RIAU, PEKANBARU - Bank Riau Kepri (BRK) menggelar workshop di Batam yang bertajuk Penerbitan Obligasi PT. Bank Riau Kepri, Jumat (24/2/17). Seminar ini menghadirkan 3 pembicara yaitu Wakil Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepulauan Riau Asri Agung Putra, SH, MH, Kepala Badan Penagawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau Dikdik Sadikin dan akademisi dan praktisi bidang pasar modal Prof. Dr. Adler Haymans Manurung. 

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Pola keterbukaan yang dilakukan BRK dan mengajak keterlibatan semua komponen stakeholder Bank Riau Kepri dalam program-program BRK seperti rencana penerbitan obligasi, mendapat pujian dan apresiasi dari Wakajati Kepulauan Riau Asri Agung Putra, SH, MH dan Kepala BPKP Riau Dikdik Sadikin. Wakajati Kepri menyatakan, yang dilakukan BRK dengan mengajak dari sejak awal para pihak yang terkait tahu dan memahami rencana rencana besar BRK, maka tentunya akan mendapat dukungan penuh dari semua pihak. 

Begitu juga pernyataan dari Kepala BPKP Riau Dikdik Sadikin, yang juga memberikan apreasiasi bahwa BRK layak diberikan apresiasi atas keterbukaan dan mengajak para pihak untuk memajukan BRK dan menurut Dikdik, pihak BPKP Riau yang selalu diminta oleh BRK mengawal program -program tersebut, maka BPKP Riau akan selalu siap ikut mengawal BRK yang menjadi kebanggaan masyarakat Riau dan Kepulauan Riau, ujar Dikdik Sadikin.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Turut hadir dalam acara ini mitra kerja dari Bank Riau Kepri yaitu anggota dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau yaitu Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Manahara Manurung, Ketua Komisi C DPRD Provinsi Riau Aherson, S.Sos, M.Si beserta Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Riau H. Musyaffak Asikin dan sejumlah Anggota Komisi C DPRD Provinsi Riau seperti Husaini Hamidi, SE, MH, Rosfian, MM, H. Husni Thamrin, SH, M.Si, Soniwati, Hj. Supriati, S.Sos dan Hj. Yulianti, SH, MH. Sedangkan dari BRK hadir Komisaris Utama HR. Mambang Mit, Direktur Operasional Denny M Akbar, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko Eka Afriadi, Pemimpin Cabang Batam Antoni Sujarwo dan seluruh Pemimpin Divisi BRK. Seluruh tamu undangan workshop tampak antusias mengikuti pemaparan seluruh pembicara sampai selesai. 

Sebelumnya BRK juga telah menggelar workshop yang sama di Pekanbaru untuk wilayah daratan pada akhir bulan Juni tahun lalu. Dalam workshop ini di paparkan peranan obligasi dalam mengembangkan perbankan, dimana obligasi dianggap mampu memberikan penguatan pembiayaan jangka panjang dan meningkatkan daya saing. Sudah saatnya BRK tidak bergantung lagi kepada APBD pemerintah daerah, karena saat ini kondisi APBD pemerintah daerah mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dirut BRK DR. Irvandi Gustari dalam kata sambutannya menyampaikan di tahun 2017 ini BRK akan melakukan tiga hal besar yaitu Spin Off Syariah, penerbitan obligasi dan penambahan modal oleh pemegang saham. Dalam Struktur pendanaan di industri keuangan, tentunya harus dicari suatu titik keseimbangan sumber pendanaan dalam mendukung pembiayaan jangka panjang. Tidaklah ideal bilamana untuk pembiayaan jangka panjang, sumber pendanaannya adalah berasal dari dana jangka pendek. Contohnya untuk kredit jangka menengah yang jangka waktu pijamannya 3- 5 tahun saja, tidaklah ideal bila hanya didukung sumber pendanaan dari Dana Pihak Ketiga yang jangka pendek seperti Giro dan Deposito. 

Obligasi adalah salah satu bentuk solusi untuk mendukung pembiayaan jangka menengah dan jangka panjang. Bagi dunia perbankan , penerbitan obligasi adalah suatu bentuk kelaziman yang dilakukan dalam membentuk titik keseimbangan ideal dalam struktur pendanaannya dalam kaitan mendukung pembiayaan-pembiayaan jangka menengah dan panjang tersebut.

Penerbitan obligasi tidak ada kaitannya dengan adanya isu kesulitan likuiditas. Seperti yang kami dijelaskan diawal, contoh nya pada Bank Riau Kepri, Obligasi yang pernah dimiliki hanya sebesar Rp 500 miliar, bandingkan dengan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp 16 Trilliun. Tidak sampai 1 %. Justru obligasi adalah peluang bisnis, memanfaatkan fasilitas sumber pendanaan jangka panjang.

Dalam paparannya Prof. Dr. Adler Haymans Manurung menyampaikan hasil kajian yang pernah dilakukannya berdasarkan laporan keuangan BRK tahun 2015 sepatutnya BRK telah memenuhi syarat untuk menerbitkan obligasi sebasar 5 triliun walapun setelah di konfirmasi kepada Irvandi, untuk tahap awal akan menerbitkan lagi sebesar 1,5 triliun mengingat rating BRK adalah “A”. 

Lebih lanjut dikatakan Adler, perekonomian Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau tumbuh lebih 5% per tahunnya dalam lima tahun terakhir. Pertumbuhan perekonomian tersebut membutuhkan pendanaan yang diperoleh dari Bank lokal di kedua Provisnsi tersebut yaitu Bank Riau Kepri dan bank lain yang membuka cabang di kedua provinsi tersebut.

Berdasarkan data Bank Indonesia tentang Riau, bahwa kredit pada tahun 2010 sebesar Rp. 42.380 Milyar dan mengalami kenaikan menjadi Rp. 85.963 Milyar pada tahun 2015. Artinya ada pertumbuhan kredit sebesar Rp. 15,19% per tahun selam periode tersebut. 

DPK yang dapat dikumpulkan oleh bank-bank di Riau sebesar Rp. 36.866 Milyar pada tahun 2010 dan meningkat menjadi Rp. 62.830 Milyar pada tahun 2015. Artinya, ada pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 11,25% per tahunnya. Data tersebut memperlihatkan bahwa angka kredit lebih tinggi dari DPK yang dimiliki perbankan baik di tahun 2010 maupun pada tahun 2015. Bila dilihat dari pertumbuhannya, maka pertumbuhan kredit lebih tinggi dari pertumbuhan dana pihak ketiga.

Atas hasil ini, maka perbankan harus mendapatkan sumber lain yaitu obligasi dan sebagainya. Bila dilihat dari paper tentang usulan penerbitan obligasi dinyatakan juga bahwa Bank Riau Kepri harus menerbitkan obligasi untuk mendapatkan dana pembiayaan yang akan disalurkan kepada konsumen. Oleh karena itu, selayaknya bank-bank di Riau melakukan tindakan agar bisa beroperasi lebih baik dan bisa mendukung perekonomian Riau dan pendanaan tersebut harus tida dengan DPK lagi.

Menurut Adler, BRK bisa menerbitkan obligasi lagi dengan nilai yang lebih tinggi untuk pendanaan di masa mendatang. Pengalaman bank-bank sejenis juga melakukan hal yang sama seperti Bank Jatim, Bank Sumut, Bank Jabar dan Bank Jateng. Sebagai contoh yang menarik, pegadaian sudah melebihi 10 kali menerbitkan obligasi dan obligasi berikutnya selalu lebih besar dari obligasi sebelumnya agar bisa membiayai bisnis pegadaian.

Jadi, menurut Adler untuk menghitung tingkat keuntungan dari obligasi tidak bisa dihitung berdasarkan dana hasil obligasi disalurkan head to head kepada salah satu jenis pembiayaan, dan juga menurut Adler obligasi merupakan salah satu bagian pendanaan dari BRK secara menyeluruh dan tidak bisa dihitung sebagai dasar cost of fund tersendiri melainkan untuk menghitung cost of fund tersebut biaya kupon obligasi itu harus digabungkan (Blanded) dengan biaya dana dari deposito, giro dan tabungan.(brk*02)

RIAU, PEKANBARU - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyambangi Mesjid Al Mukminin di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru untuk bersama-sama melaksanakan sholat Jum'at berjamaah. Usai sholat, pria yang akrab disapa Andi Rachman itu menyerahkan bantuan atas nama pribadi sebesar Rp25 juta.

"Ini infaq atas nama pribadi. Gunakanlah dana ini untuk menyelesaikan pembangunan mesjid ini," kata Andi Rachman di depan para jamaah, (Jumat, 24/2/17).

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Kondisi Mesjid Al Mukminin memang terlihat agak memprihatinkan. Andi menyarankan kepada pengurus mesjid, kalau ingin meminta bantuan kepada pemerintah harus mengajukan proposal jauh-jauh hari karena sistem keuangan sekarang berbeda dibanding era yang lalu. 

"Kalau mau mengajukan proposal bantuan kepada pemerintah daerah, harus diajukan satu tahun sebelumnya. Jadi kalau diajukan tahun ini, baru bisa diakomodir tahun depan," ulasnya. 

Pada kesempatan itu, Andi juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Pekanbaru khususnya Kelurahan Meranti Pandak yang telah ikut menyukseskan Pilwako Pekanbaru baru-baru ini. 

"Alhamdulillah kita sudah bisa menyukseskan Pilwako sebagai salah satu proses demokrasi," ujarnya. Andi juga mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan, termasuk pengaruh negatif dari luar seperti narkoba. Mesjid, tegas Andi, harus dijadikan benteng untuk menjaga pengaruh-pengaruh buruk itu. 

"Para ulama dan pemuka-pemuka masyarakat mari kita sama-sama menjaga lingkungan dan anak-anak kita dari berbagai pengaruh negatif. Apalagi daerah kita berbatasan langsung dengan negara tetangga," ulasnya.

Andi mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi Riau memang agak menurun karena pengaruh harga minyak dan hasil perkebunan baik sawit maupun karet yang sempat terjun bebas. "Harga minyak, sawit ataupun karet ditentukan oleh dunia. Oleh karena itu ke depan kita tidak bisa terlalu tergantung kepada komoditas minyak ataupun sawit dan karet. Kita harus kembangkan sektor lain seperti pariwisata dan lainnya," papar Andi.

Andi juga mengatakan bahwa tahun 2017 ini Pemerintah Provinsi Riau akan melanjutkan pembangunan Jembatan Siak IV. Pembangunan Jembatan Siak IV sempat terkendala karena ada masalah hukum. Setelah proses hukum selesai, Pemprov Riau kembali melanjutkan pembangunanya. "Kalau nanti jadi, maka akses jalan tentu semakin baik. Kemacetan berkurang," pungkasnya.(dow)

source : www.riau.news

KEPRI, LINGGA - Bupati Kabupaten Lingga H. Alias Wello S.IP yang diwakilkan oleh Sekda Kabupaten Lingga Drs. Abu Hasim, MM, menandatangani perjanjian kerja sama Penerimaan Pembayaran dan Pemindah Bukuan Hasil Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dengan Direktur Utama Bank Riau Kepri (BRK) DR. Irvandi Gustari, di ballroom Hotel Harmoni Batam, Rabu (22/02/17).

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau

Turut Hadir dalam acara ini Asisten I Kabupaten Lingga Drs. M. Asward, Kepala Bappenda Kabupaten Lingga Said Sudrajat beserta staff ahli Adi Pawinari, Kabag Pemerintahan Kabupaten Lingga Dodi Suhendra dan Pemimpin Divisi Produk Dana dan Jasa BRK Andi Mulya beserta Pemimpin Cabang BRK Tanjung Pinang Yudi Asdam. Bank Riau Kepri telah mengimplementasikan pembayaran dan pemindah bukuan hasil PBB-P2 di beberapa Kabupaten dan Kota diantaranya Kab. Bintan, Dumai, Bagan Siapi-api dan Kota Pekanbaru

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Program ini dapat membantu Pemerintah Daerah untuk memantau dan mengetahui langsung data pembayaran PBB yang dilakukan oleh wajib pajak. Selanjutnya program ini juga sebagai bentuk peningkatan layanan kami kepada peserta wajib pajak.

Dalam sambutannya Bupati Kabupaten Lingga yang diwakilkan oleh Sekda Drs. Abu Hasim, MM menyampaikan Potensi PAD di Kabupaten Lingga dari berbagai sektor cukup besar, kedepannya Pemerintah Kabupaten Lingga berharap dengan sudah terjalinnya kerja sama ini PAD Kabupaten Lingga dapat meningkat 30% per tahun. Saat ini BRK telah memberikan kontribusi positif bagi PAD Kabupaten Lingga.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Sementara itu, Dirut BRK DR. Irvandi Gustari mengapresiasi kepercayaan dan dukungan Pemerintah Kabupaten Lingga kepada BRK, dimana BRK diberi amanah untuk mengelola PBB-P2 yang selama ini masyarakat Kabupaten Lingga membayarnya di Kantor Pajak terdekat.

Dengan kerjasama yang sudah terjalin ini, merupakan suatu langkah positif bagi Pemerintah Kabupaten Lingga yang telah meningkatkan kualitas pelayanan melalui wajib pajak. Sehingga, masyarakat Kabupaten Lingga dapat membayar pajak di jaringan Kantor BRK Cabang Pembantu Daik Lingga.(brk*02)

RIAU, PEKANBARU - Direksi Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi yaitu Direktur Utama BPD Jambi M. Yani, SH beserta Direktur Pemasaran dan Syariah Yunsak El Halcon SH, MM melakukan kunjungan ke Bank Riau Kepri, Selasa (21/2/17). Kedatangan tamu istimewa ini disambut langsung oleh Dirut BRK DR. Irvandi Gustari beserta Direktur Operasional Denny M Akbar di ruang rapat lantai 8 Gedung Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Pertemuan antar Direksi Bank Daerah ini dalam rangka mempererat silaturahmi dan membahas kerjasama di bidang Treasury. Turut hadir pada pertemuan ini Pemimpin Divisi Perencanaan Strategis BRK Tengkoe Irawan, Pemimpin Divsi Treasury Internasional BRK Yudi Aditya, Pemimpin Divisi Unit Usaha Syariah BRK Syahrul dan beberapa staff Divisi Treasury Internasional BRK.

Setelah berbincang-bincang dan membahas beberapa hal tentang perkembangan perbankan daerah, Dirut BRK mengajak Direksi BPD Jambi untuk mengelilingi kantor megah 16 lantai yang dimiliki Provinsi Riau ini. Direktur Utama BPD Jambi M. Yani, SH beserta Direktur Pemasaran dan Syariah Yunsak El Halcon SH, MM ditemani DR. Irvandi Gustari dan Denny M. Akbar bersama-sama melihat Learning Center dan Pustaka khusus yang berada dilantai 5 yang diresmikan oleh Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahman, beberapa waktu lalu.

Mereka sempat melihat kegiatan pelatihan Pegawai Tidak Tetap (PTT) Bank Riau Kepri yang baru saja diterima bekerja, M. Yani, SH dan Yunsak El Halcon SH, MM sempat berpoto bersama para PTT ditemani DR. Irvandi Gustari dan Denny M. Akbar. 

Selain itu Irvandi memperlihatkan Ballroom Dang Merdu nan megah di lantai 4 dan berkeliling bagian luar gedung kantor serta menyempatkan diri berpoto dengan latar belakang Gedung Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri.

Usai bekeliling M. Yani, SH dan Yunsak El Halcon SH, MM mengungkapkan kekagumannya dengan Kantor Pusat serta Cabang Utama yang dimiliki oleh Bank Riau Kepri, bahkan mendambakan memiliki kantor yang nyaman dan representatif serta menjadi icon di Riau dan Kepulauan Riau.

“Tujuan kami berkunjung selain bersilaturrahmi sesama BPD juga untuk sharring dan belajar dengan Bank Riau Kepri di bidang treasury. Dengan asset yang lebh besar dari Bank Jambi tentu banyak yang menjadi masukan bagi kami di Bank Jambi” disampaikan oleh M. Yani, SH Dirut Bank Jambi.

“Selain itu kami juga berterima kasih dan apresiasi kepada pak Irvandi yang telah meluangkan waktu bertemu kami dan mengajak keliling kantor pusat yang megah ini dan kami berdua sepakat iri karena belum memliki kantor yang nyaman dan representatif seperti ini” ungkap M. Yani, SH dan di setujui oleh Direktur Pemasaran dan Syariah Bank Jambi Yunsak El Halcon SH, MM.(brk*02)

RIAU, PEKANBARU - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman minta bantuan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) dalam penyelesaian Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). Diharapkan, dengan melibatkan lembaga hukum super body tersebut target penyelesaian Maret nanti bisa tercapai. 

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
"Kita minta KPK turut membantu mendudukan RTRW yang saat ini belum tuntas," kata Andi Rachman (sapaan akrab Gubri), Selasa (21/2/17). 

Selain itu, menurut orang nomor satu di Riau karena provinsi ini sudah masuk Korsubga KPK. Dengan begitu, peliknya persoalan RTRW hingga memakan waktu bertahun-tahun bisa dijembatani KPK dengan mengundang pihak terkait lainnya. 

"Kita kan sudah masuk Korsubga KPK. Jadi kita minta KPK menjembatani dan mengundang intansi terkait lainnya untuk mendudukan RTRW Riau," ungkap Gubri. 

Karena itu menurut Gubri, setelah pertemuan dengan Komisi IV DPR RI pihaknya akan bertolak ke Jakarta menemui KPK membahas persoalan tersebut. 

"Tadi Komisi IV juga sudah memberi sinyal positif, dan mendorong agar RTRW Riau segera selesai. Begitu juga dengan kewenangan yang ada di DPR RI segera dituntaskan," ujarnya.(dow)

RIAU, PEKANBARU - Senin (20/02/17) Dirut Bank Riau Kepri (BRK) DR. Irvandi Gustari didampingi Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko Eka Afriadi ditemui Deputi Bidang Pemberantasan Pusat Pelaporan Dan Analisis Keuangan (PPATK) Wirzal Yanuar, SH di ruang kerjanya. Pertemuan ini berjalan akrab sembari meminum secangkir teh yang telah disediakan, sesekali dialog ringan dibarengi tawa terdengar di ruangan kerja Dirut BRK di Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Deputi Bidang Pemberantasan Pusat Pelaporan Dan Analisis Keuangan (PPATK) Wirzal Yanuar, SHhadir di Kota Pekanbaru dalam rangka kegiatan Pelatihan Bersama Penanganan Perkara Tindak Pidana Pencusian Uang bagi penegak hukum dengan melibatkan bagian hukum atau kepatuhan pada Bank Umum di Wilayah Provinsi Riau. Untuk BRK acara ini langsung dihadiri oleh Direktur Utama DR. Irvandi Gustari, Pemimpin Divisi Kepatuhan Ikhwan dan beberapa staff dari Divisi Kepatuhan dan Divisi Hukum.

Setelah berdialog ringan di ruang kerjanya Dirut BRK mengajak Wilzar Yanuar, SH mengelilingi kantor megah Gedung Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri. Wilzar Yanuar, SH yang juga pernah menjabat sebagai Asisten Pidana Khusus Kejati Riau ini mendapatkan kesempatan untuk melihat Kota Pekanbaru dari lantai 15 Gedung Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Setelah itu orang nomor satu di BRK ini memperkenalkan Pustaka khusus kebanggaan BRK dan Training Center di lantai 5 Gedung Kebanggaan masyarakat Riau ini yang baru diresmikan langsung oleh Gubernur Riau Ir. H. Arsyadjuliandi Rahman, MBA beberapa waktu lalu. Pada kesempatan ini Wilzar menyapa pegawai BRK yang sedang mendapatkan pelatihan internal dari BRK.

Sebelum Wilzar meninggalkan Gedung 16 lantai ini dirut BRK juga memperlihatkan ballroom Dang Merdu yang megah di lantai 4. Ditemui usai berkeliling Gedung Menara Bank Riau Kepri Wilzar Yanuar, SH sangat bangga dan berterimakasih kepada Dirut BRK yang telah mengajak langsung untuk berkeliling Gedung Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri. “Saya berterima kasih dan bangga kepada Pak Dirut karena telah mengajak saya untuk melihat kantor termegah yang dimiliki oleh Provinsi Riau ini’’ ujarnya.(brk*02)

RIAU, PEKANBARU - Panitia penerimaan anggota baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau saat  ini terus merampungkan persiapan menjelang hari-H pada tanggal 25 Februari mendatang. Sejauh ini yang telah ikut dalam testing penerimaan anggota PWI Provinsi Riau ini mencapai 100 anggota lebih. 

"Kita menetapkan untuk penerimaan anggota PWI Provinsi Riau di tahun ini lumayan ketat dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. Materi-materi yang diujikan adalah materi esay, dan wawancara. Bahkan, untuk penerimaan anggotanya kita batasi sampai 125 orang saja, lebih dari itu tidak lagi kita terima. Hal ini adalah untuk lebih memaksimalkan penerimaannya," ujar Wakil Ketua PWI Riau Tun Akhyar.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Ditambahkan Tun Akyar, bahkan kepada peserta yang sudah mendaftar ikut dalam test penerimaan anggota PWI Provinsi Riau ini diminta menyelesaikan segala bentuk administrasi pada hari Rabu tanggal 23 Februari 2017 mendatang. 

"Lewat dari tanggal itu, kita gugurkan meski secara keseluruhan dia telah mendaftar ikut dalam ujian masuk anggota baru PWI ini. Hal ini, supaya tim 

penguji lebih fokus di dalam menguji. Dalam ujian ini, diingatkan juga kepada peserta untuk tidak diperkenankan memakai handphone dan alat komunikasi. Ujian tahun ini berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya," tegas Tun Akhyar.

Tata tertib ujian pada tanggal 25 Februari mendatang ini, peserta diminta sudah ada di Kantor PWI Provinsi Riau Jalan Arifin Achmad, pukul 07.00 WIB pagi. 

"Kita ingatkan peserta sudah ada di Kantor PWI Provinsi Riau Jalan Arifin Achmad pada pukul 07.00 WIB, karena ujian ini akan dimulai pada pukul 08.00 WIB," ujar Ketua Panitia Penerimaan anggota baru PWI Provinsi Riau Ridha M Haztil. 

Adapun materi yang diujikan pada tanggal 25 Februari mendatang akan dibagi dalam lima kelompok. Kelompok pertama, pengetahuan umum dan luar negeri, materi kedua, PD/PRT dan Ketentuan Organisasi, materi ketiga teknik jurnalistik, materi keempat Kode Etik Jurnalistik/ UU Nomor 40 Tahun 1999 dan materi ketiga UU Keterbukaan Informasi Publik. 

"Kita harapkan peserta yang ikut dalam ujian tanggal 25 Februari mendatang untuk mempelajari materi-materi yang diujikan ini," tambah Ridha.

Sementara itu, untuk tertib anggota, bagi anggota PWI Provinsi Riau yang masa aktiv kartunya maksimal enam bulan, diminta menghadap Ketua PWI Provinsi Riau H Dheni Kurnia.

 "Kartu anggota PWI yang masa aktifnya maksimal enam bulan, untuk menjumpai Ketua PWI Riau. Karena, kartu yang mati lewat dari satu tahun, syarat aktifnya adalah memiliki sertifikat UKW," sebut Ridha menjelaskan.(rls)

RIAU, BENGKALIS - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru, kabulkan tuntutan hukuman jaksa penuntut yang dijatuhkan kepada Herliyan Saleh, mantan Bupati Bengkalis, terdakwa korupsi penyertaan modal Perintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis ke PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ). Herliyan Saleh dijatuhi hukuman pidana penjara sesuai tuntutan jaksa penuntut yakni, 6 tahun penjara.

Sementara tiga rekannya, Burhanuddin (Sekdakab Bengkalis nonaktif), Ribut Susanto, (Komisaris PT BLJ) dan Muklis (Kepala Inspektorat Pemkab Bengkalis) dapat pengurangan oleh majelis hakim dengan menjatuhkan pidana penjara masing masing selama 3 tahun 4 bulan.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Bengkalis
Amar putusan yang dibacakan secara terpisah (split) oleh majelis hakim yang diketuai Joni SH pada sidang yang digelar Kamis (16/2/17) sore itu. Keempat tetap dikenakan pelanggaran Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah ditambah dan diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Menghukum terdakwa Burhanudin, Ribut Susanto dan terdakwa Mukhlis masing masing dengan pidana penjara selama 3 tahun 4 bulan, denda Rp 50 juta atau subsider 2 bulan kurungan," jelas Joni.

Untuk terdakwa Herliyan Saleh dihukum dengan menjalani hukuman pidana penjara selama 6 tahun denda Rp 200 juta subsider 3 bulan," tegas majelis hakim.

Atas putusan majelis hakim tersebut, baik terdakwa maupun jaksa sama sama menyatakan pikir pikir.

Sebelumnya, Herinato SH, Soimah SH dan Budhi SH, selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, dan jajarannya di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis. Menuntut terdakwa Herliyan Saleh dengan hukuman pidana penjara selama 6 tahun denda Rp 200 juta subsider 3 bulan.

Sementara terdakwa Burhanudin, Ribut Susanto dan terdakwa Mukhlis dituntut hukuman masing masing dengan pidana penjara selama 5 tahun, denda Rp 200 juta atau subsider 3 bulan kurungan. 

Berdasarkan dakwaan Jaksa, perbuatan para terdakwa itu terjadi tahun 2012 lalu. Ketika Pemkab Bengkalis menyertakan modal ke PT BLJ sebesar Rp 300 Miliar. 

Anggaran itu sedianya diperuntukkan untuk pembangunan dua Pembangkit Listrik PLTGU, di Buruk Bakul, dan Kecamatan Pinggir, Bengkalis. 

Namun, alokasi dana tersebut PT BLJ justru menginvestasikan ke sejumlah perusahaan yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan pembangunan PLTGU itu sendiri. 

Sejumlah perusahaan yang menerima aliran dana itu diantaranya adalah PT Sumatera Timur Energi dan PT Riau Energi Tiga, nominalnya mulai dari ratusan juta rupiah sampai miliaran rupiah dalam bentuk investasi, beban operasional, yang tidak ada hubungannya dengan pembangunan PLTGU. 

Perbuatan keempat terdakwa ini mengakibatkan negara dirugikan sebesar Rp 265 000 000 000. 

Untuk diketahui, dalam perkara korupsi penyertaan modal PT BLJ ini, dua pelaku lainnya telah menyandang status terpidana. Kedua terpidana tersebut yakni, Yusrizal Handayani, Dirut PT BLJ, divonis 5 tahun penjara oleh Mahkamah Agung (MA) RI. Kemudian Ary Suryanto, Staff PT BLJ dengan hukuman pidana penjara selama 8 tahun.(dow)

PEKANBARU, PAYUNG SEKAKI - Bagi kamu yang sedang mencari mobil, PT Era Global Otomotif (EGO) selaku dealer mobil Suzuki yang terletak di jalan Riau, saat ini menghadirkan promo menarik khusus di bulan Februari ini.

Berdasarkan keterangan Supervisor PT EGO Hanry Darmawan, ada beberapa promo yang dihadirkan pihaknya kepada konsumen Suzuki. Diantaranya adalah diskon spesial setiap pembelian mobil Suzuki di PT EGO.

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
"Sekarang ini kita sedang banyak promo, seperti diskon spesial yang diberlakukan selama bulan Februari ini," kata Hanry kepada RiauCitizen, Kamis (16/02/2016).

Dia menjelaskan, saat ini promo diskon yang diberikan mulai dari Rp 18-25 jutaan. Promo tersebut di setiap mobil Suzuki berbeda-beda. Seperti Suzuki SX-4 S Cross untuk saat ini diberikan diskon spesial sebesar Rp 18 juta.

"Kemudian untuk Pick Up Carry kita beri diskon Rp 20 juta dan Ertiga Rp 25 jutaan. Jadi memang setiap tipe mobil kita berikan diskon berbeda-beda," jelas Hanry.

"Promo ini hanya berlaku untuk di bulan Februari. Jadi jangan sampai kelewatan promo yang kita hadirkan untuk bulan ini," ajak Hanry.

Untuk informasi lebih lanjut, anda bisa datang langsung ke dealer PT EGO (Ex Mayapada Auto Sempurna) yang terletak di Jalan Riau, Pekanbaru.(mon)

KAMPAR, BANGKINANG - Calon Bupati Kampar jago PDIP dan PAN Zulher menanggapi santai klaim Pasangan Azis Zainal-Catur Sugeng Santoso terhadap Pilkada yang diikutinya hari ini, Rabu (15/2/17). Ia juga mengaku siap menerima apapun hasil resmi Pilkada nantinya.

“Saya siap menerima apapun hasil Pilkada Kampar, tapi sekarang kan kita belum tahu seperti apa hasilnya,” tuturnya menjawab awak media melalui sambungan telephon. 

Dikatakan Zulher, pihaknya juga belum mendapatkan hasil final dari tabulasi data internal tim. Sampai malam ini data masuk baru berskisar 75 persen. Karena itu, ia mengaku belum bisa mengambil kesimpulan atas hasil pesta demokrasi Kampar tersebut. 

Saat ditanya mengenai komentarnya, bahwa berdasarkan data real count kubu Azis-Catur, dirinya mendapat sekitar 28 persen suara dan menempati posisi ketiga, lagi-lagi Zulher menolak menanggapinya. 

“Kita tunggu hasil resmi KPU sajalah,” tukasnya sambil meminta seluruh relawan dan tim pemenangnya terus mengawal hasil Pilkada Kampar hingga pleno KPU. 

Sementara itu pasangan Rahmad Jevari Juniardo yang versi kubu Azis-Catur menempati posisi dua dengan suara 30,30 persen, sampai saat ini belum bisa didapat konfirmasinya. Calon bupati jalur independen yang akrab disapa Ardo tersebut terus menolak sambungan telephon saat dihubungi.(dow)

Powered by Blogger.