ROKAN HULU, PASIR PANGARAIAN - Dinas PUPR Rokan Hulu melakukan perbaikan di Jalan Lintas Provinsi di Rokan-Banjar Datar Desa Cipang Kiri Hilir yang menghubungkan lima desa di Rokan IV Koto.

Akses jalan belum permanen itu merupakan akses tunggal yang menghubungkan lima desa yang tembus ke Dusun Rumbio, Pasaman Sumbar. Kasi UPTD PUPR Wilayah IV Rokan Hulu Ardi Chandra mengatakan sedikitnya ada beberapa titik kerusakan di jalan lintas tersebut yang tak bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

"Kewenangan perbaikan ini sebenarnya ada di Dinas PUPR Provinsi Riau. Namun, karena kondisi jalan sangat mengganggu akses masyarakat setempat, makanya kita ikut membantu," katanya.

Apalagi, ada instruksi Bupati Rokan Hulu Sukikan dan Kadis PUPR Rokan Hulu juga memberi instruksi yang sama untuk melakukan perbaikan secara swadaya. Alhasil, sejak November tahun lalu proses perbaikan di sana sudah dilakukan sebanyak dua kali dengan menurunkan sejumlah alat berat.

"Terakhir, pada Februari 2020 lalu kita kembali melakukan perbaikan di jalan tersebut agar masyarakat tidak kesulitan saat melintas disana, " paparnya.

Sedikitnya, ada 15 titik kerusakan di sepanjang jalan tersebut. Di antaranya adakah Jalan Lintas Provinsi Riau Rokan-Banjar sebanyak enam titik dan di akses jalan ke Banjar Datar-Perbatasan Sumbar ada sembilan titik.

"Berhubung ini dilakukan secara swadaya, maka yang bisa kita lakukan adalah membantu masyarakat. Kita juga sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Riau dan sudah ajukan proposal perbaikan jalannya juga," tandasnya.(dow)

SIAK, MEMPURA - Bupati Siak Alfedri melayangkan Surat Edaran (SE) kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kabupaten Siak untuk membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawan atau pekerja.

"Kita sudah layangkan SE sejak beberapa hari lalu, minimal seminggu sebelum Idul Fitri perusahaan sudah bayarkan THR karyawannya. Meskipun saat ini kita semua terdampak Covid 19," kata Alfedri, Kamis (14/5/2020).

Ia menerangkan, pandemi Covid 19 tidak menggugurkan kewajiban perusahaan untuk membayar THR kepada karyawannya. Hal itu sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan nomor 6 tahun 2016 tentang hak THR pekerja.

Karena itu, SE tersebut ditujukan kepada setiap pimpinan perusahaan baik Badan Usaha Milik Negara maupun Daerah. Bahkan bagi setiap pengusaha yang tidak memenuhi kewajiban itu akan tetap dikenai sanksi administrasi.

Bupati Siak menyampaikan bila perusahaan tidak mampu sama sekali membayar THR pada waktu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, pembayaran THR dapat dilakukan penundaan sampai dengan jangka waktu yang disepakati.

Alfedri juga mengimbau kepada perusahaan yang tetap beroperasi senantiasa menerapkan standar protokol kesehatan. Seperti memakai masker, menyediakan hand sanitizer atau tempat cuci tangan dengan sabun, jaga jarak saat berinteraksi, dan lakukan penyemprotan cairan disinfektan.

"Saat pelaksanaan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) kami minta industri tetap jalan, namun wajib menerapkan protokol pencegahan Covid-19," katanya.(dow)

KUANSING, TELUK KUANTAN - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, melalui Dinas PUPR Kuansing, tahun ini mengusulkan 5 pembangunan jembatan Gantung ke pemerintah Pusat.

"Ada 5 jembatan gantung yang kita usulkan ke pusat tahun ini," ujar Plt. Kadis PUPR Kuansing, Ade Fahrer Arif, ST. MT Kamis (14/5/2020) tadi malam.

5 jembatan gantung yang diusulkan itu kata Ade Fahrer Arif, Desa Pulau Padang, Pangkalan Indarung, Lubuk Terentang, Inuman dan jembatan gantung Benai - Simandolak. Menurutnya, ke 5 usulan jembatan gantung ini proposalnya sudah ditandatangani Bupati, tinggal lagi pihaknya menyampaikan ke pemerintah pusat.

"Mudah-mudahan usulan kita dikabulkan, sehingga pembangunannya bisa terlaksana dan manfaaatnya dapat dinikmati masyarakat," kata Ade Fahrer Arif.

Untuk itu kata Ade, hubungan baik perlu dijaga dengan pemerintah pusat, supaya usulan yang disampaikan bisa terkabul sampai tahap pelaksanaan. Seperti tahun sebelumnya usulan Pemkab Kuansing, dikabulkan pemerintah pusat untuk pembangunan jembatan gantung Desa Bukit Kauman - Desa Pebaun Hilir, di Kecamatan Kuantan Mudik.

Kini jembatan tersebut, manfaatnya sudah dirasakan masyarakat setempat maupun masyarakat Kecamatan Kuantan Mudik secara umum, sebab akses sudah lancar. Bahkan dari cerita warga bagian Hulu jembatan ini selalu ramai dikunjungi.

Mengenai jembatan gantung ini sempat diterpa isu miring tentang bergesernya kedudukan jembatan. Namun, diluruskan Ade Fahrer Arif, ia memastikan bahwa itu bukan bergeser, hanya saja hangernya putus, akan tetapi menurutnya itu pun sudah dipebaiki.

"Tidak kata Ade, ketika ditanya terkait bergesernya jembatan tersebut. hangernya putus. Tadi sudah diperbaiki langsung, PPTK dan PPK nya turun tangan. Hasil perbaikannya juga dikirim ke kita," kata Plt. Kadis PUPR yang low profile ini.(dow)

PELALAWAN, PANGKALAN KERINCI - Ditengah pandemi corona dan Bulan Ramadhan, seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Pelalawan Riau malah asik mengkonsumsi narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) pada Selasa (12/5/2020) malam.

Oknum PNS tersebut berinisial RH (36) yang berkerja di Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak), tercatat sebagai warga perumahan Griya Sakinah Madani Kecamatan Pangkalan Kerinci. RH ditangkap bersama dua temannya yakni HH alias Heri (41) yang tinggal di Jalan Rambutan Pangkalan Kerinci. Kemudian JU (41) yang beralamat di Gang Horas Jalan Keluarga, Pangkalan Kerinci.

"Mereka ditangkap di dalam rumah kakak tersangka JU di Jalan keluarga gang Horas, tepat dibelakang rumahnya," terang Kapolres Pelalawan, AKB M Hasym Risahondua SIK melalui Kasat Narkoba AKP Romi Irwansyah MH, kepada Wartawan, Rabu (13/5/2020).

Ketigany diringkus setelah selesai mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Saat petugas datang, para pelaku duduk-duduk menikmati sensasi serbuk putih memabukan itu.

Adapun barang bukti yang berhasil disit polisi yakni dua paket plastik bening klep merah berisikan 14 paket sabu siap edar dengan berat kotor 2,5 gram. Satu unit telepon genggam, uang tunai Rp 470 ribu yang diduga berkaitan dengan transaksi narkotika, sebuah alat hisap sabu atau bong berserta kacapirex dan dua buah mancis.

"Tersangka Heri berperan sebagai bandar narkoba. Sedangkan RH dan JU merupakan pemakai," kata Kasat Romi Irwansyah.

Ia menerangkan, penangkapan berawal dari informasi yan diperoleh tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Pelalawan pad pukul 21.50 wib. Diduga di Jalan Keluarga Gang Horas sering terjadi transaksi narkoba tepatnya di TKP. Kasa Romi memerintahkan tim Opsnal melakukan penyelidikan dan mengintai orang-orang di sekitar lokasi.

Petugas melihat tiga orang pelaku sedang menggunakan narkotika jenis sabu sambil duduk di sebuah rumah. Tim langsung merangsek masuk ke dala serta menggerebek ketig pria tersebut. Para pelaku tak bisa berkutik lagi dan dilakukan penggeledahan. Ditemukan 14 paket sabu dan barang bukti lainnya di kantong tersangka Heri. Tanpa perlawanan mereka digiring ke mapolres untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.(dow)

#beritapelalawan

INDRAGIRI HULU, RENGAT - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang menjadi sektor andalan dalam pendapatan pajak daerah, terkena dampak langsung dari pandemi Covid-19 yang melanda seluruh daerah. Dimana akibat pandemi Covid-19 PAD Inhu menurun hingga 7,91 persen.

Penurunan PAD Inhu hingga mencapai 7,91 persen yang diperkirakan akan berlangsung hingga akhir tahun, akibat dampak langsung dari pandemi Covid-19 disampaikan Sekretaris Bapenda Inhu Syafridawati melalui Kabid Penagihan Bapenda Inhu Venisa Dwipasari, saat digelarnya teleconfrence yang digelar Media Centre Gugus Tugas Covid-19 Inhu, Rabu (13/5/20).

"PAD Inhu yang terdampak langsung dari pandemi Covid-19 terdiri dari pajak restauran dan pajak hotel serta pajak hiburan, akibat dampak tersebut PAD Inhu mengalami penurunan yang diperkirakan hingga akhit tahun akan mencapai 7,91 persen," ujarnya.

Akibat penurunan PAD tersebut, Bapenda Inhu terhitung hingga 8 Mei 2020 hanya mampu merealisasikan PAD sebesar Rp41 miliar, atau realisasi PAD hanya mencapai 35,3 persen dari target PAD yang telah ditetapkan sebesar Rp116 miliar.

"Dengan situasi sekarang Bapenda Inhu sifatnya bukan melakukan penarikan pajak besar-besaran, tapi pemulihan ekonomi bagi para wajib pajak. Untuk itu Bapenda Inhu mengambil langkah yang tidak memberatkan wajib pajak dengan memberikan insentif berupa penghapusan denda," ungkapnya.

Selain tengah fokus pada penanganan Covid-19 dengan memberikan dukungan anggaran, Bapenda Inhu saat ini juga tengah melakukan kajian dalam rencana pemberian pengurangan pajak bagi para wajib pajak. Rencana tersebut saat ini masih dalam tataran pengkajian Bapenda dan Bagian Hukum Pemkab Inhu. Jelasnya.(dow)

BENGKALIS, DURI - Carut marut penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) semakin diperparah dengan sikap kaku pihak penyalur. Setelah sebelumnya dikeluhkan masyarakat Kelurahan Duri Barat akan pelayanan Bank Riau Kepri (BRK) Konvensional, kini hal tersebut juga terjadi, namun dialamatkan kepada BRK Syariah sebagai pihak penyalur di Kelurahan Duri Timur.

Sikap lelet dan malas malasan tampak dilakukan pihak BRK Syariah dengan tidak melakukan penyaluran dihari libur, sementara BRK Konvensional tetap melakukan tugasnya dihari libur. Hal tersebut sangat disayangkan masyarakat.

"Sangat kita sayangkan, sudahlah dihari kerja biasa waktunya singkat sekali, hanya dua jam. Ini dihari libur juga tidak menyalurkan, sementara di Kelurahan tetangga tetap bekerja. Ada apa ini, jika tidak sanggup menjadi mitra Pemerintah, lebih baik BRK Syariah Mundur,"ujar salah seorang Ketua RT di Kelurahan Duri Timur, Suhendra.

Dikatakan Suhendra, dalam kondisi seperti saat ini, ekonomi tengah merosot tajam, masyarakat jangan dibuat susah dengan menunggu jadwal penyaluran yang tidak pasti. Sementara dana imi nantinya buat mengisi perut yang sudah keroncongan akibat Pandemi Corona.

"Mohon kepada Pemerintah agar mengevaluasi kinerja BRK Syariah. Jangan membuat suasana semakin keruh. BRK Konvensional saja bisa mempercepat penyaluran, kok BRK Syariah tidak?,"keluhnya.

Pantauan di Kelurahan Paling Timur di Kota Minyak Duri tersebut, tampak ribuan data tahap kedua hampir rampung dilakukan dan masyarakat berharap dapat disalurkan sebelum Idul Fitri tiba, namun hal tersebut diduga hanya sebatas isapan jempol semata dikarenakan penyaluran ditahap pertama yang hingga kini belum kelar dan diperparah lagi dengan sikap BRK Syariah yang membatasi diri dengan tidak melakukan penyaluran dihari libur.

Terpisah, Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Riau Kepri Syariah Duri, Arrizal saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya tidak melakukan aktivitas dihari libur termasuk penyaluran BLT tersebut dikarenakan memang tidak ada jam operasional.

"Setau saya, dihari libur seluruh jam operasional bank tidak ada. Coba juga konfirmasi ke BRK Konvensional, karena saya dapat jadwal penyaluran pun dari BRK Konvensional. Jika pun mereka tetap menyalurkan dihari libur, mungkin ada kesepakatan dari Kelurahan, sementara kami tidak,"jelasnya.(dow)

KUANSING, TELUK KUANTAN - Satu lagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid - 19 meninggal dunia di ruang pinere RSUD Telukkuantan.

"Telah meninggal dunia ibu TR usia 35 tahun pada hari ini Senin (11/5/2020) dini hari sekira pukul 03.50 Wib di Pinere RSUD Teluk Kuantan, dan sudah dimakamkan di Kecamatan Sentajo Raya," kata Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kuansing, Agus Mandar, Senin pagi.

Sementara dr. Amelia Nasrin, menyampaikan Almarhumah masuk Pinere RSUD hari Minggu (10/5/2020) pukul 19.45 WIB.

Kondisinya saat masuk badan lemas, mual muntah sepuluh kali, kaki terasa lemas dan susah di gerakkan akral dingin, nadi teraba halus, nafsu makan menurun, kepala pusing dan sesak batuk.

"Riwayat berpergian keluar kota tidak ada dan ada riwayat sakit diabetes. Diagnosis pneumonia syok hipovolemik ec Gastroenteritis, DM Tipe II dan anemia," jelas dr. Amelia.

Amelia menyatakan dalam penanganan Covid - 19 PDP merupakan pasien yang keadaannya berat ada sesak nafas (pneumonia) dan perlu dirawat di RS. Hasil Swab merupakan upaya untuk memastikan seseorang positif atau negatif.(dow)

PELALAWAN, PANGKALAN KERINCI - Seorang warga Pangkalan Kerinci FS ( 38) mengalami luka bakar serius pada sebahagian tubuhnya setelah disirami bensin dan api oleh orang pada senin (11/5/20) sekira pukul 00.10 wib.

Kejadian ini terjadi di jalan Pemda Ujung tepatnya di warung harian depan warnet Extreme Pangkalan Kerinci Kecamatan Pangkalan Kerinci.

Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Novaldi S.Sos. kepada Wartawan, Senin (11/5/20) membenarkan kejadian tindak Pidana Penganiayaan tersebut.

"Kronologis kejadian, korban FS (38) sedang duduk diwarung depan warnet Extrem tiba tiba pelaku datang bersama dengan pacarnya dengan menggunakan SPM honda beat warna merah putih" Ujarnya.

Lanjut Kapolsek, Pelaku lansung melemparkan minyak bensin dan api kearah korban, sehingga korban mengalami luka bakar pada beberapa bagian tubuhnya lalu pelaku pergi meninggalkan korban.

"Korban mengalami luka bakar dibagian tangan dan punggung, dan lansung dilarikan ke RS Selasih malam itu juga untuk mendapat Perawatan" Ungkapnya. Sementara terkait Pelaku sedang dikejar dimana keberadaannya untuk upaya penangkapan.(dow)

RIAU, PEKANBARU - Bintara Polisi Angkatan 1 tahun 2005 yang lebih dikenal dengan angkatan Zero Lima Satu (ZLS) dan Sepolwan Tiga Satu (STS) jajaran Polda Riau, melaksanakan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) berbagi sembako untuk warga kurang mampu terdampak Covid-19 di wilayah Kota Pekanbaru, Minggu sore (10/5/2020).

Sebanyak 38 paket Sembako berupa Beras, Minyak Goreng, Gula, Telor, Tepung dan Teh diberikan kepada warga kurang mampu yang ada di Kota Pekanbaru.

Bripka Sarlose Mesra selaku Ketua STS menyampaikan bahwa area penyebaran paket disemua Kecamatan di Kota Pekanbaru seperti Kecamatan Pekanbaru Kota, Rumbai, Payung Sekaki, Tampan, Rumbai Pesisir dan Tenayan raya

"Walaupun tidak banyak, mudah-mudahan bantuan kita ini bisa meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Apalagi ditengah wabah covid-19 ini, kita sama-sama merasakan dampaknya. Banyak masyarakat kita kesulitan dalam mendapatkan rezeki. Untuk itu kita peduli kepada masyarakat yang saat ini dalam kondisi kekurangan, semoga apa yang kita berikan dapat bermanfaat," gumamnya.

Warga yang menerima bantuan tampak senang atas pemberian ini. Mereka mengucapkan terimakasih atas kepedulian Bintara Polisi letting Zero Lima Satu (ZLS) dan Sepolwan Tiga Satu (STS) jajaran Polda Riau terhadap warga yang kesulitan di tengah pandemi Covid-19.

Sementara itu Koordinator kegiatan Baksos, Bripka Edward Murten yang juga merupakan Ketua ZLS Polda Riau mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dari ZLS / STS Polda Riau.

"Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan," Ungkap Murten.

Sambung Murten, selain memberikan bantuan Sembako mereka juga memberikan pemahaman tentang bahaya Covid-19, serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar mematuhi anjuran dari pemerintah tentang pencegahan penyebaran Covid-19.

"Hindari tempat keramaian, jaga jarak aman (Physical Distancing), selalu jaga kesehatan. Tunda dulu mudik di tahun ini karena semua orang beresiko tertular Virus Corona. Serta tetap di rumah saja bila tidak ada keperluan yang mendesak. Bersama kita putus penyebaran Virus Corona," cakapnya. (ces).

BENGKALIS, SIAK KECIL - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), perpanjang masa penahanan mantan Bupati Bengkalis, Amril Mukmin, terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pada proyek multi years pembangunan jalan Duri–Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara (Jubir) KPK, Ali Fikri, bahwa saat ini pihaknya telah memperpanjang kembali penahanan Amril Mukminin.

"Iya hari ini Selasa tanggal 5 Mei 2020 penyidik KPK memperpanjang kembali penahanan tersangka AM mantan Bupati Bengkalis," kata Ali kepada Wartawan, Selasa (5/5/2020) malam.

Selanjutnya Ali membeberkan, perpanjangan penahanan akan dilakukan selama 30 hari kedepan, berdasarkan Penetapan Pengadilan Pekanbaru yang kedua terhitung mulai tanggal 6 Mei 2020 sampai dengan 4 Juni 2020 di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur.

"Perpanjangan penahanan dilakukan karena penyidik memandang masih memerlukan waktu untuk proses penyelesaian pemberkasan yang saat ini masih berjalan. Berikutnya, setelah selesai pemberkasan maka penyidik akan menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada JPU untuk selanjutnya di sidangkan di PN Tipikor," tutup Ali.

Untuk diketahui, Amril Mukminin diduga menerima suap atau gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan terkait proyek tahun jamak Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis, saat dirinya menjabat sebagai Bupati Bengkalis.

Sementara itu pada Jumat (17/1/2020), KPK kembali mengumumkan 10 tersangka baru dalam pengembangan kasus proyek jalan di Kabupaten Bengkalis tersebut. Pertama, pada proyek peningkatan proyek peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu - Siak Kecil (multi years) di Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp156 miliar.

KPK menetapkan tiga orang tersangka, yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atau Sekretaris Daerah Kota Dumai nonaktif dan Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis 2013-2015 M Nasir (MN) serta dua orang kontraktor Handoko Setiono (HS) dan Melia Boentaran (MB).

Kedua, terkait proyek peningkatan jalan lingkar Pulau Bengkalis (multi years) Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp126 miliar. Adapun yang menjadi tersangka yaitu M Nasir, Tirtha Adhi Kazmi (TAK) selaku PPTK serta empat kontraktor masing-masing I Ketut Surbawa (IKS) Petrus Edy Susanto (PES), Didiet Hadianto (DH), dan Firjan Taufa (FT).

Ketiga, proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri (multi years) Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp152 miliar. KPK menetapkan M Nasir dan Victor Sitorus (VS) selaku kontraktor. Terakhir, proyek pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri (multi years) Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekitar Rp41 miliar.(dow)

Powered by Blogger.