PEKANBARU, SAIL - Arus pulang mudik Lebaran tahun 2018 diperkirakan tetap berada dititik normal, meskipun terjadi peningkatan jumlah penumpang hingga Minggu, (17/6) lalu. Berdasarkan data yang diterima dari Kepala UPTD Pelabuhan Sungai Duku, Joniansyah, kapasitas penumpang tetap sesuai dengan kapasitas angkut kapal.

Bahkan beberapa kapal tidak terisi hingga lebih dari setengah kapasitasnya. Kemungkinan sesuai perkiraan Plt Kepala Dinas Perhubungan Pekanbaru, Kendi Harahap dalam wawancara sebelumnya, yang mengatakan akan terjadi penurunan jumlah pemudik melalui jalur laut sekitar 1-2 persen, darat sekitar 18 persen dan peningkatan di jalur udara sebesar 20 persen.

Adapun berdasarkan data per 17 juni, SB Siak Wisata tujuan Pekanbaru - Siak berkapasitas 30 orang, kedatangan mengangkut 15 orang dan keberangkatan 30 orang. Sementara masing - masing kapal tujuan Pekanbaru - Perawang - Selat Panjang, adalah sebagai berikut.

Untuk SB Meranti Jaya Express 9, kapasitas 108 orang, untuk kedatangan mengangkut 84 orang dan keberangkatan ankut 42 orang. Untuk keberangkatan selanjutnya, SB Meranti Jaya Express angkut 94 orang, dan kedatangan 45 orang.

Kemudian SB Naga Line, kapasitas 102 orang, jumlah yang diangkut untuk keberangkatan 99 orang, dan kedatangan 41 orang. Dikeberangkatan selanjutnya, mengangkut 95 orang dan kedatangan 101 orang.

Selanjutnya SB Porty/Garuda Express berkapasitas 84 penumpang, keberangkatan angkut 55 orang dan kedatangan angkut 40 orang. Keberangkatan kedua angkut 61 orang dan kedatangan angkut 84 orang.

Total jumlah penumpang yang berangkat dan datang di Pelabuhan Sungai Duku, pada hari minggu kemarin yakni 871 penumpang. Bertambah 11 penumpang dari hari sebelumnya.(dow)

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Setelah merobohkan tiga unit rumah pada Minggu, (3/6/2018), kali ini, Minggu (17/6/2018) satu unit rumah yang berada di Tepian Sungai Indragiri, Jalan Gerilya Parit 6 Tembilahan nyaris terendam air.

Kejadian yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB itu sempat membuat kaget para warga di lokasi kejadian.

Salah seorang warga saat berbincang dengan awak media menceritakan, kejadian terjadi saat air dalam kondisi surut.

"Kejadiannya pas air surut, waktu tahu ada longsor, warga langsung berdatangan untuk melihat," ceritanya.

Ia juga menjelaskan, bahwa rumah yang nyaris terjun ke laut itu sudah tidak ada yang menghuni.
Rumahnya sudah kosong sejak ada longsor dua minggu lalu, terangnya.

Hasil pantauan di lokasi kejadian, separuh jalan Gerilya ditutup sehingga pengendara harus bergantian melewati jalan tersebut.(dow)

source : www.riau.news

INDRAGIRI HULU, RENGAT - Siapa yang tidak akan khawatir jika ada anggota keluarganya yang tak kunjung pulang ke rumah hingga malam tiba.

ilustrasi
Hal itulan yang dirasakan Mudrika (31), warga Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat saat adik kandungnya berinisial FF (16) tak pulang ke rumah.

Bersama sang suami ia mulai mencari keberadaan sang adik. Pencarian itu akhirnya berujung ke kantor polisi. Mudrika melaporkan seorang pria berinisial HP (23), warga Dusun Binjai, Desa Bukit Petaling, Inhu pada Sabtu (16/6/2018).

HP dilaporkan ke Polsek Rengat Barat atas dugaan tidak pidana pencabulan yang dilakukannya terhadap seorang gadis berinisial FF (16) yang merupakan adik kandung Mudrika. Informasi ini diperoleh dari Kapolres Inhu, AKBP Dasmin Ginting melalui Paur Humas Polres Inhu, Ipda Juraidi, Minggu (17/6/2018).

Menurut Juraidi, sebelum dilaporkan ke Polisi Mudrika sempat khawatir karena adiknya, FF tidak pulang ke rumah hingga malam. Kemudian bersama dengan suaminya, FF mencari keberadaan adik kandungnya.

"Informasi yang diterima kakak korban, korban sedang berada di rumah seorang pria berinisial HP di Dusun Binjai, Desa Bukit Petaling," katanya.

Setelah mendapat informasi itu, Mudrika dan suaminya pergi ke rumah HP. Setibanya di depan rumah, Mudrika menemukan sepeda motor adiknya. Setelah dicek ke dalam rumah, Mudrika menemukan adiknya di dalam kamar HP. Saat itu, Mudrika membawa pulang adiknya ke rumah.

"Sesampainya di rumah, korban ditanyai oleh kakaknya dan mengaku telah disetubuhi oleh HP," kata Juraidi.

Berdasarkan pengakuan FF, Mudrika melaporkan HP ke Polsek Rengat Barat. Aparat Kepolisian yang menerima laporan langsung menangkap pelaku. Saat ini, pelaku sudah diamankan di Polsek Rengat Barat untuk pemeriksaan lebih lanjut. (dow)

source : www.beritainhu.com

DUMAI, DUMAI BARAT - Keluarga Muhammad Ali harus berduka di momen Lebaran 1439 H. Mereka menemukan pria 42 tahun sudah gantung diri, Minggu (17/6/2018). Keluarga kaget mendapati pria itu sudah tak bernyawa.


Warga sekitar rumah korban di Jalan Arjuna, Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai pun geger dengan kejadian ini.

Informasi awak media, korban gantung diri di ruang depan rumahnya.Anak korban yang baru bangun tak menyangka ayahnya mengakhiri hidup dengan bunuh diri.Ia langsung memanggil pamannya yang ada di sebelah rumah korban untuk menyelamatkan Ali yang gantung diri.

Mereka memotong tali dan menurunkan korban dari atas ruang depan rumah.Sayang korban tak terselamatkan lagi.Kapolres Dumai melalui Paur Humas Polres Dumai, Iptu Jamaluddin mengatakan pihak keluarga sudah melaporkan kejadian ke Mapolsek Dumai Barat.

Pihak polsek sudah menanganinya dan mendatangi TKP. Mereka sudah meminta keterangan kepada saksi yakni anak dan saudara korban.(dow)

PEKANBARU, TAMPAN - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru mengakui saat lebaran tumpukan Sampah terlihat disejumlah ruas jalan. Saat lebaran, petugas kebersihan bekerja tidak maksimal.

Kepala bidang sampah DLHK Pekanbaru, Santi mengatakan saat lebaran, petugas kebersihan baru bekerja pada pukul 15.00 wib. Sehingga volume sampah pun sudah banyak.

"Jam 3 sore petugas kita baru kerja. Ini yang jadi penyebab terjadinya tumpukan sampah," kata Santi, Minggu (17/6/2018).

Akibat banyaknya tumpukan sampah tersebut, Santi mengaku banyak menerima telepon dari warga. Telepon tersebut berisi komplain soal tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut.

Dikatakannya, para petugas terlebih dahulu silaturrahmi dengan keluarga saat lebaran. DLHK Pekanbaru pun tidak bisa melarang hal tersebut.

Santi mengatakan saat ini petugas sedang bekerja ekstra untuk mengangkut sampah. Diharapkan dalam waktu dekat, tumpukan sampah segera disangkut.(dow)

KAMPAR, SIAK HULU - Bocah perempuan berusia delapan tahun bernama Annisa Andini, meninggal dunia usai terbawa arus Sungai Kampar, Sabtu (16/6/2018) sore kemarin. Kejadian itu tepatnya di Desa Teratak Buluh, Kecamatan Siak Hulu - Riau.

ilustrasi
Duka mendalam dirasakan keluarga sang bocah pada lebaran kedua kemarin. Kenapa tidak, Annisa harus meregang nyawa setelah terbawa arus sungai. Niatnya, keluarga korban ke sana untuk jalan-jalan (Tamasya) dan mandi-mandi. Tapi apadaya, takdir berkata lain.

Sore nahas itu, Fahruddin (Ayah korban) mengajak istri dan tiga anaknya, antara lain Annisa, Sinta (5 tahun) serta Putra (1 tahun) pergi berekreasi dan mandi di aliran sungai tersebut. Diketahui, Fahruddin mandi bersama Annisa dan Sinta.

Tak lama berselang, terdengar suara teriakan minta tolong sang ayah memecah suasana suka cita sore itu. Bukan tanpa sebab, lantaran Annisa dan Sinta hanyut terseret arus sungai.

Mengetahui ini, warga sekitar dan Bhabinkamtibas Teratak Buluh Birgadir David Gusmanto yang berada tak jauh dari lokasi langsung berupaya membantu dan menyelamatkan nyawa kedua bocah tersebut.

Walhasil, keduanya berhasil ditemukan dan langsung mendapat pertolongan pertama. Saat-saat itulah duka memuncak, di mana nyawa Annisa tak berhasil diselamatkan dna diduga sudah meninggal dunia, sedangkan adiknya Sinta berhasil selamat.

Kemudian kakak dan adik ini dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk diberi bantuan medis lanjutan secara intensif. Tampak kedua orangtua Annisa tak kuasa menahan kesedihannya, karena harus kehilangan anak kesayangan.

Kapolsek Siak Hulu Kompol Dedi Suryadi membenarkan peristiwa ini. Ia pun mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, serta dapat meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak.

Dirinya juga mengapresiasi gerak cepat anggota Bhabinkamtibas di wilayahnya, yang tanggap merespon kejadian tersebut dan memberikan pertolongan, sehingga salah seorang korban diantaranya berhasil selamat dari peristiwa itu.(dow)

BENGKALIS, BENGKALIS - Geger, warga Desa Ketamputih, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki di Pelabuhan Nelayan Dusun I, desa setempat Sabtu (16/6/18) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kapolsek Bengkalis AKP Maitertika ketika dikonfirmasi membenarkan penemuan sesosok mayat tersebut. Mayat ditemukan oleh warga dengan kondisi telungkup, tertutup oleh lumpur dan masih menggunakan baju kaos serta celana jeans. 

Jenazah pertama kali ditemukan Safii (46) yang pergi ke Pelabuhan Nelayan untuk melihat kapal ketika pasang sudah surut. Pada waktu itu di bawah jembatan terlihat celana jeans, kemudian dari dekat atas pelabuhan dan terlihat punggung manusia. 

Usut punya usut, ternyata warga desa setempat mengenali jenazah ini. Dan diketahui bernama Juliar (46), bekerja menjaga kapal di areal Pelabuhan Nelayan sejak sepekan, warga Jalan Parit Masjid RT003/RW01 Dusun Sungai Batang, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis. 

Menurut keterangan istri korban, Erlinawati, bahwa suaminya pada hari Jum'at (15/6/18) kemarin sekitar pukul 19.00 WIB pergi untuk menjaga kapal di Pelabuhan Nelayan. Kemudian, Sabtu (16/6/18) sekitar pukul 14.15 WIB, Safii pergi ke Pelabuhan Nelayan dan tiba menemukan sesosok mayat ternyata korban. 

Selanjutnya, Safii memberitahukan kepada masyarakat yang berada di Pelabuhan Ketam Putih yang berjarak 100 meter, bahwa ada mayat di Pelabuhan Nelayan. Kemudian bersama masyarakat mengangkat korban dan ternyata mengenalinya korban. Selanjutnya jenazah Juliar langsung diangkat dan di bawa ke rumah korban. 

"Menurut keterangan dari keluarga dan masyarakat bahwa korban memiliki riwayat penyakit "kesawan babi". Rencananya korban akan dimakamkan Minggu (17/6/18) besok di TPU Desa Sungai Batan," ungkap Kapolsek, Sabtu (16/6/18) malam. 

Ditambahkan Kapolsek, atas permintaan keluarga, telah menandatangani surat pernyataan bahwa korban tidak dilakukan otopsi dan visum disaksikan oleh Kepala Desa (Kades) Sungai Batang.(dow) 

KUANSING, TELUK KUANTAN - Jelang kegiatan pertemuan antar suku di Rumah Godang Karak besok, panitia mulai melakukan beberapa persiapan.

Dari pantauan awak media, Sabtu sore 16 Juni 2018, tampak panitia melakukan bersih-bersih serta mendirikan tenda yang akan digunakan hari ini.

Anat, salah seorang panitia mengatakan  panitia berkumpul hari ini guna mematangkan kegiatan besok. Menurutnya, kegiatan ini setiap tahunnya diadakan sebagai ajang silahturahmi masyarakat Teluk Kuantan di hari lebaran atau hari Raya Idul Fitri.

"Insyallah besok akan dimulai pukul delapan pagi. Kami mengundang kepada seluruh masyarakat Teluk Kuantan untuk datang, karena disini kita bisa saling bersilahturahmi," tuturnya.

Lebih jauh Anat mengatakan, kegiatan biasanya tidak hanya diikuti oleh masyarakat Teluk Kuantan saja, tapi yang juga sedang berada di Teluk Kuantan.

"Tidak menutup kemungkinan besok ada yang dari luar Teluk, karena kegiatan ini sudah jadi tradisi yang menarik perhatian masyarakat lainnya," pungkas Anat.(dow)

RIAU, PEKANBARU - Momen Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1439 Hijriyah menjadi ajang silaturahim dan mempererat persaudaraan bagi sesama muslim. Suasana bahagia terpancar dari wajah umat Islam saat merayakan hari kemenangan tersebut.

Hal ini juga dirasakan Calon Gubernur Riau nomor urut 3, DR Firdaus MT. Pada hari pertama Idul Fitri, Firdaus dan keluarga mengisi kegiatan dengan melaksanakan Shalat Ied dan bersilaturahmi ke rumah tetangga dan sejawatnya.

Salah satu rumah yang dikunjungi Firdaus adalah kediaman Nurzahedi Tanjung, Anggota DPR RI asal Riau. "Alhamdulillah saya dapat bersilaturrahim ke jiran saya, Bapak Edi Tanjung, anggota DPRRI sekaligus ketua Partai Gerindra Provinsi Riau. Semoga Allah meridhoi niat dan perbuatan baik kita," ujar Firdaus.

Walikota Pekanbaru Nonaktif tersebut sempat mencicipi aneka makanan yang disediakan tuan rumah sambil berbincang-bincang ringan.

"Momen lebaran ini saatnya kita mempererat silaturahim dan saling mengunjungi. Saya sangat senang sekali dapat bertemu dengan para sahabat, seperti Pak Edi Tanjung ini. Kalau di hari biasa mungkin agak sulit berjumpa karena kesibukan masing-masing," kata Firdaus.

Selain mengunjungi tetangga dan sejawat, Cagub Firdaus juga mengelar open house di kediamannya di Jalan Semeru, Pekanbaru. Sejak selesai Shalat Ied, sejumlah warga sudah terlihat hadir di rumahnya untuk bersilaturahmi.

Firdaus sendiri sangat senang dengan kehadiran warga dan menyambut mereka dengan hangat.

"Kami persilakan warga yang ingin bersilaturahim untuk datang. Pintu rumah kami buka selebar-lebarnya," ujar Firdaus.

Dalam kesempatan itu, Firdaus juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H kepada seluruh masyarakat Riau yang sedang merayakannya.

"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H, semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT dan dipertemukan kembali Dengan Ramadhan tahun depan. Dan semoga amal ibadah yang kita lakukan selama sebulan penuh diterima Allah SWT dan menjadi pedoman bagi kita untuk menjalani bulan-bulan berikutnya," harap Firdaus.(rls)

PELALAWAN, PANGKALAN KERINCI - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Pangkalan Kerinci berjanji tidak akan melakukan pemadaman listrik selama libur perayaan Idul Fitri 1439 H.

Setelah terjadinya gangguan pelayanan listrik saat memasuki cuti bersama Lebaran lalu. Dimana kabel bawah tanah mengalami kerusakan dan butuh waktu untuk memperbaikinya.

"Kalau sekarang kita pastikan tak ada pemadaman lagi. Apalagi selama Lebaran dan cuti bersama kedepan," terang Manajer PLN Rayon Pangkalan Kerinci, Aan Jefry, kepada beritapelalawan.com, Sabtu (16/6/2018).

Aan Jefry menerangkan, tim telah disiapsiagakan untuk pelayanan 1x24 jam selama libur ini. Apabila sewaktu-waktu terjadi gangguan akan segera ditangani tanpa harus menunggu lama.

Jaminan tak terjadinya pemadaman terkecuali terjadinya gangguan secara mendadak seperti sebelumnya. Tapi dari segi ketersediaan arus hingga pemeliharaan jaringan yang telah dilakukan kecil kemungkinan ada gangguan.

"Mudah-mudahan tak ada gangguan secara mendadak atau yang disebabkan dari luar sistem," tambahnya.(dow)

Powered by Blogger.