PEKANBARU, TAMPAN - Jelang HUTnya yang Pertama, Aulia Hospital gelar Seminar Medis 'Penanganan Terkini Kasus Kasus Kehamilan'. Acara yang diselenggarakan pada Sabtu (16/9) di Auditorium lt. 8 Gedung Aulia Hospital ini menghadirkan 3 pembicara yang merupakan Dokter Dokter Spesialis Obgyn (Kandungan) terkenal di Provinsi Riau dan merupakan Dokter yang berpraktek di Aulia Hospital serta dipandu langsung selaku moderator oleh dr. Zul Aida, Sp. OG. 

auliahospital.com

Para pembicara yang menjadi pemateri dalam acara ini antara lain, dr. Emdahril Mochtar, Sp. OG, dr. Teddy Yustim, Sp. OG dan dr. Ibnu Sina, Sp. OG. Secara bergantian pemateri memberikan edukasi dan informasi aktual terkait penanganan pada kasus-kasus kehamilan yang sering terjadi. Antusiasme peserta yang hadirpun dibuktikan dalam acara ini ketika diberikan kesempatan pada sesi tanya jawab yang dipandu langsung oleh Moderator. 

auliahospital.com
Sebelumnya, acara ini diawali dengan pembukaan perkenalan Aulia Hospital dengan visi misinya menjadi Rumah Sakit terunggul di Provinsi Riau, yang dipaparkan langsung kepada Peserta yang hadir oleh Yulmizen selaku Manajer Pemasaran Aulia Hospital. Dan berikutnya baru seminar tiga sesi sekaligus,  lanjut coffee break, door prize, tanya jawab dan terakhir penutupan oleh Panitia.
dr. Herutami Kusumowardani, MPH selaku Direktur Utama Aulia Hospital dalam sambutannya pun berharap agar kegiatan seminar ini mampu memberikan sumbangsih bagi para praktisi kebidanan yang menjadi mitra Klinik Aulia Hospital sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat luas. 

auliahospital.com
Acara ini pun diselenggarakan dalam rangka HUT Pertama Aulia Hospital yang jatuh pada tanggal 2 Oktober 2018. Sehingga sesuai dengan slogannya 'your healthcare solution', Aulia Hospital di ulang tahun pertamanya ini dapat menjadi pusat rujukan terpercaya bagi masyarakat Riau khususnya.

(baca : Aulia Hospital Sukses Gelar Seminar Rekam Medis)

Adi Darma selaku ketua panitia acara seminar pun menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada tim yang telah bekerja dan berpartisipasi maksimal, serta tidak lupa pula ucapan terimakasih kepada peserta yang hadir sehingga kegiatan seminar berjalan dengan meriah dan lancar.(bal/hum)

ROKAN HULU, PASIR PENGARAIAN - Proses pemekaran 30 desa persiapan tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sudah diajukan ke Pemerintah Provinsi Riau.

Ketua DPRD Kabupaten Rohul Kelmi Amri SH mengatakan pemekaran desa merupakan keinginan Pemkab Rohul yang didahului dengan pembentukan sekira 30 desa persiapan.

Diakui Kelmi, Pemkab Rohul sudah menyurati Pemprov Riau, dalam hal ini Gubernur Riau meminta nomor registrasi tentang Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pemekaran Desa atau Desa Persiapan.

Dua hari lalu, ungkap Kelmi, dirinya sudah bertemu langsung dengan Kepala Biro Tapem Riau dan bertemu Sekretaris BPMP Bangdes Provinsi Riau.

"Setelah kita cek surat ke sana ternyata surat yang masuk melalui Biro Umum ini belum diteruskan ke Biro Tapem, Biro Hukum maupun BPMP Bangdes untuk diharmonisasi," ungkap Kelmi.

Mantan Ketua KNPI Rohul ini mengharapkan Pemprov Riau serius mengurusi pemekaran desa, karena sebagai sebuah kebutuhan dalam rangka memperpendek pelayanan administrasi pemerintahan dan kependudukan kepada masyarakat.

Kelmi mengapresiasi semangat Pemkab Rohul yang sudah menuntaskan verifikasi secara administratif dan teknis, sesuai tahapan yang harus dilakukan ke Pemprov Riau.

"Harapan kita ya sebagai mewakili masyarakat dari lembaga DPRD agar Pemprov Riau juga menganggap masalah ini serius bagi Rokan Hulu," harap Kelmi.

Hasil berjumpa dengan Biro Tapem dan BPMP Bangdes Provinsi Riau, Kelmi mengaku juga sudah menyampaikan hasilnya ke Bupati Rohul H. Suparman S.Sos, M.Si.

"Saya berharap ini (pemekaran desa) betul-betul dikawal, dan saya yakin dalam waktu dekat tahapan ini akan selesai jika memang provinsi memahami ini sebagai semua kebutuhan masyarakat Kabupaten Rokan Hulu," ujarnya.

Kelmi mengatakan setelah nomor registrasi keluar, maka Pemkab Rohul harus menunjuk atau mengangkat Penjabat Kades yang akan dimekarkan‎ dari unsur pegawai negeri sipil yang memahami tentang tata kelola pemerintahan.(rou)

ROKAN HULU, TAMBUSAI - Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), H. Thamrin M.Sy, dikabarkan mengalami luka gara-gara kembang api saat Malam Takbiran di Dalu Dalu Kelurahan Tambusai Tengah, Kamis (31/8/17) malam.

Informasi warga Dalu Dalu mengungkapkan‎, insiden berawal saat prosesi Malam Takbiran tingkat Kecamatan Tambusai dihadiri Camat Tambusai Muammer Ghadafi, Kapolsek Tambusai AKP Yuli Hasman, Danramil 011/ Tambusai, belum lama dimulai.

Saat pelepasan kembang api, warga mengatakan ada percikan yang tidak meledak di atas, namun mengarah ke atas panggung atau pentas. Percikan menyebabkan Kepala KUA Tambusai Thamrin dan pejabat Upika yang berada di atas pentas spontan melompat dari atas panggung.

Warga tidak mengetahui bagaimana kondisi dialami Kepala KUA Tambusai setelah melompat dari atas panggung, sebab langsung dibawa mobil Ambulance ke Puskesmas Dalu Dalu‎.

Kepala Kantor Kemenag Rohul Drs. H. Syahrudin S.Ag, M.Sy dikonfirmasi mengaku belum mengetahui ada insiden di malam takbiran di Dalu Dalu.

Insiden malam takbiran di Dalu Dalu dibenarkan oleh Kapolsek Tambusai AKP Yuli Hasman. Diakuinya, kejadian tersebut hanya insiden kecil saja.

Ia mengungkapkan Kepala KUA Tambusai hanya mengalami luka di bagian tumit kaki karena melompat dari atas panggung.

AKP Yuli Hasman mengatakan meski luka kecil, namun Kepala KUA Tambusai akan dirujuk ke RSUD Rohul malam ini juga.

"Hanya luka di bagian tumitnya saja karena melompat dari pentas," jelas AKP Yuli Hasman di ujung telepon kepada awak media, Kamis malam.(kim)

PELALAWAN, PANGKALAN KERINCI - Majelis Hakim Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, nyatakan Heri Siswanto terbukti secara sah melakukan pelanggaran hukum dengan cara melakukan pungutan liar (pungli) dengan menggunakan jabatan atau kewenangannya.

Atas tindakannya itu, Kasi Manajemen Rekayasa dan Keselamatan Lalu Lintas Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pelalawan itu dijatuhi sanksi hukuman pidana penjara selama satu tahun.

Dalam amar putusan majelis hakim yang diketuai Dahlia Panjaitan SH pada sidang Kamis (31/8/17) pagi. Heri Siswanto terbukti melanggar Pasal 12 huruf e UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

" Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun denda Rp 50 juta subsider 1 bulan," tegas Dahlia.

Dengan putusan majelis hakim tersebut, terdakwa menyatakan menerima dan jaksa penuntut masih pikir pikir.

Sebelumnya, Heri Siswanto dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Marel SH, Gina Olivia SH dan Yuriza Antoni SH dengan hukuman kurungan penjara selama 1 tahun 3 bulan (15 bulan). Selain itu, terdakwa juga dikenakan hukuman denda sebesar Rp 50 juta subsider 3 bulan.

Seperti diketahui, Heri Siswanto dihadirkan kepersidangan tipikor terkait perkara pungutan liar (pungli) sebesar Rp3 juta.

Heri yang tertangkap pada operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pihak Polres Pelalawan itu, berawal dari korban Waluyo yang ingin mengurus Kir truk tronton miliknya kepada terdakwa. 

Waluyo ingin memutasi kendaraan dengan nomor polisi BM 9203 CJ dari Kabupaten Bengkalis ke Pelalawan tersebut, terdakwa kemudian menawarkan urusan dipercepat dengan biaya Rp3,5 juta. Akan tetapi, korban meminta keringanan menjadi Rp 3 juta.Terdakwa pun setuju. 

Pada saat penyerahan uang tersebut, terdakwa langsung ditangkap bersama barang bukti, fan langsung digelandang ke Mapolres Pelalawan. (rey)

PEKANBARU, SUKAJADI - Kadiskes Kota Pekanbaru, Helda S Munir Kamis (24/8/17) mengajak warga Pekanbaru untuk waspada DBD. Karena saat ini, Pekanbaru memasuki masa pancaroba yang merupakan masanya nyamuk demam berdarah berkembang biak.

Ajakan itu terkait jumlah kasus DBD sepanjang Januari-Agustus 2017 yang sudah mencapai 458 kasus. Dengan 2 korban meninggal dunia.

"Ayo waspada DBD. Ayo bergotong royong membersihkan lingkungan di sekitar tempat tinggal kita. Jangan sampai ada sarang nyamuk demam berdarah di lingkungan kita," ajaknya,

Data Diskes Pekanbaru menyebutkan bahwa dari 458 kasus DBD di Pekanbaru, kasus DBD di Kecamatan Bukit Raya ada 73 kasus, Tenayan Raya  ada 64 kasus, Tampan ada 62 kasus, Payung Sekaki ada 51 kasus, Marpoyan Damai ada 51 kasus, Rumbai ada 32 kasus, Senapelan ada 30 kasus, Limapuluh ada  26 kasus, Rumbai Pesisir ada 23 kasus, Sukajadi ada 20 kasus, Pekanbaru Kota ada 19 kasus dan Sail ada 7 kasus.


"Jika ada keluarga, tetangga atau famili kita yang mengalami demam dengan ciri ciri DBD, segeralah dibawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit. Jangan sampai terlambat penanganannya," imbaunya.(dow)

source : www.harianvokal.com

BENGKALIS, DURI - 136 Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Bengkalis teken Pakta Integritas, pencegahan tindak pidana korupsi dalam pemanfaatan dan pengelolaan dana desa. 

Secara simbolis penandatanganan Pakta Integritas tersebut dilakukan di lantai empat Kantor Bupati Bengkalis, disela-sela kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Dana Desa dan Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, Kamis (24/8/17). 

Disaksikan, Bupati Bengkalis Amril Mukminin, Kepala Kejari Bengkalis Rahman Dwi Saputra, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bengkalis Ismail, Pelaksana Tugas Inspektur Bengkalis Suparjo dan 11 Camat yang hadir. 

Pakta Integritas sebagai bentuk komitmen Kades agar melaksanakan beberapa poin, diantaranya dalam pengelolaan dan penggunaan dana desa akan mematuhi ketentuan, melaksanakan pengelolaan keuangan desa secara disiplin, akuntabel, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Selanjutnya, menggunakan dana desa untuk kepentingan masyarakat sesuai ketentuan, dan tidak akan melakukan tindakan korupsi dalam penggunaan dana desa. Sebagai Kades, akan berperan aktif dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi dalam penggunaan dana desa. 

Kesempatan ini, Bupati Bengkalis Amril Mukminin mengatakan, melalui sosialisasi ini aparatur desa memperoleh pencerahan dan pemahaman tentang hukum dan mengetahui keberadaan TP4D sebagai upaya tertib administrasi dan keuangan. 

"Keberadaan TP4D ini untuk mencegah timbulnya kerugian negara dan daerah. Oleh karena itu, agar aparatur tidak sungkan untuk meminta pendampingan. Agar kegiatan dan program berjalan sebagaimana mestinya," ungkapnya. 

Sementara itu, ditemui sejumlah wartawan, Kepala Kejari Bengkalis Rahman Dwi Saputra didampingi Kasi Intelijen Rully Afandi mengingatkan, desa memiliki sumber dana yang besar baik dari APBD maupun APBN harus mampu dikelola dengan baik, efektif dan efisien dan jangan sampai berdampak pada hukum. 

"Agar hati-hati dalam mengelola anggaran agar bermanfaat untuk masyarakat. Kami siap mendampingi desa dengan TP4D jika ada permintaan dari desa. Patuhi ketentuan yang berlaku dan seluruh kegiatan dipertanggungjawabkan dengan baik," pesannya.(zul)

KAMPAR, BANGKINANG - Bupati Kampar yang diwakili Staf Ahli Pemkab Kampar Bidang Ekonomi Zamzami menghadiri sosialisasi peraturan tentang pengelolaan dana desa dan peran TP4D dalam penggunaan dana desa di kabupaten Kampar dengan tema Mari bangkit dan bangun desa untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Desa di gedung serbaguna Adhyaksa kejaksaan negeri Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar Kamis (24/8/17). 

Acara ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia di hari yang sama di ikuti seluruh kepala desa se- Indonesia, dan untuk Kabupaten Kampar di pusatkan di Kejari kampar jalan lingkar Bangkinang Kota dan diikuti sebanyak 242 kepala desa. 

Dalam pidatonya Zamzami mengharapkan kepada para kepala desa untuk dapat melaksanakan pembangunan desa secara optimal dan penyerapan dana desa semaksimal mungkin agar pembangunan merata di seluruh wilayah desa. 

"Penyerapan dana desa untuk pembangunan dan pengembangan desa harus semaksimal mungkin, pendampingan dari kejaksaan adalah untuk mempermudah pencapaian pembangunan didesa,"ungkap Zamzami. 

Sementara itu Kajari Kampar Dwi Antoro yang membuka acara ini secara resmi menjelaskan bahwa team pengawalan pengaman pemerintah dan pembangunan daerah (TP4D) akan membantu kepala desa dan perangkat desa dalam hal penggunaan dan pengimplementasian dana desa sehingga dana desa ini dapat dipergunakan sesuai peruntukannya. 

Kepala Kajari Kampar juga mengenalkan Ketua TP4D Kampar merangkap sebagai kasi Intel Devitra Romiza, Beserta team yang akan melakukan pendampingan. 

"Desa harus dikelola secara baik, team TP4D akan memberikan solusi apabila terdapat hambatan untuk penyerapan dana desa di masyarakat,"ungkap Dwi. 

Diharapkan kedepannya tidak ada kendala dalam pelaksanaan nantinya dan masyarakat dapat menikmati pembangunan dan pembinaan melalui dana desa. Kejaksaan Negeri Kampar beserta jaksa mengawal, desaku membangun dari,oleh dan untuk masyarakat desa.(kim)

RIAU, PEKANBARU - Demi mempermudah akses dan transparansi informasi ketersediaan kamar perawatan di rumah sakit bagi peserta JKN-KIS, semua rumah sakit yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan mesti diwajibkan untuk memiliki Aplicares. Aplikasi berbasis website yang dapat diakses melalui smartphone tersebut sangat diperlukan untuk memberikan keterbukaan informasi sehingga pelayanan kepada peserta JKN-KIS dapat berjalan lebih optimal.

"Kita sudah pernah mensosialisasikan Aplicares ini kepada semua rumah mitra BPJS Kesehatan. Harapan kita tentunya semua rumah sakit bisa menerapkan aplikasi tersebut sehingga bisa diketahui kondisi kamar perawatan di faskes yang diinginkan. Kita bisa tahu (kamar perawatan) sudah penuh atau masih ada yang kosong. Kemudian pasien rujukan dari klinik ke rumah sakit juga bisa mendapatkan pelayanan dan perawatan yang lebih baik," ujar Kepala BPJS Kesehatan cabang Pekanbaru, Eddy Martadinata disela kegiatan Media Gathering dengan para awak media, Jum'at (18/08/17). 

Mengingat betapa pentingnya Aplicares itu, BPJS Kesehatan pun memberikan batas waktu maksimal sampai akhir tahun 2017 agar seluruh rumah sakit yang telah bekerjasama diwajibkan untuk menerapkan Aplicares tersebut. Jika tidak, maka pihak BPJS Kesehatan juga akan memberikan sanksi terhadap rumah sakit yang bersangkutan. Bisa berupa sanksi peringatan maupun sanksi yang lebih tegas lagi. 

"Aplicare ini wajib, jadi bukan sekedar imbauan. Paling lambat sampai akhir tahun 2017, semua rumah sakit mitra BPJS Kesehatan wajib menerapkannya. Kalau tidak ya pasti kita berikan sanksi peringatan kepada pihak rumah ataupun sanksi tegas lainnya," sebutnya. 

Menurutnya, di Provinsi Riau sendiri baru dua rumah sakit mitra BPJS Kesehatan yang sudah menerapkan Aplicares tersebut yaitu Rumah Sakit Kampar dan Rokan Hulu. Sedangkan rumah sakit lainnya belum menerapkan sama sekali, termasuk rumah sakit yang berada di Pekanbaru.(dow)

PEKANBARU, TAMPAN - Memperingati HUT ke-72 Kemerdekaan RI, Aulia Hospital menggelar serangkaian acara mulai dari upacara bendera hingga berbagai perlombaan yang telah diselenggarakan jauh hari sebelum HUT RI berlangsung hingga hari ini, Kamis (17/8).

Upacara bendera yang dilakukan di halaman luar bangunan 8 lantai Aulia Hospital ini merupakan bagian dari rangkaian acara untuk meramaikan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia serta menumbuhkan semangat nasionalisme.

"Rangkaian acara ini tentu tidak terlepas dari semangat hari kemerdekaan Indonesia yang memberikan penekanan menumbuhkan semangat nasionalisme dalam merayakan kemerdekaannya, dan tentunya secara khusus bertujuan untuk mempererat silaturahmi sesama Karyawan sehingga terciptanya tim yang solid dalam bekerja demi memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal," ujar dr. Rr. Herutami Kusumowardani, MPH selaku Direktur Utama Aulia Hospital Kamis (1‎7/8).

Usai penyelenggaraan upacara bendera, rangkaian acara dilanjutkan dengan berbagai perlombaan untuk Karyawan. Dimulai dari Balap Karung, Memasukan Belut Kedalam Botol, Makan Kerupuk hingga Menghias Wajah Laki Laki. Namun, sebenarnya Aulia Hospital sudah melaksanakan event perlombaan mulai 10 Agustus 2017 lalu.

Hal ini dijelaskan langsung oleh Yulmizen selaku Ketua Panitia acara, diterangkannya "Aulia Hospital sudah menggelar event perlombaan ini dari tanggal 10 Agustus, kita mulai taja kegiatan menghias ruangan kerja dari masing-masing Divisi, perlombaan Karaoke antar Klinik, bahkan di bidang Olahraga pun kita adakan event pertandingan badminton antar Perusahaan mitra Aulia Hospital".

Mizent menambahkan, "Kami selaku Panitia mengucapkan terimakasih kepada peserta yang telah berpartisipasi dalam memeriahkan HUT RI ke 72 di Aulia Hospital. Semoga di tahun depan, kita dapat menyelenggarakan event serupa yang jauh lebih menarik dan variatif", terangnya.

Tentunya, dengan rangkaian acara di HUT RI ke 72 ini diharapkan Aulia Hospital sebagai Rumah Sakit modern di Provinsi Riau dapat mengemban amanah dalam menjalankan fungsinya sesuai slogan 'your helathcare solution' dan memberikan kontribusi bagi Indonesia dalam rangka merayakan hari kemerdekaan ke-72 ‎dengan membantu upaya pemerintah dalam meningkatkan standar kesehatan masyarakat Indonesia. (mij)

RIAU, PEKANBARU - Aulia Hospital sukses menggelar acara seminar Rekam Medis sebagai wahana penyegaran ilmu bagi para perekam medis dan mahasiswa. Acara yang bertajuk “Legalitas Pelepasan Informasi Rekam Medis Dalam Era Pembiayaan Berbasis Asuransi dan Kualitas Pencatatan Rekam Medis Terkait Mutu Serta Legalitas", diselenggarakan pada ahad (23/7) di Auditorium lt. 8 Gedung Aulia Hospital. Kegiatan ini menghadirkan 3 pembicara atau narasumber dan dihadiri oleh lebih dari 150 peserta baik dari dalam maupun luar Kota Pekanbaru.

Peserta yang berpartisipasi diantaranya dari Eka Hospital, Awal Bros Sudirman, Awal Bros Panam, Puskesmas di Pekanbaru, RS Prima, RS Ibnu Sina, RSUD Taluk Kuantan, Awal Bros Ujung Batu, RSUD Dumai, Puskesmas Harapan Raya, RS Eria Bunda, RS Syafira, RSUD Meranti, RS Tebing Tinggi Sumatra Utara, RSUD Bangkinang, Puskesmas Rohul, RSUD Natuna , RS Achmad Muchtar Bukittinggi, RS Azzahra Ujung Batu, RS Sansani, RS Santa Maria, RSIA Budi Mulya, RS PMC, SMEC, RS Tandun, Puskesmas Lubuk Jambi, RSU Mutia Sari, UIN Susqa Riau, RS Mesra, RS. Zainab, RS. Bina Kasih, RS Bhayangkara, Puskesmas Simpang 3, Puskesmas Tapung I, RS Tabrani, Puskesmas Rumbio Jaya dan masih banyak lainnya.

http://www.riaucitizen.com/2017/07/aulia-hospital-gandeng-pormiki-riau.html

Para pembicara yang menjadi pemateri dalam acara ini antara lain dari praktisi hukum legalitas Rumah Sakit, Aulia Amri, SH MH, dengan materi Aspek Legal Dokumen Pendukung Rekam Medis, Gussix Parizon,SH, MH, dengan materi Aspek Hukum Dan Tata Cara Pelepasan Informasi Rekam Medis dan Tarmizi, A.Md, PK, SKM (Dewan Pertimbangan DPD Pormiki Provinsi Riau) dengan materi Kualitas Pencatatan Rekam Medis Terkait Mutu Dan Legalitas. Acara ini diawali dengan pembukaan, selanjutnya seminar tiga sesi sekaligus, coffee break, door prize, tanya jawab dan terakhir penutupan oleh Panitia.

http://www.riaucitizen.com/2017/07/aulia-hospital-gandeng-pormiki-riau.html
dr. Rr. Herutami Kusumowardani, MPH selaku Direktur Utama Aulia Hospital dalam sambutannya berharap agar kegiatan seminar ini mampu memberikan sumbangsih bagi penguatan kompetensi para perekam medis dalam penanganan pelepasan informasi rekam medis sesuai dengan aspek hukum yang berlaku sehingga nantinya dapat meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat luas. 

Acara ini pun diselenggarakan dalam rangka program kerja rutin tahunan dari Instalasi Rekam Medis. Tujuan dari acara ini adalah untuk meningkatkan kompetensi dan mengupgrade wawasan perekam medis dan calon perekam medis terkait dengan aspek hukum dan kualitas pencatatan rekam medis, sehingga nantinya pelayanan rekam medis dapat berjalan dengan maksimal.


http://www.riaucitizen.com/2017/07/aulia-hospital-gandeng-pormiki-riau.html
Nesia Oktarina, AMd PK, S.Kom selaku ketua panitia pelaksana seminar pun mengaku sangat senang telah melaksanakan kegiatan seminar dengan lancar dan sukses, ungkapannya saat diwawancarai awak media menyampaikan,"ya tentunya dengan kerjasama tim, acara seminar ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Dan kami dari penitia mengucapkan terimakasih atas pertisipasi dari rekan sesama perekam medis dan calon perekam medis dan berbagai unsur sehingga terlaksananya acara ini dengan sukses".(six)

source : www.riau.news
Powered by Blogger.