INDRAGIRI HULU, PERANAP - Konflik lahan di Peranap, Indragiri Hulu, Riau, Sekretaris Daerah (Sekda) Inhu minta perusahaan serahkan 3.600 hektar untuk tanaman kehidupan. Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) memediasi penyelesaian konflik lahan antara PT Citra Sumber Sejahtera dengan warta Desa Pauhranap, Kecamatan Peranap, Kabupaten Inhu.

Rapat mediasi itu dilakukan pada Kamis (14/2/2019) siang sekira pukul 11.30 Wib hingga pukul 13.00 Wib di ruang rapat lantai empat kantor Bupati Inhu. Rapat mediasi itu dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Inhu, Hendrizal dan didampingi oleh Dandim 0302 Inhu, Mayor Inf S Nababan dan Kapolsek Peranap serta Danramil 05 Peranap.

Pada kesempatan itu, Hendrizal meminta agar PT CSS menyerahkan lahan 3600 hektar lahan tanaman kehidupan yang menjadi kewajiban perusahaan.

"Ada lahan 3600 hektar yang menjadi kewajiban perusahaan untuk diserahkan kepada masyarakat, karena itu nanti kita minta kepala dusun untuk mendata lahan-lahan warga yang termasuk dalam areal PT CSS," kata Hendrizal, Kamis (14/2/2019).

Berdasarkan rapat tersebut diketahui bahwa rata-rata luas lahan yang dimiliki warga berkisar dua hingga empat hektar. Meski menurutnya ada sejumlah pemodal yang memiliki lahan puluhan hektar di lokasi tersebut.

Selain itu, Hendrizal juga menyampaikan agar PT CSS menghentikan aktifitas di areal lahan warga dan tidak melakukan pengrusakan terhadap tanaman milik warga. Tujuannya untuk meredam konflik dan menjaga kondusifitas daerah jelang pelaksanaan Pemilu 2019 yang semakin dekat.

"Kalau ada yang melakukan pengrusakan lahan, sebaiknya ditangkap saja serahkan kepada aparat penegak hukum," tegas Hendrizal.

Sementara itu, terkait legalitas surat tanah yang dikeluarkan oleh desa, Hendrizal meminta agar hal ini diselesaikan melalui proses hukum. Pasalnya menurut Hendrizal tidak boleh ada lagi surat tanah yang diterbitkan semenjak tahun 2003. Hasri, selaku manager PT CSS mengaku pihaknya berkomitmen akan menyerahkan 3600 hektar lahan dari areal mereka untul tanaman kehidupan.

"Komitmen kami untuk tanaman kehidupan itu sudah tercantum pada SK Mentri, tinggal mengalokasikan saja dan bagaimana verifikasi di lapangan nanti," kata Hasri.

Sementara itu, PT CSS juga membantah bahwa pihaknya melakukan pengrusakan terhadap tanaman masyarakat.

"Perusahaan tidak pernah menginstruksikan untuk melakukan pengrusakan tanaman," kata Hasri.

Namun warga yang hadir mengatakan mereka memiliki bukti bahwa karyawan PT CSS yang melakukan pengrusakan terhadap tanaman warga. Sementara itu, Siahaan salah seorang perwakilan warga menyampaikan 3600 hektar yang akan dibagi itu tidak akan cukup untuk dibagi dengan warga pemilik lahan.

"Kalau dibagi takutnya gak cukup dengan jumlah yang ada di sana," kata Siahaan.

Hal ini dikarenakan sebagian pemilik lahan di areal sengketa tersebut sudah menguasai lahan hingga puluhan hektar. (dow)

source : berita inhu

INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Wanita berinisial ML (54), nekat menyelundupkan narkotika jenis sabu kepada seorang tahanan di dalam sel tahanan Pengadilan Negeri (PN) Tembilahan. Bahkan modus yang digunakan wanita ini cukup cerdik dan berani.

Di tengah penjagaan ketat petugas di area sel sementara bagi tahanan Lapas Klas IIA Tembilahan yang akan menjalani sidang, ML menggunakan telepon seluler pribadi miliknya sebagai media untuk mengelabui petugas.

“Saat itu, ML sedang menelepon seseorang tepat di depan pintu sel, dan di dalam genggaman tangannya yang memegang handphone seperti ada sesuatu yang mencurigakan. Kemudian handphone tersebut diserahkan kepada PT (28),” ujar Kapolres Inhil AKBP Christian Rony melalui Kasat Narkoba AKP Bachtiar, melalui keterangan tertulis yang diterima Jumat (15/2).

Namun sial bagi keduanya, saat itu PT yang berada di dalam sel tahanan PN Tembilahan menjatuhkan sebuah bungkusan plastik yang diduga sabu ke lantai sel tahanan PN Tembilahan. Melihat kejadian tersebut, petugas segera mengamankan ML, dan kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Satuan Narkoba Polres Inhil.

Kasat Narkoba Polres Inhil, AKP Bachtiar menuturkan, menanggapi laporan tersebut pihaknya segera membekuk pelaku di Kantor PN Tembilahan, dan menggeledah kendaraan yang dibawa oleh ML.

“Di kendaraan ML petugas kembali menemukan satu paket kecil sabu yang disimpan di helm milik ML,” tutur Kasat.

Dikatakan, dua orang petugas Polisi yang saat itu sedang melakukan pengamanan dan penjagaan di kantor PN Tembilahan, juga sudah menaruh curiga saat melihat gerak–gerik ML. “Keduanya digelandang ke Polres Inhil guna penyidikan lebih lanjut,” terang Kasat.

Untuk diketahui, ML nekat bertransaksi narkotika jenis sabu di dalam kantor PN Tembilahan pada Kamis (14/2) siang lalu. ML bertransaksi sabu tepat di depan pintu ruang sel tahanan dengan seorang pria yang berinisial PT (28), seorang yang berstatus sebagai tahanan Lapas Kelas IIA Tembilahan. (dow)

source : berita inhil

SIAK, MEMPURA - Hasil kajian tata kelola gambut jadi acuan untuk pengelolaan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Seluas 4.000 Ha Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di kabupaten Siak rata-rata berlahan gambut. Meski sudah ada pemilik sesuai pembagian negara, namun pengelolaannya masih dalam kajian Pemkab Siak dan Badan Restorasi Gambut (BRG).

Pemkab Siak bersama BRG sedang mepersiapkan inovasi pengelolaan lahan tersebht. Rencananya berbasis aerohydrologi pada lahan program TORA di Kabupaten Siak. Rabu (13/2/2019) Pemkab Siak bersama BRG melaksanakan kegiatan forum diskusi Riset Pengelolaan Kesatuan Hydrologi.

Untuk Optimalisasi Pengembangan Komoditas Ramah Gambut pada lahan program TORA, di Hotel Grand Mempura, Siak. Hasil riset tersebut bakal menjadi acuan untuk pengelolaan lahan bergambut.

Deputi IV Badan Restorasi Gambut Dr. Haris Gunawan menyebut rapat riset tersebut sebagai bagian dari upaya sosialisasi dan koordinasi terkait program Desa Peduli Gambut. Kemudian membahas sejumlah agenda BRG lainnya sesuai kepentingan strategis daerah dan desa sasaran.

"BRG merupakan lembaga yang ditugaskan untuk memulihkan gambut dengan merangkul semua pihak agar bisa dikelola dengan melibatkan para ilmuan. Tantangan kita kedepan adalah menemukan inovasi dan terobosan yang sesuai dengan kebutuhan dan semangat daerah dalam pengelolaan gambut di Siak" kata Haris Gunawan.

Pihaknya semangat melaksanakan riset dengan harapan hasilnya dapat menjadi terapan di Siak, sehingga lahan TORA yang akan dinikmati warga tidak merusak ekosistem gambut, namun tetap memberikan hasil kepada warga.

Wakil Bupati Siak Alfedri menyebut kabupaten Siak menjadi salah satu daerah yang menjadi target program restorasi gambut BRG. Karena Siak memiliki kawasan gambut yang cukup luas. Untuk itu kajian-kajian yang dilakukan dapat diimplementasikan menjadi suatu kebijakan yang tepat kelola dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

"Harapan kami hasil kajian selama 3 bulan ini dapat dijadikan acuan yang dalam menetapkan langkah strategis terhadap budidaya komoditas ramah gambut, yang menghasilkan peningkatan ekonomi masyarakat," kata Alfedri.

Pada diskusi tersebut juga hadir Tim Ahli Riset Hydrologi dan Pemetaan, Prof Indratmo, Dr. Sigit, Dr. Budi, Dr. Prayoto serta dari Tim Riset Komoditas Dr. Nurul Qomar, dan Ir. Bastoni, BPTP Riau dan Tim Riset Keekonomian, serta pejabat Asisten Pemerintahan dan Kesra L. Budhi Yuwono. (dow)

source : berita siak

DUMAI, DATUK LAMA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Dumai hampir menyegel proyek Dumai Square, karena belum memperpanjang Izin Mendirikan Bangunan (IMB). PT Dumai Indah Persada sebagai pengembang proyek eks Dumai Square terus melanjutkan pembangunan bangunan berlokasi di Jalan Bukit Datuk Lama.

Meski dikabarkan belum memperbarui Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Dumai. Kabid PeriInan DPMPTSP Kota Dumai Said Efendi mengatakan, secara aturan pembangunan tak bisa dilaksanakan sebelum kantongi IMB.

"Kami sudah panggil pihak perusahaan, agar segera memberbarui IMB, namun belum juga diurus," terangnya pada Kamis (14/2/2019).

Hal ini juga mematahkan pernyataan Kadis DPMPTSP Kota Dumai Hendri Sandra yang berpendapat, bahwa pengembang sudah memiliki perizinan.

"Kalau pertanyaannya, apakah mereka punya IMB, ya mereka punya dan diterbitkan padq 2004 lalu. Nah, ini harus diperbarui kembali jika mau diteruskan proyeknya," jelas Said.

Selain itu, pihak pengembang juga diketahui belum menyerahkan sertifikat uji bangunan dan gedung sebagai syarat mengurus IMB dalam melanjutkan proses pembangunan. Padahal, sebelumnya Kadis DPMPTSP Kota Dumai Hendri Sandra mengatakan, PT Dumai Indah Persada sudah kantongi sertifikat uji bangunan dan gedung.

"Mereka sudah kantongi sertifikat uji bangunan dan gedung dari instansi terkait," ungkap Hendri Sandra beberapa waktu lalu.

Sementara, Kasatpol PP Kota Dumai Bambang Wardoyo mengatakan, pihaknya akabn menertibkan bangunan tanpa IMB.

"Kalau untuk Dumai Square, jika ada perintah dari Kepala DPMPTSP untuk menyegel, akan kita segel," sebutnya.

"Kemarin sempat hampir kami tindak, namun instruksi dari DPMPTSP diminta menunggu, karena perusahaan yang bersangkutan akan mengurus perizinannya," ujar Bambang Wardoto disela kegiatan Simulasi Pilkada 2019 di Mapolres Dumai. (dow)

source : berita dumai

BENGKALIS, DURI - Na'udzubillah! Diduga melakukan tindakan tercela atau tidak bermoral terhadap sebut saja  Mawar (15), salah seorang pelajar di Bengkalis, Kepala Desa (Kades) Pedekik, Kecamatan Bengkalis diamankan aparat kepolisian resor (Polres) Bengkalis.  

Kuasa Hukum J, Farizal, SH ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa kliennya J saat ini juga menjabat sebagi Kades Pedekik.  Farizal menyebutkan, kliennya tersebut sebelumnya dimintai keterangan sejak Senin (11/2/19) pagi sebagai saksi, kemudian petang ditetapkan sebagai tersangka, dan menjelang malam J resmi ditahan. 

"Surat penahanannya sudah diterbitkan dan menjelang Maghrib kemarin langsung ditahan. Kemarin kami turut mendampingi," ujarnya. 

J alias Kijan menjabat Kades Pedekik sudah sejak sekitar 1,5 tahun lalu. Ditetapkannya J alias Kijan sebagai tersangka dan langsung ditahan di Mapolres Bengkalis, menyusul laporan seorang ibu, MAH (54), warga Desa Pedekik ke Mapolres Bengkalis, bahwa anaknya yang masih di bawah umur sebut saja Mawar (15) menjadi korban tindakan tercela pada Rabu (6/2/19). 

Ketika mengadukan apa yang terjadi itu, MAH bersama Mawar, melapor ke Polres Bengkalis didampingi Kuasa Hukumnya Harianto, SH, MH, Aziz, SH dan Gunawan, SH. 

Sebagaimana tertuang dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi (LP) Nomor STTLP/27/II/2019/SPKT/RIAU/RES-BKS, MAH melaporkan telah terjadi persetubuhan anak di bawah umur.(dow)

ROKAN HULU, PASIRPANGARAIAN - Dugaan pungutan liar (Pungli) di Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bonai, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dilakukan Panitia Pilkades mengungkap fakta baru.

Bukan hanya harus membayar Rp 20 juta, ketiga calon Kepala Desa (Kades) Bonai‎, yakni Harpani, Harmaini, dan Hermanto, melalui Kuasa Hukumnya Indra Ramos mengakui bila ketiga kliennya telah membayar uang pendaftaran sebesar Rp 20 juta ke Panitia Pilkades Bonai. Menurut Indra, sebenarnya tidak adalagi uang pendaftaran dikenakan kepada calon Kades yang akan mengikuti Pilkades serentak gelombang II pada 12 Desember 2018, sebab seluruh biaya sudah ditanggung di APBD Rohul tahun anggaran 2018.

Harpani, salah seorang calon Kades Bonai mengaku dirinya ikut membayar Rp20 juta ke Panitia Pilkades karena tidak tahu bila seluruh biaya Pilkades telah dibiayai oleh pemerintah daerah. Perempuan ini terpaksa membayar karena untuk mendapatkan rekomendasi dari Panitia Pilkades Bonai. Bukan itu saja, Harpani juga keluarkan uang Rp 2 juta untuk‎ mengurus rekomendasi dari ninik mamak, dan Rp500 ribu untuk uang transport mobilisasi pemilih yang dilakukan panitia.

Calon Kades Bonai terpilih, Rais AM mengaku masalah uang pungutan pendaftaran tidak tahu menahu. Namun pada akhirnya diakuinya dirinya ikut membayar uang pembayaran Rp20 juta, namun tidak ada paksaan dari Panitia Pilkades Bonai.

"Ya kalau kesepakatan ada itu kan tidak dipaksa," kata Rais.

"Ya bayar cuma tidak dipaksa. Disitu ada kesepakatan bersama, ya cocok. Katanya tadi itu bilang kalau ndak ada uang 22 juta katanya ndak bisa (mendaftar calon Kades) semuanya itu bohong," tegas Rais, dan mengaku sudah sangat merindukan segera dilantik sebagai Kades Bonai terpilih.

‎Sebelumnya, dikonfirmasi usai pleno di halaman Kantor Satpol PP dan Damkar Rohul, di Pasirpangaraian, Senin sore (11/2/2019), Ketua Panitia Pilkades Bonai Irwan Sayup membantah bila panitia‎ melakukan pungutan sebesar Rp20 juta sebagai uang pendaftaran dan uang Rp500 ribu sebagai uang untuk jemput pemilih kepada tiga calon Kades. Irwan Sayup mengatakan sesuai informasi dan peraturan yang ada, panitia tidak pernah melakukan pungutan ataupun uang pendaftaran kepada calon Kades. 

Menurut Irwan, menerapkan uang pendaftaran kepada calon Kades sudah melanggar Undang-Undang dan peraturan yang ada.

"Kalau memang ada nantinya kesalahan ataupun kecurangan dari pihak panitia silahkan digugat, sesuai dengan jalur hukum yang ada‎. Ya sesuai bukti-bukti di lapangan," ujar Irwan.

‎Ditanya soal biaya Rp2 juta yang harus dibayarkan calon Kades, Irwan mengaku soal biaya ninik mamak tidak ada kaitannya dengan Panitia Pilkades Bonai.

"Kalau biaya ninik mamak tidak ada kaitannya dengan panitia. Karena itu mungkin ranah daripada lembaga adat ataupun ninik mamak, mungkin aja itu adalah itu untuk masalah lainnya," jelasnya.

"Tidak, kami tidak menerima uang itu," pungkas Irwan Sayup

‎Sementara, Prasetyo, anggota Pilkades‎ tingkat kabupaten sekaligus Sekretaris Dinas PMPD Rohul mengaku baru mendapat informasi dan akan kroscek kembali ke Panitia Pilkades Bonai.‎

"Kita akan kroscek kembali ke panitia," kata Prasetyo.(dow)

source : berita rohul

PEKANBARU, TAMPAN - Baby.ID Place merupakan toko penjualan peralatan dan pelengkapan bayi di Pekanbaru. Saat ini Baby.ID Palce sedang mencari dan membutuhkan tenaga karyawan sebagai : 

1. Admin online
2. Pramuniaga

Syarat : 
- wainta, maksimal 22 tahun (1)
- pria/wanita maksimal 22 tahun (2)
- pendidikan minimal SMA sederajat
- berpengalaman di toko bayi ( lebih disukai)
- menyukai tantangan, jujur dan pekerja keras
- paham menggunakan sosial media youtube, facebook, instagram (2)
- memiliki kemampuan memasarkan produk secara online (live di ig, vlog, dll) (2)

Melampirkan berkas lamaran diantaranya :
- surat lamaran
- daftar riwayat hidup
- fotocopy ijazah
- fotokopy transkip nilai
- fotocopy KTP
- pas foto warna terbaru 
- dan dokumen pendukung lainnya.

Berkas langsung diantar ke Jalan Tuanku Tambusai 120D (Seberang Jalan Paus) Pekanbaru

Atau email ke sorayabedssheethrd@gmail.com

Nantikan informasi selanjutnya, yang akan memberitakan lowongan perkerjaan terbaru dan terupdate setiap harinya. (dow)

KUANSING, KUANTAN MUDIK - Hasanah (80) seorang Lansia ( Lanjut Usia ) dinyatakan hilang tenggelam di Sungai Kuantan, desa Pebaun Hulu, Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi, Jum'at (8/2/2019) sore kemarin Dari keterangan Kades setempat Refnaldi, berdasarkan penuturan anak korban, kejadiannya berlangsung sekira pukul 15.30 WIB saat itu orang tuanya hendak ke Sungai, yang tak jauh dari rumahnya.

Kebetulan, kata Kades rumah anak lelaki korban ini berhadapan di seberang Sungai tersebut, pada saat orang tuanya ini pergi ke tepi Sungai, anak lelakinya juga melihat ibunya dari seberang.

"Kemungkinan dia mau mandi, setelah itu anak nya masuk kerumah lagi, namun berselang 10 menit, anak lelakinya melihat kembali ke tepian Sungai, namun ibunya tidak nampak lagi," tutur Kades.

Lalu kata Kades, anaknya ini bergegas menyeberang untuk melihat, tapi sesampainya di tempat, ibunya tidak ada lagi, yang ditemukan hanya kain dan bajunya.

"Maka melaporlah anak nya ke Rumah saya dan kebetulan warga juga mengetahui, saat itu masyarakat ikut membantu melakukan pencarian," jelas Refnaldi, Kepala Desa Pebaun Hulu ini.

Selajutnya, menurut Refanaldi, setelah beberapa jam dilakukan pencarian tidak juga membuahkan hasil, lalu ia melaporkan kejadian tersebut Ke BASARNAS Pekanbaru, sekira pukul 21.20 WIB.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pekanbaru, Gede Darmada, SE. M.AP melalui Kasubsi Ops dan kesiapsiagaan Melakukan Briefing untuk melakukan Pencarian Korban Orang Tenggelam.

Sekira pukul 21.45 WIB diberangkatkan 1 Tim Rescuer menggunakan peralatan lengkap diantaranya Rescue D-Max, Rubber Boat, Peralatan Selam 2 Set, Alat Komunikasi, Navigasi, peralatan Medis dan Dokumentasi.

Sejauh itu menurutnya, pencarian terus dilakukan di lokasi, oleh pihak Kecamatan Kuantan Mudik, Polsek Kuantan Mudik dan masyarakat setempat.

Sementara, dari keterangan warga setempat, Kasmalinda Wati, ketika dihubungi Sabtu (9/2/219) pagi, bahwa korban tenggelam, menurutnya, belum ditemukan dan masih terus diakukan pencarian.(dow)

source : berita kuansing

ROKAN HULU, PASIRPANGARAIAN - Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang berjulukan Negeri Seribu Suluk ‎merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Riau, yang memiliki kubayaan dan tradisi serta beberapa buahan khas Negeri Seribu Suluk. Tradisi-tradisi asli Rohul mulai tidak di jumpai di zaman mondren seperti saat ini.

Namun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rohul, mulai kembali mempromosikan tradisi asli Rohul, salah satunya yakni Makan Bukancah.

Makan bukancah ini mu‎lai di promosikan kembali oleh Disparbud di setiap acara-acara besar yang ada di Rohul. Hal ini dilakukan guna menumbuhkan serta memperkenalkan kepada masyarakat dan generasi penerus Rohul. Tradisi makan bukancah ini mulai dipromosikan kembali oleh Disparbud Rohul sejak dua tahun belakangan.

Baik di acara-acara besar Pemkab maupun saat menyuguhkan makan kepada tamu. Tidak hanya makan bukancah saja yang dipromosikan oleh Pemkab Rohul, tanjak khas Rohul yang bernama Unak Serantau.

Tanjak yang menciri khaskan orang Melayu ini mulai dipromosikan oleh Pemkab Rohul di acara-acara besar. Bahkan tanjak khas Rohul ini sudah dipromosikan di acara-acara besar baik tingkat daerah maupun tingkat provinsi dan nasional.

Kepala Disparbud Rohul, Yusmar mengaku, untuk mempromosikan tradisi-tradisi serta kebudayaan Rohul, pihaknya telah melakukan promosi-promosi di berbagai acara ‎dan tempat-tempat wisata yang ada di Rohul maupun di tempat-tempat lainya.

Untuk tanjak khas Rohul, Unak Serantau ‎tambahnya, tanjak ini sudah dipromosikan hingga ke luar negeri, dengan cara jika ada wisatawan yang berkunjung ke Rohul, pihaknya akan berikan tanjak dan menjelaskan arti dari tanjak asli Rohul ini.

"Jadi saat ini kita sedang memperkenalkan kembali tradisi Rohul serta tanjak khas Rohul guna memberitahukan kepada masyarakat bahwa Rohul memiliki tradisi yang perlu dipromosikan," sebutnya.

Yusmar mengaku, pihaknya juga sedang mempromosikan buah durian asli Rohul yang memiliki cita rasa yang sangat nikmat, bahkan rasa buahnya tidak kalah dengan durian montong dan lainya.

Diakuinya, ada beberapa durian asli Rohul yang memiliki cita rasa yang luar biasa, seperti Durian Pawan, Minaming, Rokan, ‎Pemandang, Tibawan, dan lain sebagainya.

"Jadi saat ini Pemkab sedang mempromosikan berbagai tradisi, tanjak, dan buah durian. Hal ini kita lakukan untuk membangkitkan kembali apayang ada di Negeri Seribu suluk," pungkasnya. (dow)

source : berita rohul

KUANSING, TELUKKUANTAN - Ketua LSM Permata Kuansing, Junaidi Afandi, meminta Kajati Riau, turun tangan ke Kuansing, untuk menangani dugaan aliran dana terkait pemulusan pengecoran lantai 2 SDN 018 Koto Taluk yang diduga bermasalah.

"Kita mencium adanya dugaan dana yang diterima pihak tertentu dan orang penting di Kuansing, terkait pemulusan pembangunan SDN 018 ini. Maka dari itu, kita minta Kajati Riau, turun tangan langsung untuk mengusutnya," ungkap Junaidi Afandi, Kamis (7/2/2019) kemarin sore.

Ia tidak ingin persoalan yang telah dikonsumsi publik ini, dibiarkan begitu saja. Apalagi menurutnya, struktur bangunan ini, menyangkut keselamatan orang banyak. Dan sebelum berakibat fatal, ia minta, agar segera ditangani oleh pihak ahli bersama dengan Kajati.

"Kita menyarankan, kalau bisa pihak Kajati mesti didampingi tenaga ahli penguji beton. Jika nantinya terbukti tak layak, tentu dapat diasumsikan muaranya terkait dengan dugaan aliran dana guna pemulusan serah terima bangunan ini," kata Junaidi.

Dalam hal ini, menurut Junaidi, pihak yang paling bertanggungjawab terkait persoalan ini, adalah rekanan yang merupakan pelaksana proyek. Sehingga pihak ketiga ini, kata Junaidi, perlu dipanggil untuk menguji pekerjaanya.

"Secara pasti kan belum bisa disimpulkan, tapi ini perlu dilakukan pengusutan, agar para kontraktor tidak asal-asalan dengan pekerjaannya, demi mengejar keuntungan yang lebih besar dan mengabaikan keselamatan orang banyak," tegasnya.

Sementara dari keterangan, Kadis Pendidikan, Jupirman, menyebutkan, bahwa bagian lantai dua yang sempat gagal beton ini sudah dilakukan perbaikan.

"Awalnya memang tak mau kering, namun kita minta pihak pelaksana memperbaikinya," jelas Jupirman.

Sedangkan terkait besi penyangga yang seharusnya diganti, Jupirman mengakui memang tak diganti, akan tetapi dilakukan penambahan besi baru.(dow)

Powered by Blogger.