PELALAWAN, PANGKALAN KERINCI - Belasan mahasiswa mengatasnamakan Lingkar Aktivis Riau (LAR) periode 2018-2020 menggelar unjuk rasa di kantor bupati Pelalawan, Selasa (18/12/18). Mereka menyampaikan pernyataan sikap dan tuntutan yang dialamatkan ke Pemkab Pelalawan melalui Bupati. 

Belasan mahasiswa diterima Wakil Bupati Pelalawan Drs. H. Zardewan, MM dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab. Aksi unjuk yang dimotori para mahasiswa ini mendapat pengawalan dari pihak kepoisian dan Satpol PP. 

Dalam orasinya, Odi Saputra koordinator umum dan Endri kordinator lapangan secara bergantian menyampaikan keluhan, pernyataan sikap dan tuntutan di depan pintu masuk kantor bupati Pelalawan. 

Dalam orasinya, menyebutkan bahwa Kabupaten Pelalawan sekarang sedang dihadapi dengan problematika yang sangat rumit di segala bidang baik ekonomi, pendidikan, sosial, moral, dan sebagainya. 

Misalnya dalam bidang ekonomi masih tingginya kemiskinan, korupsi merajarela, dilanjutkan lagi dalam bidang pendidikan yang tidak merata dan bidang sosial seperti perang saudara, kriminalitas dan lain lain.  Isu - isu beredar melalui Medsos banyak program - program yang tidak terselesaikan dengan baik seperti pembangunan renovasi gedung DPRD Pelalawan, pembangunan Irna RSUD Selasih, proyek - proyek yang tidak selesai semuanya bersumber dari APBD Pelalawan atau uang rakyat.Kondisi ini bisa dikatakan ketidak kesiapan pemkab Pelalawan dalam pembangunan daerah. 

"Kami mahasiwa sebagai agen of control datang karena terpanggil hati nurani menyuarakan persoala - persoalan di Pelalawan. Kritikan ini bukan bentuk perlawanan terhadap pemerintah tetapi merupakan peringatan menjadi bahan evaluasi," ujar Endri koordinatOr lapangan LAR. 

Keduanya juga menyikapi soal Pelayanan adminduk yang dinilai lambat, direktur BUMD Tuah Sekata yang merupakan mantan napi, kelanjutan langgam power, mobil aset yang diduga digunakan tak tepat sasaran, tingkat kriminalitas yang tinggi dan soal bantuan ke masyarakat soal penyebrangan dalam kondisi banjir. Ini lima tuntutan LAR: 

Meminta kepada Bupati Pelalawan untuk memberikan penjelasan terkait penetapan Direktur BUMD Kabupaten Pelalawan yang merupakan mantan koruptor. Meminta kepada Bupati Pelalawan untuk mencopot dan membuka pengumuman penerimaan direktur BUMD yang baru secara transparan. 

Meminta kepada Bupati Pelalawan untuk memanggil dan sekaligus mendenda kontraktor yang tidak menyelesaikan proyek Pemda Pelalawan, seperti renovasi gedung DPRD, Irna RSUD Selasih dan puskesmas ukui. Meminta kepada Bupati Pelalawan untuk memberikan penjelasan terkait anjungan bono yang tidak terawat sejak dibangun dan rusak berat. 

Meminta kejelasan kepada Bupati Pelalawan berapa jumlah mobil dinas yang diduga digunakan tidak tepat sasaran. Aksi unjuk rasa, LAR yang dimulai sejak pukul 13.30 wib tersebut hingga pukul 14.45 WIB dilanjutkan pertemuan diruang rapat lantai 2 kantor Bupati Pelalawan. Hingga berita ini dinaikkan, pertemuan yang dipimpin Wakil Bupati Pelalawan masih sedang berlangsung.(dow)


PEKANBARU, BUKIT RAYA - PS oleh majelis hakim PN ini dilakukan sesuai dengan permintaan penggugat yakni Jufri Zubir melalui kuasa hukumnya dalam gugatan perdata terkiat pembagian saham Cindotel dan Prime Park Hotel Pekanbaru. Hadir langsung Martin Ginting selaku Hakim PN Pekanbaru. 

"Kita hadir di lapangan atau di lokasi ini sesuai dengan permintaan penggugat. Kita hanya melihat kondisional yang ada diatas lahan yang diperkarakan saat ini," ujar Martin kepada media. 

Lanjutnya, gelaran ini juga dipandang dapat memberikan fakta baru guna menambah keyakinan hakim terhadap putusan nantinya. "Sesuai informasi Penggugat PS dilakukan karena objek diatas lahan sedang dilakukan penjualan. Sehingga kita memang harus tau apa yang sebenarnya," tuturnya. 

Ditegaskannya, pihaknya hanya sebatas melihat saja. Sementara untuk pembuktian tetap dilakukan di ruang sidang pengadilan Pekanbaru. 

"Untuk jadwal putusan belum bisa diprediski, putusan setelah selesai pembuktian dan kesimpulan dari dua belah pihak," ungkapnya. 

Sementara, Kuasa Hukum Jufri Zubir, Zulfikri Toguan menjelaskan perkara ini sudah sekitar 15 kali disidangkan sejak beberapa waktu lalu. "Perkara perdata dalam rangka wanprestasi atau ingkar janji antara Penggugat dan Tergugat. Sebelumnya kedua belah pihak telah menjalin kerjasama di atas tanah merupakan milik Jufri (penggugat) untuk membangun Condotel. Namun, waktu berjalan tak lagi kerjasama dan Jufri meminta ganti rugi tanah sebesar Rp100 miliar. Sedangkan hingga saat ini baru di bayar Rp60 miliar. Jadi kita menuntut yang Rp40 miliar sisanya," bebernya. 

Rincinya lagi, tergugat justru mengklaim bahwa sisa uang ganti rugi tinggal Rp5 miliar karena sudah dipotong biaya-biaya lainnya. "Kalau memang ada potongan tersebut, kita minta tergugat tunjukkan daftar bukti potongan untuk apa saja di persidangan," terangnya. 

Sedangkan disinggung apakah akan dilakukan penyitaan terhadap aset, Zulfikri mengatakan ada rencana untuk itu. Sebab, dalam segi hukum diperbolehkan. "Supaya jangan timbul kerugian lagi, apalagi ini masih dijual ke pihak lain. Sementara sertifikat kini sudah kita blok di BPN. Jadi, jangan beli lagi karena masih sengketa. Takutnya lebih banyak lagi yang dirugikan," jelasnya. 

Dalam gelaran ini, tak satu pun pihak tergugat hadir. Sementara dalam kasus ini Jufri Zubir menggugat Onny Hendro Adiaksono yang disebut-sebut menjadi perpanjangan tangan Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) RI, Jenderal Polisi (purn) Sutanto dan Datuk Zamzamin mantan Pejabat Tinggi BIN Malaysia. 

Selain itu, terseret juga mantan kuasa hukumnya, Tomi Karya dan Cecep. Ada juga PT Penghegar Pekanbaru Permai, Prime Park Hotel Pekanbaru, serta PT PP Property Tbk.(dow)

RIAU, PEKANBARU - Usai beberapa tahun berkecimpung di dunia Perbankan, Beni Susanto (40) justru seakan tak berselera mencapai puncak karir. Entah kenapa, Beno--begitu ia disapa--malah mengejar mimpi berikutnya dengan menceburkan diri ke dunia industri jasa keuangan, PT Victory Internasional Futures.

Darisana, Beno mengajak warga Bumi Lancang Kuning, khususnya Kota Bertuah Pekanbaru memperbaiki perekonomian mereka. "Kalau dulu orang bilang human get money. Kalau kekinian alias jaman now, money get money," ungkapnya membuka cerita.

Beni Susanto, (photo doc)
Jika menoleh ke belakang, PT. Victory Internasional Futures hadir di tanah air pada 2003. Perusahaan dengan fokus pada layanan keuangan bagi klien  yang mengharapkan layanan klien secara personal dan luar biasa dengan peralatan dan perangkat lunak perdagangan tak tertandingi.

Dan, medio 2016 PT. Victory Internasional Future resmi menyapa Pekanbaru sebagai kantor cabangnya ke-22. Beno didapuk jadi juru mudi. Bukan tanpa alasan, kenapa perusahaan ini membidik Pekanbaru. Simak saja penuturan Beno. Selain geliat ekonomi yang tiada terbendung di wilayah Sumatera bagian Tengah, juga sumber kekayaan alamnya yang melimpah bikin para investor enggan berpaling dari kota ini.

"Pada tahun 2016, PT. Victory Internasional Futures resmi membuka cabang ke-22 di Pekanbaru. Alasannya, Kota Pekanbaru yang kian berkembang, baik dari sisi perdagangan, jasa maupun bisnis. Maka, kami hadir disini untuk meningkatkan perekonomian warga, khususnya Pekanbaru dan Bumi Melayu pada umumnya. Dua tahun berjalan, nasabahnya sudah cukup banyak," tutur pria berdarah Jawa, namun "numpang" lahir di Ranah Minang (Padang, red) dan kuliah di kota Medan.

Social Corporate

bakti sosial di Panti Asuhan Anugerah Kasih beberapa waktu lalu
Sebagai perusahaan yang bergelut dengan industri jasa keuangan, dua tahun berjalan, di tangan Beno PT Victory International tak saja sigap merambah nasabah, namun turut menjalin kebersamaan dan merawat bentuk kepedulian terhadap sesama sebagai salah satu bentuk tanggungjawab sosial perusahaan (social corporate). Hal itu ditunjukkan dengan ragam kegiatan kemanusiaan yang terkemas dalam bentuk bakti sosial (baksos) pada kaum marginal. Apa saja bentuknya?

"Setiap tahun, perusahaan menggelar baksos. Terutama menjelang momen tertentu. Seperti mendekati puasa di Bulan Ramadhan tahun lalu. Kami mengadakan buka puasa bersama sekaligus memberikan santunan kepada anak-anak Panti Asuhan Aisiyah. Sedangkan pada momen Natal nanti, kami juga mengadakan baksos, kali ini di Panti Asuhan Anugerah Kasih, karena momennya sesuai. Intinya, kami ingin berbagi," ucap alumnus pascasarjana Ekonomi, USU Medan itu.

Seluruh kegiatan melibatkan seluruh karyawan. Adapun bantuan diberikan diantaranya pemberian sembako dan santunan, kepada anak-anak panti asuhan yang berlokasi di Jalan Riau Ujung.

Pialang "Palugada"

Apa yang ditawarkan perusahaan, Beno haqqul yakin, warga Kota Bertuah cukup antusias. Banyaknya nasabah seiring berjalan waktunya membuktikan hal itu. Namun masalahnya, dunia pialang bukan hal populer bagi sebagian orang. Nah, bagaimana pria penyuka tepuk bulu (badminton, red) ini menyiasati?

"Sistem kerjanya semisal bertemu klien, kami akan memaparkan bagaimana peluang bisnis yang ditawarkan. Setelah nasabah mengerti sistem, nasabahnya bergabung. Tapi dengan catatan semisal perusahaannya harus legal. Berikutnya ada edukasi dengan memberikan semacam demo bagaimana bertransaksi atau jual beli. Transaksi itu bisa berupa mata uang, transaksi saham dan transaksi komoditi. Apapun keperluan nasabah, kami sediakan. Istilah gaulnya, Palugada (Apa Lu Mau Gua Ada, red)," terang Beno.

Lebih jauh, Beno mengabarkan perusahaan yang ia pimpin kerap memberikan edukasi, melakukan training center. Tujuannya agar nasabah mendapat benefit. "Kita akan melayani mereka (nasabah, red) 24 jam. Silahkan datang ke kantor kami Jalan Jenderal Nomor 42B, Labuh Baru, Pekanbaru," katanya.

Kini, apa yang tengah ia lakoni bukannya seroman menjentikkan jemari tangan. Ada saja tantangan. Apalagi jika urusannya duit. "Tantangan di Pekanbaru, salahsatunya banyak perusahaan ilegal, tak resmi terdaftar di BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi), yakni website resmi pemerintah untuk mengetahui sebuah perusahaan legal dan tak legal untuk perdagangan berjangka. Nah, yang tak terdaftar jangan sekali-sekali mendaftar. Kami sebagai wakil pialang, ada izin di BAPPEBTI, izin di bursa (ICDX), izin Indonesia Clearing House (ICH) dan kerjasama Perbankan di bawah jasa Otorias Jasa Keuangan (OJK). Jadi, nasabah tak perlu khawatir, PT Victory Internasional Futures resmi terdaftar," tegas Beno.

Adapun kala kondisi nilai tukar rupiah yang terkadang loyo melawan dolar, jangan dikira mereka yang berkutat di lantai bursa kelimpungan. Malah, tak jarang para pialang meraup laba. "Kalau mengacu ke rupiah melemah atau kuat, tidak selalu  berdampak. Karena produk yang diperdagangkan produk luar, justru kita bisa memanfaatkan kondisi demikian untuk mendapatkan benefit," cetus pria yang terpikat hebat akan pesona Negeri Sakura.

Konon, ia jatuh hati kali pertama pada Jepang saat menuruti hobi jalan-jalannya. "Negaranya rapi, bersih dan sangat disiplin. Segala sesuatunya tertata. Kalau kita jalan ke Jepang, kita gampang buang sampah begitu saja, kita akan malu, karena orang Jepang pasti langsung pungut, "kenangnya. Kalau sudah begitu, kira-kira apa gerangan yang perlu dirubah? Beno buru-buru menambahkan, mesti ada kesadaran pada tiap individu, alam perlu dijaga dan kebersihan itu mutlak!

Ke depan, Beno memahat harap, PT. Victory Internasional Futures terus berkembang baik. Artinya keberadaan perusahaan yang ia gawangi diharapkan turut memberi andil dalam meningkatkan ekonomi warga. Di sisi lain, perusahaan juga merajut kerjasama dengan dunia kampus negeri maupun swasta. "Barangkali ada kampus/universitas mengizinkan mahasiswanya magang, terutama dari Prodi Ekonomi, kami siap menampung. Saat ini kita ada kerjasama dengan swasta dan pemerintah. Tak hanya benefit ke klien, tapi juga ke mahasiswa. ke depan, selesai magang, jika pengen coba pengalaman di dunia pialang, boleh dilanjutkan untuk bekerja," tuturnya.

Beno bersama perusahaannya getol nian bicara transaksi bukan tanpa sebab. Ia ingin mengajarkan bahwa masyarakat, khusus Pekanbaru, usaha ini tak memerlukan modal banyak dan tempat untuk menghasilkan benefit besar. Ia mencontohkan, jika seseorang ingin buka usaha, harus ada lahan, karyawan dan biaya operasional seperti listrik. Saat bergabung dengan PT. Victory Internasional Futures, tiga hal itu dipangkas duluan. Hal dibutuhkan sebatas modal, selanjutnya tekad belajar buat mereguk keuntungan.

Terakhir, ada satu hal menggelitik di kepala mantan Jaka Dara Medan tersebut, kenapa karirnya bermuara di dunia jasa keuangan. Seakan membocorkan rahasia, Beno bilang ulah sebuah buku bacaan yang ditulis seorang  motivator andal. Konon, untuk mendapatkan uang banyak ada tiga jenis pekerjaan menjanjikan. Pertama, jadi artis. Kedua, asuransi. ketiga, pialang. Point pertama dan kedua, rasa-rasanya langsung tak langsung sudah disambangi. Moga di point ketiga, hepeng get hepeng kian dalam pelukan ya, Ben. (aag)

INDRAGIRI HULU, RENGAT - Pengadilan Negeri atau PN Rengat kembali menunda sidang gugatan Yayasan Riau Madani terhadap PT Bukit Betabuh Sei Indah atau BBSI, pada Senin (17/12/2018). Penundaan sidang tersebut karena pihak PT BBSI tidak hadir.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua Yayasan Riau Madani, Surya.

"Sidangnya ditunda, karena pihak PT BBSI tidak hadir. Alasannya karena banjir di Pelalawan," kata Surya ketika dikonfirmasi melalui selular, Senin (17/12/2018).

Surya juga menjelaskan pascamediasi yang gagal, sudah digelar sejumlah agenda sidang antara lain sidang replik dan duplik. Selanjutnya akan digelar sidang pembuktian. Sementara itu, saat ini masyarakat di Talang Tujuh Buah Tangga masih terus berkonflik dengan PT BBSI. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa Yayasan Riau Madani melayangkan gugatan legal standing terhadap PT Bukit Betabuh Sei Indah (BBSI) atas perizinan yang dikeluarkan oleh Bupati Inhu dan Mentri Kehutanan pada tahun 2002 dan tahun 2007.

Seperti diketahui saat ini PT BBSI sedang berkonflik dengan masyarakat Desa Talang Tujuh Buah Tangga, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Inhu. Aziz, salah seorang perwakilan warga menyambut baik gugatan yang dilayangkan oleh Yayasan Riau Madani tersebut.

"Kita memang sempat berdiskusi dengan Yayasan Riau Madani terkait penderitaan masyarakat selama ini, dalam hal ini kita memang tidak memiliki kaitan dengan Yayasan Riau Madani namun mereka simpati terhadap penderitaan masyarakat," katanya kepada Wartawan, Jumat (6/4/2018).

Bahkan kata Aziz, pihaknya dalam waktu dekat juga sudah menyiapkan gugatan yang akan disampaikan ke PN Rengat.

Aziz menerangkan gugatan yang mereka layangkan berbeda dengan gugatan Yayasan Riau Madani. "Gugatan yang akan kita sampaikan adalah gugatan perbuatan melawan hukum oleh PT BBSI," katanya.

Seperti diketahui bahwa persoalan antara masyarakat Desa Talang Tujuh Buah Tangga dengan PT BBSI hingga kini masih belum menemukan jalan keluar. Padahal pihak Pemkab Inhu sudah berulang kali melakukan mediasi, namun tidak membuahkan hasil.(dow)

source : berita inhu

BENGKALIS, DURI - Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di RSUD Bengkalis. Warga binaan tersebut bernama Diksan Alfikri Pasaribu merupakan narapidana Kasus Narkoba.

Hal ini diungkap Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bengkalis Maizar melalui Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Dian Artanto, Jumat (14/12/2018) siang. Menurut Dian, warga binaan ini meninggal dunia karena mengalami sakit sesak nafas.

Warga binaan ini meninggal dunia pada Rabu lalu sekitar pukul 12.10 WIB. Sebelum meninggal dunia, Diksan sudah tiga kali mendapat perawatan yang sebelumnya juga dirujuk ke RSUD Bengkalis.

Dian Artanto mengatakan sebelum meninggal Diksan yang menghuni kamar 13 pada Rabu kemarin dilaporkan warga binaan lainnya mengalami sakit sesak napas. Kemudian langsung dilarikan ke klinik Lapas guna mendapat perawatan. Namun dikarena sarana dan prasarana klinik belum memadai, pihak Lapas langsung rujuk ke RSUD Bengkalis.

"Setelah di RSUD, pada pukul 12.10 WIB yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia, karena penyakit sesak napas," terangnya.

"Ini yang ketiga kalinya kita rujuk ke RSUD Bengkalis, dia ini ada penyakit sesak napas. Saat kita kembali rujuk ke rumah sakit, langsung menghubungi pihak keluarganya," tambahnya

Setelah pihak rumah sakit menyatakan meninggal dunia jenazah langsung diserahkan ke pihak keluarga dan dimakamkan.

Jenazah merupakan warga Kecamatan Pinggir dan dimakamkan di sana oleh pihak keluarga. Diksan divonis hakim hukuman 4 tahun penjara, masa tahanannya akan berakhir pada tahun 2020 mendatang.(dow)

PELALAWAN, PANGKALAN KERINCI - Dinas Kebudayaan, Periwisata, Pemuda dan Olahraga atau Disbudparpora Pelalawan mengatakan pihaknya mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat tahun depan. DAK ini akan digunakan untuk berbagai penunjang pariwisata di Pelalawan.

"Kita dapat anggaran Rp 1,6 miliar dari pemerintah pusat. Dana itu lewat DAK," kata Kadisbudparpora Pelalawan Andi Yuliandri, Senin (17/12/2018) kepada Wartawan.

Anggaran sebanyak itu akan digunakan untuk penunjang pariwisata bono di Teluk Meranti. Namun bukan hanya wisata bono saja.

"Ada beberapa yang akan kita gunakan dana itu. Ada untuk Istana sayap," ujarnya.

Selain itu, pihaknya akan mempercantik tugu Equador. Tugu ini berada di Pangkalan Lesung, Pelalawan.

"Kita akan buat rest area di sana. Jadi warga yang melintas, bisa istirahat dengan enak. (dow)

INDRAGIRI HILIR, KEMUNING – Masyarakat Desa Keritang, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengeluhkan aktifitas pembuangan limbah ke aliran Sungai Mengkaseh oleh PT  Putra Keritang Sawit.

Menurut masyarakat setempat, aktifitas pembuangan limbah ke sungai sudah sering terjadi, bahkan untuk tahun ini saja sudah lebih 10 kali limbah di buang ke sungai.

Hal ini sangat meresahkan karena masyarakat sekitar sangat membutuhkan air sungai itu. Ikan yang biasa banyak dan dapat memenuhi kebutuhan warga sudah tidak ada lagi.

“Semua sudah musnah. Kami warga sini sangat berharap agar sungai kami kembali seperti semula yang dapat kami manfaatkan. Kami warga jadi menduga ada kongkalikong pihak perusahaan dengan oknum pejabat di lingkungan pemerintahan baik Desa, Kecamatan, maupun Kabupaten. Atau siapapun oknum itu,” ujar Agus seorang warga yang tinggal di sekitar sungai kepada awak media, Rabu (12/12/2018).

Menurut Agus, limbah tersebut terus menerus di buang ke sungai tanpa merasa bersalah, oleh karena itu dirinya dan masyarakat lain berharap agar perusahaan tersebut bertanggung-jawab dengan semua kerusakan yang ada akibat limbah itu", ungkap Agus dengan nada kesal.

Sementara itu, Kepala Desa Keritang, Nazarudin, membenarkan hal tersebut dan mengaku sudah berulang kali menyampaikan keluhan warga tentang limbah kepada pihak perusahaan.

Namun menurutnya, keluhan tersebut sepertinya tidak juha di gubris oleh pihak perusahaan, sehingga Nazarudin berusaha agar warga jangan sampai berbuat anarkis.

“Syukurlah warga masih mau menuruti nasehat saya. Jadi saya minta perusahan segera memperbaiki kinerjanya, agar jangan sampai menimbulkan hal-hal yang tak di inginkan,” tegas Nazarudin.(dow)

source : berita inhil

BENGKALIS, DURI - engkalis tahun 2017 lalu sempat melakukan perekrutan tenaga kontrak baru untuk pegawai di RSUD Bengkalis. amun hingga tahun 2018 hasil perekrutan tidak kunjung diumumkan. ernyata pihak RSUD Bengkalis punya alasan tersendiri hasil rekrutmen tersebut tidak kunjung diumumkan. al ini diungkap Langsung Direktur RSUD Bengkali Ersan Saputra kepada wartawan, Minggu (25/11) pagi.

Menurut dia memang ada beberapa faktor yang menyebabkan dirinya belum mengumumkan hasil rekrutmen yang dilakukan. iantaranya terkait, anggaran RSUD Bengkalis pada tahun 2018 mengalami rasionalisasi. ehingga insentif tambahan pegawai kontrak baru tidak teranggarkan.

"Insentif wajib diberikan kepada petugas kesehatan. Karena tidak ada teranggarkan pada APBD 2018 lalu kita selaku menajemen tidak berani melakukan penerimaan karyawan. Karena tentu bakal heboh jika ada karyawan baru namun nantinya tidak menerima insentif," kata Ersan.

Namun, meskipun demikian pada anggaran APBD Perubahan 2018 sudah dimasukkan dalam anggarannya. ahkan pada APBD 2019 juga sudah kita anggarkan.

"Dengan masuknya anggaran tersebut, hasil seleksi rekrutmen pada tahun 2017 kemarin akan kita umumkan menjelang akhir tahun ini," kata dia.

Secara menyeluruh jumlahnya pegawai kontrak yang baru akan diumumkan tersebut berjumlah sekitar 120 orang lebih. ereka merupakan yang lolos dari seleksi sekitar seribuan orang pendaftar.

"Yang jelas kita pastikan mereka yang lulus seleksi ini dipastikan akan bekerja. Karena sudah kita anggarkan baik di APBD Perubahan maupun APBD 2019 mendatang," tegasnya.

Ersan menambahkan, mereka yang lulus dan akan diumumkan nanti merupakan murni hasil seleksi dan kemampuan tes masing masing.

Untuk itu pihaknya berpesan kalau ada pihak tertentu yang meminta uang dengan jaminan kelulusan sebagai pegawai kontrak RSUD Bengkalis harap segera di laporkan atau minta uang yang diberikan untuk di kembalikan.

"Kita tegaskan bahwa kelulusan yang akan diumumkan nantinya murni dari hasil seleksi bukan dari lobi lobi dan lainnya. Jika ada yang meminta uang segera laporkan," tandasnya.(dow)

source : berita engkalis

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN – Belum stabil dan cenderung turunnya harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sangat dirasakan oleh masyarakat khususnya para pedagang. Dampak dari turunnya harga kelapa ini membuat daya beli masyarakat juga berkurang sehingga para pedagang sangat merasakan dampak ini.

Kabupaten Inhil memang diketahui sebagai daerah penghasil kelapa terbesar dengan penduduk yang banyak bergantung dari sektor kelapa.

“Sepi sekarang yang belanja sejak kelapa turun ni, memang susah sekarang ni,” ujar Rusli seorang pedagang daging di Pasar Terapung (Selodang Kelapa) Tembilahan kepada Tribun Pekanbaru baru – baru lama ini.

Menurut Rusli, semua pedagang khususnya di Pasar Terapung mengeluhkan sepinya pembeli tidak seperti biasanya bila harga kelapa stabil.

“Semuanya (pedagang) mengeluhkan ini, cobalah tanya. Kita harap ada tindakan terhadap ini, karena kalau terus – terusan seperti ini kasian juga pedagang dan masyarakat,” imbuhnya.

Tidak hanya di pasar, Kondisi sulit perkelapaan membuat para petani mulai mencari sumber penghasilan baru atau mencoba peruntungan profesi baru. Burhanuddin menjelaskan, harga minyak kelapa (CCO) yang anjlok berimbas kepada turunnya harga kopra petani.

“Semakin sulit, kerja tak cukup untuk makan bbanyak petani kelapa yang beralih ke pinang hingga menjadi buruh di kebun kelapa sawit,” ungkap petani Inhil ini kepada Wartawan, Rabu (21/11/2018).

Burhanuddin menjelaskan, Kalau dihitung berdasarkan harga CCO 680 USD/TON, maka harga Kopra dipabrik masih bisa minimal 5500/kg untuk kualitas kering mati.

“Kalau untuk industri terintegrasi, masih pantas mereka memberikan harga butiran 2000/kg dg kualitas buah terbaik,” katanya.

Menurutnya, masalah harga kelapa itu juga ditentukan oleh faktor nonteknis, yaitu hati dari pengusaha untuk mau berbagi.

“Begitu juga hal yang sama bagi petani dengan hati baik untuk menjual buah sesuai dengan kualitas yang dibutuhkan oleh pabrikan,” ucapnya.

Harga kelapa sebelumnya berkisar Rp. 2.700 - Rp. 3.700 per kg ditingkat petani, hingga pada saat ini hanya berkisar Rp. 600 - Rp. 800 Per kg ditingkat petani.

“Bahkan Di beberapa tempat di Inhil informasi terbaru harga sekarang berkisar Rp. 450 - Rp. 650 per Kg untuk kelapa bulat ditingkat petani,” bebernya.

Dengan harga tersebut, menurutnya, banyak petani memilih tidak panen karena merasa sangat rugi hingga buah kelapa mereka rusak.

Terpisah, Wakil Ketua Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (Perpekindo) Riau, Hamzah Kobaru, menegaskan, belum stabilnya harga kelapa harus ditangani lebih serius, karena kelapa memiliki potensi yang sangat besar dan merupakan pohon kehidupan yang sangat banyak dimanfaatkan baik dari segi pangan dan non pangan.

Menurut pria asal Inhil yang tercatat sebagai mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi di Pekanbaru ini, Kabupaten Inhil dengan julukan negeri seribu parit dan hamparan kelapa dunia memiliki Produksi kelapa sangat tinggi, namun Petani kelapa sangat mengeluh dengan persoalan harga kelapa yang belum stabil hingga saat ini.

Harga yang belum stabil seperti saat ini, membuat para petani merasakan pahitnya hidup dengan cucuran keringat, rendahnya harga kelapa yang merupakan mata pencaharian mereka dalam kehidupan sehari hari dan keluarganya.

“Ada harapan petani yang harus diperjuangkan. Pemerintah daerah perlu keseriusan menangani dan bertindak lanjut membuat kebijakan demi mengembalikan kesejahteraan petani yang sudah lama dirindukan petani dengan penstabilan harga,” tegasnya.

Menurutnya, permasalahan ini perlu sebuah strategi pengembangan kelapa hingga dapat mengetahui baik dari segi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman untuk Membuat dorongan dan menciptakan nilai tambah dari strategi pengembangan.

Potensi kelapa yang besar, dikatakannya lagi, perlu dibentuk UKM bimbingan dan pembinaan sampai tingkat petani yang difasilitasi Pemerintah baik itu dalam dan luar negeri untuk produk kelapa dan turunannya.

Selanjutnya, hal yang perlu dilakukan antara lain, membuat kebijakan standarisasi harga ditingkat petani dan optimalisasi produk turunan kelapa dan penguatan Lembaga petani kelapa yang difasilitasi pemerintah melalui perundingan dagang dengan bilateral, kementerian perdagangan membukakan jalur pasar ekspor baru ke negara lain yang membutuhkan kelapa serta segera melakukan pelaksanaan Sistem Resi Gudang (SRG).

Sementara itu, untuk sektor hulu yang harus dibenahi adalah legal atas tanah kebun kelapa rakyat, replanting kebun kelapa rakyat dengan metode tebang terbatas pada pohon yg tidak produktif.

“Serta melakukan mixcrop dengan tanaman perkebunan lainnya seperti pinang kopi dan tanaman lainnya yang sesuai dengan lahan setempat,” pungkas Hamzah.(dow)

source : berita inhil

PELALAWAN, PANGKALAN KURAS - Polsek Pangkalan Kuras mengamankan tumbuhan yang diduga jenis tanaman ganja di Desa Dundangan Kecamatan Pangkalan Kuras, Jumat (23/11/2018) yang ditanam di dalam pot.

Penemuan tanaman ganja itu terletak di Jalan Simpang SPA Desa Dundangan, Pangkalan Kuras. Tumbuhan terlarang itu ditanam di dalam tujuh pot bunga yang tingginya beragam.

Tim Unit Reskrim Polsek Pangkalan Kuras mengecek lokasi penemuan tanaman ganja di Desa Dundangan, Jumat pekan lalu. Polisi masih menyelidiki siapa pemilik dan yang menanam tumbuhan terlarang itu. Namun hingga kini polisi tidak mengetahui siapa pemilik ataupun yang menanam tumbahan ganja itu.

"Sekarang barang bukti sudah diamankan di Mapolsek pangkalan Kuras untuk penyelidikan lebih lanjut," kata Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi Irwan, kepada Wartawan, Minggu (25/11/2018).

Penemuan tanaman ganja berawal dari laporan Bhabinkamtibmas desa Dundangan Aipda Donni menerima informasi dari masyarakat bahwa bernama alfajar (49), bahwa ada tanaman yang diduga ganja di Jalan Simpang SPA.

Menerima kabar itu, Aipda Donni langsung ke Tempat Kejadi Perkara (TKP) untuk memastikan temuan warga tersebut. Setelah tiba di lokasi, ternyata benar adanya tujuh pot ditanami ganja.

Selanjut Aipda Donni menghubungi Kapolsek Pangkalan Kuras Kompol Ali Ardi melaporkan penemuan tanaman ganja. Tak berapa lama Kanit Reskrim Ipda Dafrigo bersama personil lainnya melakukan penyelidikan. Namun polisi masih memburu pemilik atau yang menanam tumbuhan yang dilarang negara itu. (dow)

source : berita pelalawan
Powered by Blogger.