Manganti kembali disegani di bidang olahraga bola voli, ia menyebut perlu tupangan dari komponen masyarakat. Termasuk di dalamnya pemerintahan nagari dan perantau.

"Agar kita semua kembali merasa memiliki Blackwater. Itu harus. Sebab ini aset olahraga yang ada untuk mengembangkan potensi generasi muda. Kita juga berikan tantangan agar setahun kedepan ada iven yang lebih besar," ulas dia.

Sedangkan Wali Nagari Jopang Manganti Efendi A juga menyupport kegiatan tersebut. Ia hadir sejak awal hingga pertandingan usai di malam perdana.

"Setidaknya ini dapat membangun silaturrahmi kita. Kemudian menjadi ajang melepas rindu generasi tua karena kita pernah jaya di masa mereka. Inilah kemudian yang menjadi momen kebangkitan itu," kata dia.

Ia menambahkan, iven ini juga mendukung program pemerintahan untuk mendapatkan bibit-bibit atlet berprestasi.

"Kita sebenarnya punya potensi yang kuat. Pada pekan olahraga nagari tingkat kabupaten Limapuluh Kota 2005 lalu kita juara 2. Artinya, potensi itu yang terus kita kembangkan," ujar dia.

Pihaknya juga berkomitmen untuk terus mengembangkan sarana prasarana Blackwater VBC bersama para perantau.

"Kita terus menghimpun para perantau untuk program olahraha bola voli ini," tutupnya.(rls)

KUANTAN SINGINGI, TELUK KUANTAN - Selain memiliki puluhan objek wisata alam, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Provinsi Riau juga memiliki beragam budaya dan tradisi unik. Tradisi yang cukup fenomenal dan telah mendunia adalah festival pacu jalur. Festival ini digelar pada bulan Agustus setiap tahunnya. 

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Kuansing
Selain pacujalur, daerah ini juga memiliki tradisi yang tak kalah hebatnya. Salah satunya tradisi "perahu baganduang" yang berasal dari masyarakat Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuansing. Tradisi ini digelar pada perayaan idul fitri setiap tahunnya. Pada tahun 2017 ini, festival perahu baganduang diadakan pada hari Rabu (28/6/17) kemarin. Saat pembukaan festival perahu baganduang kemarin, Wakil Gubernur Riau, Wan Tamrin Hasyim juga turut hadir menyaksikan.

Wan Tamrin dalam sambutannya menyebutkan, perahu baganduang ini merupakan salah satu ikon wisata Riau. Dia juga berpesan agar tradisi ini budaya ini terus dikembangkan dan dilestarikan sepanjang masa. Selain itu kata Wan Tamrin, Pemerintahan Provinsi Riau juga akan turut andil dalam mempromosikan tradisi ini ke seluruh nusantara bahkan mancanegara melalui media massa.

Sementara itu, Bupati Kuansing, Drs. H. Mursini mengakui, festival perahu baganduang merupakan tradisi budaya masyarakat Kenegerian Lubuk Jambi, yang memiliki sejarah panjang. Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Kuansing dalam melestarikan dan mengembangkan tradisi ini, Bupati Mursini menyebutkan festival ini telah dianggarkan dalam APBD Kuansing.

Sekedar diketahui, Festival Perahu Baganduang merupakan sebuah atraksi budaya khas masyarakat Kecamatan Kuantan Mudik berupa parade sampan tradisional yang dihiasi berbagai ornamen dengan warna-warni yang menarik. Festival menghias sampan tradisional ini diselenggarakan pada saat memasuki Hari Raya Idulfitri. Perahu baganduang mempunyai arti dua atau tiga perahu yang dirangkai/diikat menjadi satu (diganduang) menggunakan bambu dan dihiasi oleh berbagai simbol adat yang berwarna-warni.

Tiap desa yang ada di daerah Kuantan Mudik dalam festival ini biasanya mengirimkan perwakilan perahunya untuk dinilai. Dewan jurinya terdiri dari tokoh adat dan ninik mamak yang akan menilai keindahan dan kelengkapan adat yang ada pada perahu peserta. Perahu peserta yang memiliki kriteria lebih, dari sisi keindahan dan adat, akan ditetapkan sebagai pemenang.

Festival yang merupakan simbol adat masyarakat Kuantan ini sebenarnya memiliki sejarah panjang. Konon, tradisi berlayar dengan perahu baganduang telah ada semenjak masa kerajaan-kerajaan dahulu. Perahu ini biasanya dipakai oleh raja sebagai sarana transportasi. 

Lambat laun tradisi berlayar ini kemudian dipakai untuk mengantar air jeruk (limau) oleh menantu ke rumah mertua dalam tradisi menyambut Hari Raya Idulfitri. Dalam tradisi masyarakat Kuantan, memang terdapat kebiasaan ritual mandi jeruk (mandi balimau), sebagai simbol perbersihan diri pada pagi hari menjelang Hari Raya Idulfitri. Nah, kebiasaan menggunakan perahu tersebut dirawat dan dipelihara oleh masyarakat setempat dan kini diwujudkan melalui Festival Perahu Baganduang.(dow)

PELALAWAN, PANGKALAN KERINCI - Momentun lebaran dihari kedua tepatnya, Senin (26/6/17) dimaafaatkan Bakal Calon Gubernur Riau (Bacagubri) HM Harris bersilahturahmi. Dua agenda penting dilakukan orang nomor satu dikabupaten Pelalawan ini.

Agenda pertama adalah Senin pagi, menghadiri acara perayaan halal bil halal dan acara adat di desa Gunung Sahilan Kecamatan Kampar Kiri, kabupaten Kampar.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pelalawan
Acara perayaan adat Raja Gunung Sahilan, di desa Gunung Sahilan tersebut calon gubernur Riau Harris mendapat sambutan hangat oleh ratusan masyarakat setempat.

Usai acara, Harris yang juga bupati Pelalawan ini, warga berebut bersalam-salaman. Tidak itu saja, masyarakat Gunung Sahilan, mendo'akan agar tekad bulat beliau didalam pencalonan Pilgubri 2018 menjadi kenyataan.

Dari Gunung Sahilan, Harris bertolak menuju Pekanbaru. Di Pekanbaru beliau melaku kunjungan 'open house' dikediaman wakil gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim.

Dikediaman, wakil gubernur ini, bupati Harris juga bertemu dengan bupati Kuantan Singingi, Mursini. Baik, wakil gubernur dan bupati Kuansing terlibat perbincangan hangat.(dow)

Powered by Blogger.