NASIONAL, PADANG - Para penyair di Sumatera Barat melakukan pertemuan di rumah raja penyair, Pinto Janir, di jalan Gajahmada, Gunung Pangilun, Padang, pada hari Minggu, 21 Agustus 2016, dari pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB. Album Musik Puisi ini akan diproduksi mulai akhir bulan Agustus 2016 ini.

Pertemuan ini dihadiri oleh Pinto Janir, Denni Meilizon, Boy Candra, Muhammad Fadhli, Nuh Rafi dan Katrina, mendiskusikan tentang penggarapan Album VCD Musik Puisi dalam rangka Kampanye Sastra Untuk Remaja.

"Suguhan sastra untuk para remaja baiknya dikemas secara proporsional, agar mudah diterima mereka. Saya yakin, yang akan dicatat oleh sejarah itu adalah karya, dan salah satu bentuknya adalah album vcd musik puisi", kata Pinto Janir, penyair ternama yang kaya dengan inovasi baru dalam upaya kian memajukan literasi, khususnya di Sumatera Barat, saat berdiskusi.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Internasional
Para Penyair Sumatera Barat yang menghadiri diskusi penggarapan Album VCD Musik Puisi Kampanye Sastra Untuk Remaja di Sumatera Barat, 21-08-2016. (Dok. Muhammad Fadhli)
Album VCD Musik Puisi ini direncanakan memuat 14 Musik Puisi yang divisualisasikan, 14 penyair Sumatera Barat yang ikut dalam album ini adalah Pinto Janir, Denni Meilizon, Boy Candra, Refdinal Muzan, Muhammad Fadhli, Nuh Rafi, Irwan Hasan, Arif Afsyah, Nova Eka Putri, Rahmi Gusniarti, Hendri Efendi, Hasan Asyhari, Amika An dan Katrina. 

“Kegiatan ini penting, terutama bagi anggota FAM Sumbar. Kita perlu membuka ruang bagi kawan-kawan di komunitas kepenulisan FAM Sumbar yang selama ini lebih pada pendalaman minat baca dan menulis saja. Diharapkan keikutsertaan mereka pada Album VCD Musik Puisi ini dapat sebagai ajang penyegaran dan memenuhi ekspektasi baru mereka dalam berkesenian. Bagi FAM Sumbar  itu sendiri kegiatan ini lebih sebagai wadah silaturahmi dengan para individu yang bergerak di bidang seni musik. 

Apalagi saat ini Pemerintah juga sedang menggalakkan literasi untuk generasi muda. Maka FAM Sumbar beserta sejawat yang bergabung dalam penggarapan Album Musik Puisi ini ingin menjadikan Musik Puisi sebagai sambung rasa dengan adik-adik remaja agar lebih dapat memahami sastra dan tujuan akhirnya tentu untuk lebih mempermudah masuknya aktivitas membaca dan menulis ke sekolah-sekolah,” kata Denni Meilizon, Koordinator komunitas kepenulisan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia Wilayah Sumatera Barat, yang juga adalah penerima Anugerah Literasi Minangkabau 2016 untuk Kategori Penulis.

Mengakomodasi keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk memajukan literasi, seperti yang disampaikan oleh Gubernur Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, SPsi, MSc, pada kata sambutannya di acara penyerahan Anugerah Literasi Minangkabau 2016, untuk membangkitkan batang tarandam pada kejayaan literasi Minangkabau pada masa silam, ini adalah menjadi tugas bersama.

"Keseriusan Pemerintah Provinsi untuk memajukan literasi di Sumatera Barat sudah kelihatan implementasinya. Sebelum Proses Belajar Mengajar (PBM), kini para guru memulainya dengan cerita dan penokohan, sebelum anak-anak didik diminta untuk membaca bukunya. Tentu ini adalah sebuah kerja nyata untuk memajukan literasi pada usia dini, khususnya di Sumatera Barat" kata Nuh Rafi, salah seorang penyair yang ikut pada penggarapan Album VCD  Musik Puisi, yang juga adalah Tenaga Pengajar di SD N 05 Air Santok, Kota Pariaman, Sumatera Barat.

Album Musik Puisi ini digarap secara swadaya, dengan mengumpulkan dana dari para penyair, namun tidak menutup kemungkinan jika ada investor yang berniat untuk mensponsorinya. Album Musik Puisi ini akan diproduksi di studio musik Caroline Record Padang, yang diaransemen langsung oleh Bapak Ferry Zein.

"Saya sangat mendukung kreativitas para penyair Sumatera Barat ini. Dan pernyataan yang pernah dilontarkan oleh Pinto Janir itu adalah benar, bahwa musik itu memberikan spirit dan sastra itu membuka cakrawala," kata Ferry Zein, seorang seniman musik di Sumatera Barat yang telah membesarkan nama penyanyi tradisi Minangkabau, seperti Zalmon, An Roy's dan lainnya.

Boy Candra, penulis best seller yang ikut dalam Album VCD Musik Puisi ini dipercaya untuk memberi tagline pada album ini nantinya.

"Sebelum menggarap Album VCD Musik Puisi ini, kita mesti menentukan dulu segmen pasarnya, sehingga jelas puisi seperti apa yang akan disajikan," kata Boy Candra, yang sedang mempersiapkan diri untuk Tur 5 Kota Besar di Indonesia dalam rangka promo buku ke sembilannya, berjudul Sebuah Usaha Melupakan.(rls)

penulis : Muhammad Fadhli

RIAU, PEKANBARU - Lewat pertengahan tahun, realisasi anggaran pendapatan belanja daerah atau APBD Riau masih belum menyentuh angka 50 persen. Sementara pemerintah Provinsi Riau hingga saat ini masih merindukan tenggang perencanaan APBD Perubahan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, realiasi anggaran pemerintah yang masih rendah sangat memberikan dampak perlambatan tehadap pertumbuhan ekonomi Riau. Mungkinkah Riau akan kembali mendapat sanksi dari Pemerintah Pusat?

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Menanggapi hal ini, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan untuk sementara ini pemerintah masih punya kesempatan untuk menggerakkan rancangan APBD-P Riau. "Kalau dari sisi aturannya belum terlambat kita. Masih dalam batasanlah," katanya kepada wartawan, Jumat (19/08/2016).

Dia menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan terkait perkembangan rancangan kegiatan yang akan dimasukan dalam APBD-P Riau nanti. Namun dia menegasikan bahwa akhir pekan ini RKPD-nya sudah masuk dalam tahap finalisasi.

"Nanti saya cek lagi. Yang jelas paralel saja. Urusan besok ada anggaran yang bisa dilaksanakan atau tidak, kita lihat regulasinya bagaimana," ujar Andi Rachman.

Sementara itu, menurut kepada Pelaksana Tugas (Plt) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau, Rahmad Rahim mengatakan, masalah penyelesaian RKPD sudah dilakukan percepatan. Namun memang ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan rasionalisasi. "Tapi berapa jumlahnya kami belum tahu berapa," katanya.

Langkah untuk melakukan rasionalisasi ini sangat erat kaitannya dengan Dana Bagi Hasil (DBH) Riau yang dilakukan pemotongan. Sehingga harus dilakukan penyusunan kembali terhadap rencana kegiatan yang menggunakan anggaran besar. "Kami akan susun berdasarkan itu," tambahnya.

Wacana yang sudah dimunculkan oleh pemerintah pusat, akan ada pemotongan DBH sebesar Rp68 triliun secara nasional. Namun, hingga saat ini pemerintah Provinsi Riau masih menunggu berapa pastinya angka pemotongan DBH untuk Riau. Dengan demikian rancangan kegiatan yang bisa di masukkan dalam APBD-P akan menyesuaikan dengan angka tersebut.

Untuk diketahui, secara nasional, Provinsi Riau adalah daerah dengan penyumbang hasil Migas sebesar 60 persen secara nasional. Angka besarnya sumbangsih Riau terhadap pendapatan negara diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Pusat untuk melakukan penghitungan pemotongan DBH Riau.(ria08)

RIAU, PELALAWAN - Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) menuntut agar Badan Lingkungan Hidup segera membekukan izin pengelolaan limbah PT RAPP, di Kabupaten Pelalawan, Riau. Langkah pembekuan izin pengelolaan limbah PT RAPP ini diutarakan terkait dengan kasus pembuangan limbah perusahaan bubur kertas itu, yang hingga merembes ke sungai. Akibatnya ratusan kilo ikan air sungai mati, dan masyarakat setempat mengalami serangan penyakit kulit.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Wakil Koordinator Jikalahari, Made Ali mengatakan, sudah sejak lama NGO penggiat lingkungan di Riau meminta kepada pemerintah untuk mengkaji ulang soal izin pengelolaan limbah perusahaan tersebut. Hingga saat ini terbukti bahwa limbah yang dihasilkan PT RAPP sangat tidak baik bagi kelangsungan lingkungan hidup.

"Dulu kami juga pernah meminta rincian tentang sistem pengelolaan limbah PT RAPP tapi mereka tidak pernah mau. Sampai sekarang  pengelolaan limbah mereka tidak jelas, sistem penetral racunnya bagaimana, limbahnya dibuang ke mana memang tidak jelas sampai sekarang. Buktinya kalau sudah seperti ini kan tahu bahwa sebenarnya limbah milik RAPP itu sangat berbahaya yang tidak ramah lingkungan," katanya kepada Wartawan, Jumat (19/08/2016).

Kasus pembuangan limbah dari perusahaan RAPP diketahui setelah ratusan Kilo Ikan disungai Kampar, tepat nya tempat keluar Limbah PT. Riau Pulp and Paper di desa Sering, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau mati mendadak. Ikan ini mati diduga akibat pembuangan limbah perusahaan bubur kertas. hal ini membuat heboh warga Sering.

Berdasarkan informasi warga sebelumnya, mereka mandi di aliran Sungai Kampar itu merasa gatal - gatal, selang beberapa saat terlihat ikan mati hanyut dialiran sungai, tak ayal warga langsung keluar sungai takut akan limbah tersebut mengenai mereka.

Saat ini, kata Made, Jikalahari tengah menunggu hasil riset yang dilakukan BLH Provinsi Riau dan Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan. Apapun hasilnya, Jikalahari tetap meminta kepada pemerintah agar melakukan peninjauan kembali terhadap sistem pengelolaan limbah perusahaan itu, yang diduga telah melakukan pencemaran terhadap lingkungan.

"Sejak awal sudah kita laporkan bahwa RAPP itu bukan hanya merampok hutan alam di Riau, tapi juga masalah limbahnya yang dibuang sembarangan. Sampai sekarang kita tidak pernah tahu soal itu dan mereka tidak mau terbuka. Kalau memang terkelola dan tidak merusak lingkungan, kenapa mereka harus tertutup," ujar Made.(dow/ber)

RIAU, PEKANBARU - Sebuah wacana besar sedang dirancang Pemerintah Provinsi Riau menuju 'Smart Province'. Program tersebut bernama Riau Go.IT. Pencanangannya dilakukan pada 9 Agustus 2016 lalu bersempena Hari Ulang Tahun Provinsi Riau ke-59 dan akan mulai diaplikasikan secara menyeluruh di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Riau. 

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Logo program Riau Go IT bersempena di HUT Provinsi Riau ke 59
Tujuannya tidak lain untuk memberikan pelayanan terbaik berbasis teknologi informasi kepada masyarakat, khususnya dalam tugas-tugas yang berkaitan dengan peran dan fungsi pemerintah, penyebarluasan informasi dan pelayanan publik.

Pada puncak HUT Riau Ke-59, Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman terus menggugah kesadaran publik tentang pentingnya penerapan teknologi di era ini. 

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman memiliki keinginan serius dalam menerapkan pemerintahan berbasis teknologi ini. Dimulai soft opening pada tahun 2015 silam, ditahun 2016 ini langsung dirilis untuk penerapannya di Pemerintah Provinsi Riau.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Gubri H Arsyadjuliandi Rachman Menekan Tombol Lounching Riau Go. IT
pada Upacara Peringatan Hut Provinsi Riau ke 59 Tahun 2016
di halaman Kantor Gubernur  
Gubri mengatakan, dengan teknologi canggih bisa menjawab pertanyaan publik secara langsung misalnya kenapa jalan rusak, air keruh dan info lainnya. Dengan teknologi ini bisa mengakses internet, bisa menggunakan handphone yang ada dalam genggaman.

"Kita ingin informasi teknologi yang ada saat ini untuk ditingkatkan lagi sehingga bisa memberikan manfaat kepada jalannya roda pemerintahan maupun untuk kepentingan publik atau masyarakat,” kata Andi Rachman, panggilan Gubri.

Harapan Gubri dengan dicanangkannnya program Go IT menuju Riau menjadi smart province, semua aplikasi yang berada di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) bisa terintegrasi dengan ‘leading sector’ nya berada di Dinas Kominfo paling lambat November 2016.

Disamping itu, jelas Gubernur Riau, Penerapan sistem pemerintahan berbasis teknologi ini, menurut Gubri, mempermudah penyebarluasan informasi tentang Riau secara global. Baik itu antar internal pemerintah daerah maupun informasi mengenai pelayanan masyarakat.

"Untuk masyarakat ‘tagline’ yang dipakai, membumikan IT di Riau baik untuk kepentingan pemerintahan maupun masyarakat," ujar Andi Rachman.

Adapun tujuan utama dalam penerapan sistem pemerintahan berbasis teknologi ini adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Baliho Smart Province yang dicanangkan Gubernur Riau lewat Riau Go.IT
"Masyarakat tidak perlu meluangkan waktu lagi untuk mencari informasi tentang Dinas dan Badan, serta informasi di pemerintahan. Semua sudah bisa dipantau melalui online," ujar Gubri.

Bahkan sampai pelayanan pengurusan izin sekalipun nantinya, masyarakat tidak perlu lagi datang instansi terkait. Dengan demikian efisiensi waktu dan anggaran bisa diraih dengan sistem layanan berbasis teknologi tersebut.

Ke depan menurut Gubri semua aktifitas di satuan kerja bisa dipantau masyatakat melalui online, terutama dalam serapan dan pengajuan kegiatan serta proses kegiatan di Pemerintah Provinsi Riau. "Semuanya dengan keterbukaan, tidak ada yang disembunyikan, rakyat bisa pantau langsung dan masukkan saran dan kritik," jelas Andi.

Mengenai kesiapan sumber daya manusia (SDM), Gubri menyatakan Riau sudah memiliki tenaga yang handal sudah disebar diseluruh satuan kerja di lingkungan Pemprov Riau. Demikian juga halnya dengan dukungan sarana dan pra sarana teknologi. Pemprov Riau akan didukung oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam bantuan jaringan. Saat ini BRI telah memiliki satelit dan siap menyediakan layanan jaringan di seluruh cabang dan unit BRI hingga pedesaan.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Riau Go IT untuk Transparansi
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman juga menyebutkan kepada Satuan Kerja Perangkat  Daerah atau SKPD, untuk betul-betul memanfaatkan perkembangan informasi dan teknologi untuk pelayanan masyarakat.

"Bagaimanapun IT harus dimanfaatkan Pemda kedepan dan harus diseriuskan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Dia menambahkan, sistem pelayanan masyarakat beralih basis IT akan terintegrasi dengan Dinas Komunikasi dan Informasi atau Diskominfo Provinsi Riau dan terkoneksi pada setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah. Langkah ini diharapkan akan menjadi upaya untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang pentingnya teknologi. "Seremoninya, besok akan dilakukan penandatangan kesepakatan, termasuk dengan Bank Riau Kepri," tambahnya.

Salah satu bentuk kemudahan yang diberikan lewat sistem ini, pengurusan izin dan administrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau akan diberlakukan dengan sistem online. Andi Rachman menyebutkan dengan diberlakukannya sistem ini akan lebih memberikan kemudahan pelayanan.

"Jadi ada banyak sistem nanti yang akan diterapkan melalui IT, misalnya mengurus surat, sudah paperless dengan sistem e-office. Dewan juga bisa melakukan fungsi pengawasan mereka dengan memanfaatkan sistem IT ini," tutupnya.(adv/riau08)

RIAU, PEKANBARU - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan perputaran uang disektor pariwisata Riau sangat cepat. Peluang ini harusnya bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM di Riau, untuk perbaikan ekonomi masyarakat. "Perputaran uang di sektor pariwisata ini sangat instan," katanya, Jumat (19/08/2016).

Dia juga menyebutkan, langkah pemerintah memfokuskan pengembangan pariwisata budaya harusnya akan semakin bisa menjadi peluang pengembangan bagi ekonomi kreatif. Pemerintah memberanikan diri untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya dikarenakan Riau tidak lagi kuat jika hanya mengandalkan Crude Palm Oil dan Migas saja.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
"Kami sudah lakukan penghitungan. Kalau hanya mengandalkan CPO dan Migas saja sulit. Sementara realisasi anggaran pemerintah pada tahun 2015 lalu juga sedikit, hanya 60 persen. Akhirnya ekonomi Riau terganggu," sambungnya.

Dia menambahkan, secara umum potensi wisata Riau berbasis budaya di Riau cukup besar untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Apalagi jika digali dari empat sungai besar di Riau. Terutama untuk alam. Saat ini, sejumlah kabupaten dan kota di Riau sudah merasakan dampaknya. Dan prinsipnya sangat murah.

"Cukup dengan menjaga lingkungan dan merapikan saja, orang sudah mau berkunjung. Tidak perlu lagi menunggu realisasi APBD uang yang beredar disektor pariwisata Riau banyak, " tambahnya.

Andi Rachman mengatakan, semua pihak harus berperan aktif untuk mengisi sektor tersebut supaya tumbuh. Instansi terkait bisa melakukan pemberdayaan terhadap potensi ini, seperti kerajinan tangan dan lain-lain.

"Beberapa objek wisata Riau yang sudah kita usulkan ke pemerintah pusat sudah masuk dalam kalender nasional. Bono akan dijadikan kawasan ekonomi khusus wisata. Makanya jangan hanya melihat Pekanbaru saja. Tapi lihatlah potensi daerah. Pariwisata Riau termasuk bisnis yang menjanjikan," sambungnya.(ria08)

PEKANBARU, SUKAJADI - Meski telah menyatakan ikut maju di Pilwako Pekanbaru tahun depan. Firdaus MT belum juga memastikan berduet dengan bakal calon Wakil walikota.

Hal itu disampaikan Walikota Pekanbaru, Firdaus MT, Jumat (19/08/2016). Ketua DPC Partai Demokrat ini sebut saat ini masih dalam tahap penjajakan dengan bakal calon lainnya. “Saya masih melakukan komunikasi dengan partai-partai. Semua bakal indah pada waktunya,” jawab wako, Jumat (19/08/2016).

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Sehingga Firdaus MT yang berstatus incumbent atau petahana ini belum bisa memastikan berpasangan dengan siapa. Sebab komunikasi politik dengan seluruh partai atau bakal calon lainnya masih terus berlangsung.

Ketika ditanya kriteria wakil yang diinginkan, Firdaus menyatakan terbuka untuk siapa saja. “Dengan birokrat bisa saja, Irvan Herman bisa, dengan yang lama (Ayat Cahyadi) juga, semua punya kesempatan,” sebutnya.

Seperti yang diketahui, tersiar kabar Ayat Cahyadi bakal maju sebagai bakal calon Walikota Pekanbaru, berpasangan dengan Irvan Herman yang merupakan putra dari mantan Walikota Pekanbaru dua periode Herman Abdullah.

Sebagai informasi, tiga pasangan bakal calon walikota dari jalur independen atau perorangan sudah mendaftar ke KPU Pekanbaru. Tiga nama tersebut antara lain Dr Syahril - Said Zohrin SH MH, Alisyah Bana dan Kender, dan Herman Nazar - Devi Warman.

Setelah rangkaian proses verifikasi, akan dilanjutkan pada penetapan Paslon Wali Kota dan Wakil Walikota dari jalur perorangan bersamaan dengan Pasangan yang berasal dari usung Partai Politik (Parpol) pada 24 Oktober 2016.  Diteruskan pengundian nomor urut pada tanggal 25 Oktober 2016.

Pilwako Pekanbaru dinilai akan berlangsung panas. Sebab ada dua incumbent yang menyatakan maju sebagai Walikota Pekanbaru yakni Firdaus MT dan Ayat Cahyadi. Padahal keduanya Firdaus-Ayat merupakan satu paket memenangkan Pilwako Pekanbaru tahun 2012, mengalahkan Septina-Erizal Muluk.(dow/ber)

RIAU, DUMAI - Pemerintah Provinsi Riau Berharap banyak kepada Badan Usaha Milik Negara PT Pelindo untuk mengembangkan tol laut di Provinsi Riau. Upaya pengembangan  jalur transportasi ini dilakukan untuk mengurangi beban biaya transportasi perusahaan, khususnya untuk potensi unggulan Riau.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, kawasan tol laut yang menjadi fokus perbaikan masih ke tiga kawasan strategis khusus andalan Riau, yakni Dumai, Pelabuhan Prawang Siak, dan Kuala Enok di Kabupaten Indragiri Hilir.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau"Terutama untuk menekan biaya transportasi dan pengangkutan hasil produksi komuditi Riau, seperti CPO dan Migas. Kami menyerahkan pengelolaannya kepada PT Pelindo I," katanya, Kamis (18/08/2016).

Dia menyebutkan, dari empat pelabuhan di Riau, satu diantaranya akan dikelola oleh PT Bosawa Corporindo. Pelabuhan yang akan dikelola oleh perusahaan ini yakni pelabuhan Tanjung Butilon. Dengan tujuan akhir dari pengembangan kawasan tol laut ini diharapkan memberi dampak positif terhadap pergerakan ekonomi Riau.

"Makanya kami ingin Pelindo itu bisa meningkatkan pelayanannya. Terkhusus untuk kawasan pelabuhan ini. Kita ini salah satu daerah penghasil 6,5 juta ton per tahunnya. Apalagi secara geografis kita dekat dengan negara Asia lainnya," ujarnya.

Di Dumai sendiri perusahaan pelabuhan ini punya tiga dermaga. Dana yang sempat dikeluarkan oleh perusahaan itu menjelaskan, untuk dermaga A ada sepanjang 350 meter, dioperasikan untuk cargo umum. Dermaga B lebih panjang, yakni 500 meter berfungsi sebagai pengangkut CPO dan dermaga C sepanjang 400 meter untuk kapal kontainer.

"Untuk pengembangan Tol Laut Dumai, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) tengah membangun terminal peti kemas. Pelindo telah menyiapkan lahan 10 ha lahan," kata Generalisasi Manager PT Pelindo I Djuhaeri.(ria08)

RIAU, PEKANBARU - Momentum HUT Kemerdekaan Indonesia ke 71, dalam mewujudkan Nawacita terus mendapat dukungan dan mengalir dari seluruh rakyat Indonesia untuk memperkuat perekonomian nasional dengan kerja nyata. Tak terkecuali di Provinsi Riau, hal tersebut selalu juga selalu digaungkan oleh Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman saat menjadi Inspektur Upacara di halaman kantor Gubernur Riau, Rabu (17/8).

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Gubri H Arsyadjuliandi Rachman menyerahkan Bendera Pusaka
kepada Paskibraka saat Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi
 ke 71 Tahun 2016 di halaman
"Mari kita kerja nyata secara bersama-sama membangun dan merubah paradigma nasional, dari yang bersifat konsumtif menjadi produktif, dari yang bersifat Jawa sentris menjadi Indonesia sentris. Memperbaiki regulasi dan birokrasi secara masif seiring dengan perkembangan dan penerapan teknologi informasi dan telekomunikasi," kata Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

Bagaimana dengan kondisi kemerdekaan di Riau, tentunya problema yang dihadapi bangsa ini tak jauh beda dengan daerah lain. Guna mewujudkna cita-cita anak bangsa, provinsi Riau setakat ini mulai membenahi pembangunan dari segala aspek. Mulai dari pembangunan ahlak bagi tiap insan dan SDM bagi aparatur dan masyarakatnya.

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Arsyadjuliandi Rachman dilantik menjadi Gubernur Riau defenitif
sisa masa jabatan 2014-2019 setelah proses pengambilan sumpah
dan penandatanganan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara
Semenjak Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman dilantik menjadi Gubernur Riau defenitif sisa masa jabatan 2014-2019 setelah proses pengambilan sumpah dan penandatanganan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (25/5/2016) pukul 15.30 WIB. Segala prioritas program pembangunan mulai dari tingkat daerah hingga nasional menjadi tanggungjawab penuh Gubernur Riau untuk menjalankannya.

Presiden Jokowi mengingatkan bahwa tugas sebagai kepala daerah sangatlah berat. Presiden meminta kepala daerah bekerja keras demi mewujudkan kesejahteraan rakyat dan menjamin cukup pangan, air bersih, listrik serta akses pendidikan dan kesehatan untuk masyarakat, berpedoman pada visi misi Presiden.

Bertepatan 17 Agustus 2016 Kementerian Dalam Negeri melalui Pemprov Riau ikut meluncurkan slogan Indonesia Kerja Nyata. "Pemerintah bisa dikatakan kuat, manakala ada kenyamanan dan keamanan yang dirasakan seluruh masyarakat, Termasuk kekuatan dalam ekonomi kerakyatan memegang peran penting . 

Adanya kendala bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus dicarikan solusi bersama terutama hadirnya pemerintah. Kehadiran pemerintah dalam hal ini menjadi wajib untuk memberdayakan seluruh potensi masyarakat," Kata Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman.

Gubri H Arsyadjuliandi Rachman Inspektur Upacara Peringatan 
Detik-Detik Proklamasi ke 71 Tahun 2016 di halaman Kantor 
Gubernur Riau bersama seluruh peserta upacara memberi 
hormat pada Bendera Sang Saka Merah Putih.
Dikatakan Gubri, tahun ini dibanding tahun sebelumnya berbeda, dengan slogan tersebut menjadi kebanggaan sendiri. Sekarang sudah tidak zamannya pemimpin tidak mau bekerja. Tetapi kini saatnya kerja nyata untuk masyarakat. Prestasi Pemprov Riau sebagai penyumbang PAD terbesar menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemprov Riau & masyarakatnya. Dengan kerja keras seluruh SKPD dan masyarakat Riau, cita-citanya di tahun depan ada perbaikan peringkat yang lebih baik.

Untuk menujukkan kerja nyata, tentunya diharapkan kerja sama yang baik lintas institusi maupun SKPD memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat, sehingga dapat memudahkan bagi masyarakat meningkatkan kesehatannya, serta kerja sama dalam membangun daerah peran masyarakat dan Pemerintah sangat di perlukan, sebagai joint Partner dalam upaya pencapaian target dalam satu semester.

"Kerja nyata pun akan segera ditetapkan diberi agar institusi, baik sekolah maupun aspek lain terutama ruang lingkup SKPD, berawal dari peran Pemeintah memberikan kerja nyata, tentunya memberikan efek timbal balik dari masyarakat juga memberikan sumbangsih kerja nyata terhadap 
pembangunan daerah, sebagai rumah kita bersama," Ungkap Gubri yang Akrab disapa Andi Rahman.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman kepada awak media mengatakan, akan segera melaksanakan amanat yang disampaikan presiden Jokowi. "Pemerintah daerah harus bisa segera melanjutkan tugas berikutnya untuk memenuhi harapan masyarakat," ungkap Gubri.

"Sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah, kita harus bersenergi mendukung Nawacita dan melanjutkan program-program melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah RPJMD," ujar Andi Rachman.

Usai mengikuti upacara, Gubernur Riau lantas pergi ke Lapas Kelas IIA Kota Pekanbaru untuk menyerahkan secara simbolis remisi atau pemotongan masa tahanan yang merupakan tradisi oleh Kementerian Hukum dan HAM setiap tahunnya. 

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Gubri H Arsyadjuliandi Rachman menyalami HM Rusli Zainal
 saat Acara Pemberian Remisi HUT RI ke 71 Tahun 2016
secara simbolis di Lapas Pekanbaru
"Selamat bagi para pidana yang mendapatkan remisi, terutama yang mendapatkan remisi yang langsung bebas hari ini. Bagi yang belum mendapatkan remisi bersabar saja tahun depan masih ada lagi," singkat Andi Rachman yang memiliki jadwal padat saat HUT ke-71 RI ini dengan terburu-buru.

Sebagai kado perayaan HUT ke-71 Republik Indonesia (RI), sebanyak 4.563 narapidana (napi) se-Provinsi Riau diberikan remisi atau pemotongan masa tahanan. Bahkan, sebanyak 121 napi dari diantaranya akan langsung menghirup udara bebas tepat pada tanggal 17 Agustus 2016 ini.(adv/riau08)

RIAU, PEKANBARU - Terbentuknya Provinsi Riau tidak serta merta terjadi begitu saja. Riau terbentuk dari cucuran darah, keringat dan air mata. Karena itulah, pada peringatan HUT Riau ke-59 ini, pemerintah Provinsi Riau dan DPRD menyematkan tanda terima kasih kepada sejumlah tokoh Riau yang berkhidmad dalam memperjuangkan terbentuknya Provinsi Riau dan memberikan darma baktinya untuk Riau dari sejumlah bidang yang mereka tekuni.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Suasana pembukaan Paripurna DPRD bersempena HUT Riau ke-59 dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Karena itu sangat relevan bila Peringatan Hari Jadi ke-59 Provinsi Riau ini kita jadikan sebagai momentum untuk melihat potret Provinsi Riau di masa lalu dan masa kini, selanjutnya merajut dan merancang masa depan Riau yang maju dan gemilang, agar kita tidak salah haluan dan tujuan.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Riau H.Arsyadjuliandi Rachman pada pidatonya saat memperingati Hari Jadi Ke-59 Provinsi Riau di halaman kantor Gubernur Riau jalan Jendral Sudirman, Selasa (9/8/2016) silam.

Selanjutnya, pada pidato Gubri menyadari bahwa masyarakat sangat berharap terhadap pembangunan masa depan Riau sehingga Gubri mengajak secara bersama-sama untuk bekerja keras dengan keikhlasan hati untuk mengembangkan potensi yang ada di provinsi Riau. 

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman saat memberi
sambutan bersempena HUT Riau ke-59.
"Kita menyadari, harapan besar masyarakat terhadap pembangunan dan masa depan Riau, digantungkan dan ada di pundak kita semua". Karena itu, pada masing-masing kita perlu adanya keikhlasan hati dan kerja keras untuk mengembangkan segala potensi daerah yang ada secara optimal," kata Gubernur Riau H.Arsyadjuliandi Rachman.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menetapkan 20 nama pahlawan daerah yang diusulkan oleh dinas sosial dan telah diumumkan pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-59 Provinsi Riau.

"Ke 20 nama telah ditetapkan sebagai pahlawan daerah melalui SK Gubernur Riau dan penghargaannya sebagai penetapan pahlawan itu diberikan pada HUT Riau ke-59, Selasa, 9 Agustus 2016," kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau Syarifuddin di Pekanbaru.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman saat memimpin 
sidang paripurna istimewa HUT Riau ke-59.
Sebanyak 20 nama itu ditetapkan oleh Tim Pengkaji Peneliti Gelar Daerah (TP2GD), yang terdiri dari akademisi, birokrat, sejarawan, dan unsur terkait lainnya. 

Nama-nama yang masuk daftar 20 tersebut merupakan pahlawan perjuangan kemerdekaan, birokrat, budayawan hingga tokoh agama, ujar Syarifuddin.

Sejauh ini baru ada dua Pahlawan Nasional dari Riau, yakni Tuanku Tambusai dan Sultan Syarif Kasim II. 

Menurut Syarifuddin, dinas sosial akan tetap memfasilitasi tim untuk mengkaji dan meneliti tokoh-tokoh Riau yang berjasa untuk nantinya diajukan ke tingkat nasional.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Gubernur Riau Arsyad Juliandi Rachman saat menyerahkan penghargaan
kepada keluarga para pendiri Provinsi Riau.
Tak lupa, dalam paripurna juga diserahkan anugerah penghargaan kepada 20 orang para pendiri dan pejuang Riau. Penghargaan berupa gelar pahlawan kemerdekaan, pejuang agama Islam, pejuang bidang politik/pemerintahan, pejuang bidang budaya, yang diserahkan langsung oleh gubernur Riau didampingi tiga wakil ketua DPRD Riau.

Sebanyak 20 tokoh Riau mendapatkan gelar kepahlawanan dan mendapatkan piagam penghargaan yang diserahkan langsung oleh Gubernur Riau, Arsyad Juliandi Rachman didampingi unsur pimpinan DPRD. 

Para tokoh tersebut masing-masing adalah:

1. H Abbas Jamil, diberikan gelar Pahlawan kemerdekaan;

2. Abdul Latif Datuk Bandaro Sati dari Kampar, dianugerahi gelar Pahlawan kemerdekaan;

3. Brigjen. Arifin Achmad dari Kampar dianugerahi gelar Pahlawan kemerdekaan;

4. H Masnur, purnawirawan asal Bengkalis diberi gelar Pahlawan kemerdekaan;

5. H Raja Rusli dari Kauntan Singingi dianugerahi gelar Pahlawan kemerdekaan;

6. Kolonel Hasan basri Bidin dianugerahi Pahlawan kemerdekaan;

7. Khadijah Ali diberi gelar Pahlawan kemerdekaan;

8. Letda M.Boya dari Indragiri Hulu dianugerahi gelar Pahlawan kemerdekaan;

9. OK Muhammad Jamil, dianugerahi gelar Pahlawan kemerdekaan;

10. R Soebrantas Suswanto, dari Bengkalis dianugerahi gelar Pahlawan kemerdekaan;

11. Sutan Muhammad Zainal Abidin dari Rokan Hulu digelari Pahlawan kemerdekaan;

12 Tengku Agung Syarifah latifah dari Siak digelari Pahlawan kemerdekaan;

13. Mayor Toha Hanafi dari Indragiri Hulu digelari Pahlawan kemerdekaan;

14. Tulus, Pahlawan kemerdekaan dari Rengat;

15. Buya Makrifat Marjani dari Kuansing digelari pejuang agama islam;

16. Tuanku Abddurahman Siddik dari Inhil digelari pejuang agama Islam;

17. Datuk Muhammad Johan  dari Meranti, pahlawan politik pemerintahan;

18.Datuk Wan Abdurrahman pahlawan di bidang politik dan pemerintahan;

19. Daeng Muhayat Nur dari meranti pahlawna politik pemerintahan;

20. Tennas Effendy dari Pelalawan Pahlawan di bidang budaya.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman foto bersama dengan keluarga dan ahli waris para pendiri Provinsi Riau selepas menerima penghargaan
Penyerahan gelar pahlawan untuk masing-masing pahlawan tersebut diserahkan oleh Gubernur Riau Arsyad Juliandy rachman kepada keluarga dan ahli waris masing-masing dalam suasana hikmad dan penuh rasa hormat.

Selepas pelaksanaan paripurna, seluruh undangan yang hadir di gedung DPRD Riau juga diajak menikmati jamuan makan bersama di lantai dasar gedung DPRD Riau. Aneka hidangan khas Riau disajikan untuk dinikmati bersama-sama oleh seluruh mereka yang hadir pada acara tersebut.(adv/riau08)

ROKAN HILIR, BAGANSIAPI API - Bupati Rokan Hilir (Rohil), Suyatno berencana membuat sejuk sepanjang jalan Perwira dengan cara ditanami pohon peneduh dititik yang sudah ditentukan. Kabar penanaman pohon pun langsung ditentukan Bupati rohil yang didampingi Kepala Dinas Pasar, Ibus Kasri.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Rohil
Dia mengangggap, untuk daerah kawasan Jalan Perwira, Bagan Siapiapi sudah layak untuk dijadikan sebagai lokasi penanaman pohon. Dengan demikian, langkah ini tentunya akan memberi kesan berbeda kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kesadaran untuk menjaga lingkungan.

Dia mencontohkan, salah satu jenis pohon yang layak untuk ditanam adalah jenis pohon ketapang kencana. Pihak Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir sudah mempersiapkan jenis bibit itu, dan dalam minggu ini kegiatan penamanan pohon sudah bisa dilaksanakan.

 “Saya anggap sudah selayaknya seluruh jalan utama kita tanami pohon penyejuk. Pohan yang akan kita tanam yaitu  Pohon Ketapang Kencana. Bibit sudah kita siapkan, dalam minggu ini siap untuk dikerjakan,” ungkapnya, kepada awak media, Rabu (10/02/2016) di Bagansiapiapi.
  
Lebih lanjut dijelaskan Bupati, wacana ini sebelumnya sudah pernah dibahas bersama Kepala Dinas Pasar. Namun agar hal itu bisa terealisasi tentu harus mempersiapkan bibit pohon yang akan ditanam.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Rohil
Namun demikian, kata Bupati, terlebih dahulu pihaknya akan tetap melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Jika tidak ada halangan. Dalam minggu depan prosesi penanaman pohon itu sudah bisa direalisasikan.

“Tinggal pelaksanaan saja saya rasa, setelah koordinasi mungkin minggu depan sudah bisa dimulai penanaman pohon tersebut,” ujar Bupati dengan singkat.
  
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pasar, Ibus Kasri, juga ikut turun langsung untuk meninjau lokasi yang akan direncanakan tersebut bersama Bupati. Bupati Suyatno menginginkan agar Jalan Perwira suatu saat nanti menjadi teduh, hijau dan asri.

“Lokasi penghijauan hanya berkisar antara Kantor Pos, Telkom dan sekitarnya serta sampai sekira depan Mapolsek Bangko. Sedangkan sepanjang jalur tersebut sudah ada pohon peneduhnya,” pungkasnya.

Dari pantauan bertuahpos, di lokasi yang akan direncanakan penghijuan ini memang terasa sangat panas jika siang hari. Maka dari itu, bupati mengharapkan agar Kab Rohil suasananya terasa sejuk.(adv/roi08)

RIAU, PEKANBARU - Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Riau Syafril Tamun mengatakan, pihaknya telah mengajukann sebesar Rp22 miliar untuk kelanjutan pembangunan Jembatan Siak IV, yang saat ini masih terbengkalai. Sejumlah dana itu sudah dimasukkan dalam alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan atau APBD-P.

"Kalau sudah diketok palu dan setujui tahun ini pembangunan jembatan itu akan dikerjakan," katanya kepada wartawan pada saat berkunjung ke kantor Gubernur Riau, Selasa (16/08/2016).

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Riau Syafril Tamun
Syafril Tamun menyebutkan, butuh dana sebesar Rp121 miliar dana yang harus dikeluarkan untuk melakukan proses pembangunan jembatan itu sampai selesai. Sejumlah anggaran yang diajukan dalam APBD-P nanti hanya anggaran sementara, supaya proyek multiyers ini bisa dilanjutkan kembali.

Sisanya akan diajukan dalam penganggaran tahun 2017 dan 2018. Pemerintah menargetkan, tahun 2018 jembatan Siak IV sudah beroperasi untuk publik.

Pembangunan jembatan Siak IV harus dihentikan karena beberapa kendala. Dimasa pemerintahan Annas Maamun, yang menjabat sebagai Gubernur Riau, pemerintah tidak mengucurkan sejumlah anggaran untuk kelanjutan pembangunan Jembatan itu. Termasuk setahun masa pemerintahan Andi Rachman sebagai Gubernur Riau definitif pada tahun 2015 lalu.

Sementara di tahun 2016, anggaran untuk melanjutkan kembali pembangunan jembatan Siak IV juga tidak dilakukan mengingat adanya dilakukan rasionalisasi anggaran oleh pemerintah. Namun karena khawatir akan terbengkalai dalam waktu yang lama, pemerintah kembali mengambil keputusan untuk melanjutkan pembangunan jembatan Siak IV dengan memasukkan anggaran dalam pos APBD-P.(ria08)

PEKANBARU, MARPOYAN DAMAI - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) sedang intens mendata aset khusus kendaraan. Hal itu supaya Pekanbaru bisa meraih opini wajar Ranpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Riau.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Kabid BPKAD Pekanbaru Dino Prima
Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Aset Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) Pekanbaru, Dino Prima. “Satu-satu SKPD kita datangi, mengecek berapa kendaraan yang ada di sana apakah sesuai dengan catatan yang kita punya atau tidak,” katanya.

Tahap awal ini, BPKAD memulai pengecekan dari kecamatan-kecamatan di Pekanbaru. “Ada 44 SKPD, kita cek satu per satu, jadi butuh waktu. Makanya kita mulai dari kecamatan karena aset di sana sedikit. Kalau paling banyak seperti di Dinas Kebersihan dan Pertamanan serta Sekretariat Pemko Pekanbaru,” jelasnya.

Dari hasil pengecekan kata Dino ada kendaraan yang berpindah tangan. “Seperti di salah satu kecamatan, sama mereka tidak ada catatan satu aset sepedamotor. Rupanya setelah kita cek-cek asetnya ada di kecamatan lain. Makanya perlu kita cek dan ricek aset kendaraan ini,” katanya.

Dino katakan pengecekan aset kendaraan akan terus berlangsung sampai 7 September 2016. Dino optimis pencataan dan pendataan aset kendaraan tersebut tuntas. “Kita optimis, tentunya memang butuh waktu,” katanya.

Secara keseluruhan, Dino katakan masih ada kelemahan SKPD dalam pencatatan dan serah pakai aset kendaraan.  “Masih ada beberapa yang butuh evaluasi. Seharusnya seperti pemakaian aset kendaraan harus ada SK siapa yang memakai ada serah terimanya. Tetapi secara keseluruhan sudah baik administrasinya,” sebut Dino.

Setelah pencatatan aset ini, Dino optimis Pemko bakal meraih opini WTP dari BPK RI Perwakilan Riau. “Kita optimis. Sebenarnya yang kemarin kita juga optimis WDP karena tinggal sedikit lagi. Tetapi WTP ya mau bagaimana lagi,” tutupnya.

Selain itu saat ini pihaknya juga mewacanakan pemutihan pencatatan aset yang sudah tidak ditemui. “Pemutihan ada, tetapi ada mekanismenya. Tidak bisa sembarangan pemutihan,” katanya.(dow/ber)

ROKAN HILIR, BAGAN BATU - Pemerintah Kabupaten Rohil membuka akses kunjungan tempat wisata yang berada didaerah perbatasan lintas domestik perairan internasional. Beberapa potensi wisata alam yang ada di Pulau Jemur, Pulau Mandi, Pulau Tokong, dan Pulau Arwah ternyata memiki keindahan alam yang sangat indah

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Rohil
Dengan keindahan alam yang ada di Rohil namun belum begitu terekspose, selama ini pengunjung mengalami kesulitan dalam jarak tempuh yang disebabkan keterbatasan sarana dan prasarana pendukung.

Menurut Bupati Rohil Suyatno dikarenakan kesulitan menempuh akses wisata tersebut, pemerintah Kabupaten Rokan Hilir mengambil kebijakan akan membeli kapal cepat kapasitas 100 orang penumpang. 

Kapal ini bisa digunakan untuk trayek dari Bagansiapiapi ke Pulau Jemur dengan jarak tempuh yang cepat. Sehingga hal ini bisa mendatangkan PAD terhadap daerah.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Rohil
Ia mengatakan bahwa potensi wisata yang dapat menambah incame daerah hendaknya dikemas dan ditata dengan baik mungkin, dan sudah saatnya mengangkat seluruh potensi wisata alam yang berada di Pulau Jemur tersebut.

Pemkab menurut Bupati juga sudah berkomitmen mengangkat potensi besar dimata nasional maupun internasional supaya bisa menambah penghasilan asli daerah , serta dapat mendatangkan wisatawan asing dari berbagai mancanegara

"Jangan lagi daerah ini terlalu berharap dengan dana perimbangan DBH. Maka dari itu, ayo kita kembangkan dan manfaatkan potensi yang ada di Rohil sehingga bisa menjadi masukan PAD daerah ini," katanya.(adv/roi08)

ROKAN HILIR, BAGANSIAPI API - Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Rokan Hilir mengusulkan 100 unit alat Automatic Identification System kepada Pemprov Riau melalui APBD Perubahan 2016.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Rohil
"Automatic Identification System (AIS) ini merupakan sebuah sistem pelacakan otomatis digunakan pada kapal nelayan diatas 5 Gross Tonage. Kami sudah mengusulkan sebanyak 100 unit ke Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau," kata Pelaksana tugas Kepala Diskanlut Rohil M Amin kepada wartawan di Bagansiapiapi, Selasa.

Ia beralasan usulan yang diajukan tersebut mengingat beberapa bulan lalu 19 nelayan Rohil ditangkap petugas laut perairan Malaysia karena dianggap memasuki wilayah perairan negeri jiran tersebut.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Rohil
"Alat ini ada monitornya. Kelebihannya kalau sudah dipasang nanti bisa mengetahui keberadaan nelayan masuk kewilayah mana dan itu sudah terekam dan tidak bisa bohong," katanya.

AIS dimaksudkan untuk membantu petugas watchstanding kapal dan memungkinkan otoritas maritim untuk melacak dan memantau pergerakan kapal.



http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Rohil
"Kalau Global Positioning System (GPS) hanya merekam sendiri saja sementara orang lain tak bisa memantau. Tapi kalau AIS ini apabila sudah dipasang kemudian konek dengan server Dinas Perikanan dan Kelautan bisa memantau nelayan berada diwilayah mana," jelas Amin.

Diskanlut Rohil berharap sebanyak 100 unit usulan alat pemantau pergerakan kapal tersebut bisa terealisasi pada APBD Provinsi 2016 nanti.

'Ada dua jenis alat pemantau pergerakan kapal tersebut, tipe pertama dengan harga Rp29 juta dan tipe kedua Rp89 juta. Kalau seandainya usulan kita diterima yang jelas diberikan kepada nelayan yang memiliki kapal diatas 5 GT, mudah-mudahan usulan kita diterima,' harap Amin.(adv/roi08)

ROKAN HILIR, BAGANSIAPI API - Pemerintah Kabupaten Rohil memperingati Hari Jadi Provinsi Riau ke-59. Peringatan itu ditandai dengan apel di Halaman Kantor Bupati, Jalan Merdeka, Bagansiapapi, Selasa (9/8/2016) pukul 08.00 WIB.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Rohil
Bertindak sebagai Inspketur Upacara Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Drs H.Surya Arfan, dihadiri seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinnan Daerah (Forkopimda).

Dalam amanatnya, Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman yang dibacakan sekda, mengatakan Rohil merupakan salah satu Kabupaten di Riau bertekad untuk mensukseskan program Riau tahun 2020 dan untuk perkembangan IT juga telah mulai dilaksanakan di satker.

"Semua Dinas dan Badan kita secara bertahap sudah memiliki Website sendiri sehingga bisa terintergrasi dengan web Provinsi maupun webRokanhilir.go.id," jelas Sekda.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Rohil
Masih katanya, HUT Riau kali ini merupakan kesempatan bagi Riau untuk mengembalikan memori kepada amal bakti para pejuang. Sehingga bisa menikmati momentum kemerdekaan.

"Kalau ikuti jejak sejarah Riau selama 59 tahun, Riau seharunya saat ini sudah sangat matang dengan kemajuan," ujar Sekda membacakan sambutan.

Sekda juga membahahas tentang visi Riau 2020 tersebut dan menjadi acuan pembangunan. Sedikit saja terjadi persoalan dunia akan sangat berdampak bagi Riau. Dalam kancah MEA, daya saing Riau jauh tertinggal, yakni pada urutan ke-16 di seluruh Indonesia.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Rohil
Meningkatkan produktifitas daya saing rakyat butuh tenaga dan pemikiran banyak agar bisa terwujud agar bisa memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Pemerintah juga harus kreatif melakukan pengembangan, mengingat Riau tidak bisa bergantung pada sektor Migas dan sawit.

Pemprov Riau menyadari masih ada banyak upaya yang dilakukan untuk mewujudkan cita-cita Riau dalam koridor Asia Tenggara. Salah satunya fungsi optimalisasi kinerja pemerintah harus dioptimalkan.

Dengan mengangkat jargon "Riau Go IT" atau Riau menuju perkembangan Informasi Teknologi, pada perayaan Hut Riau ke 59 tahun 2016, konsen untuk memperbaiki kualitas pelayanan dengan memanfaatkan teknologi dan informasi merupakan langkah yang tidak bisa ditawar.

Dirinya, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Riau melalui bidang profesinya masing-masing. Dijelaskannya, bagi kalangan pengusaha diminta untuk meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan pekerjaan.(adv/roi08)

PEKANBARU, SUKAJADI - KPU Kota Pekanbaru sudah menutup pendaftaran bakal calon Walikota dan wakil Walikota Pekanbaru dari jalur independen atau perorangan. Sudah ada tiga Pasangan calon dari jalur non partai yang resmi mendaftar.

Hal itu disampaikan Ketua Divisi Teknis Komisi Pemilihan Umum Kota Pekanbaru, Mai Andri kepada Wartawan. “Tiga pasangan sudah resmi mendaftar, dua sudah lolos penghitungan dukungan minimal. Tinggal Alisyah Bana dan Kender yang masih kita hitung, kemungkinan sampai sore ini,” kata Mai Andri.

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Pekanbaru
Artinya ada tiga pasangan calon yang ingin maju dari jalur non partai pada Pilwako 2017. Yakni Dr Syahril - Said Zohrin SH MH, Herman Nazar - Devi Warman, dan Alisyah Bana - Kender.

Selanjutnya, akan dilanjutkan pada tahap verifikasi administrasi dan faktual. “Proses awal kita menghitung apakah surat dukungan sudah memenuhi syarat minimal apa belum. Kalau sudah maka akan kita serahkan ke PPs untuk veeifikasi administrasi dan faktual,” katanya.

Jumlah minimal 47.041 atau 7,5 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu Presiden 2014 lalu sebesar 627.212 jiwa. Dengan penyebaran minimal di 7 kecamatan dari 12 kecamatan di Pekanbaru.

Setelah penyerahan syarat dukungan paslon jalur non partai ditutup, maka dilanjutkan verifikasi administrasi mulai tanggal 6-20 Agustus 2016. Kemudian 21 Agustus 2016 dukungan yang lolos verifikasi awal akan diserahkan pada PPS, untuk dilakukan verifikasi faktual pada 24 Agustus 2016 sampai dengan 6 September 2016.

Untuk rekapitulasi tingkat kecamatan akan berlangsung pada 7 September 2016 dan rekapitulasi di tingkat kota Pekanbaru pada 10-12 September 2016.

Jika dari hasil verifikasi ada kekurangan syarat minimal dukungan, maka Paslon Independen diberi kesempatan memperbaiki pada tanggal 1-3 Oktober 2016. “Tetapi dengan catatan kekurangan tersebut dipenuhi dua kali lipat dari jumlah,” sebut Mai Andri.

Setelah rangkaian proses tersebut, baru dilanjutkan pada Penetapan Paslon Walikota dan Wakil Walikota baik jalur perseorangan atau Parpol pada 24 Oktober 2016. Selanjutnya pengundian nomor urut pada 25 Oktober 2016

Seperti diketahui, calon incumbent atau petahana Firdaus MT dan Ayat Cahyadi menyatakan maju untuk menjadi Walikota Pekanbaru. Bahkan Ayat Cahyadi berpasangan Irvan Herman sudah diusulkan PKS Riau ke pusat untuk maju calon Walikota dan Wakil Walikota.

Sedangkan Firdaus MT memang masih belum jelas mendapat perahu Partai pengusung. Kendati merupakan Ketua DPC Demokrat Pekanbaru, Firdaus MT santer dikabarkan sudah merapat dengan PDIP untuk diusung sebagai bakal calon.(dow/ber)

source : www.riau.news

RIAU, PEKANBARU - Hasil evaluasi dari yang dilakukan Tim Anggaran Pemerintah Daerah atau TAPD, mencatat bahwa Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Ciptada) Riau, masih mendapat catatan rapor merah dalam melakukan realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Riau hingga semester pertama tahun 2016 ini.

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau Ahmad Ijazi mengatakan, catatan tersebut berdasarkan hasil evaluasi terakhir terhadap 12 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yang selebihnya tercatat sebagai Satuan Kerja dengan realisasi anggaran terendah.

"Meski sudah ada pergerakan terhadap realisasi anggaran, untuk Ciptada realisasi anggarannya masih dibawah 5 persen," katanya.

Dia menyebutkan, sementara dari 12 Satker itu yang sudah melakukan realisasi tertinggi adalah Dinas Kesehatan Provinsi Riau dengan realisasi mencarapai 40 persen. Menurutnya, sepekan dia menjabat sebagai Sekda, pergerakan serapan APBD Riau sudah merangkak naik 3 persen dari 26 persen hingga 29 persen. Targetnya, hingga akhir Agustus ini serapan APBD seluruh SKPD akan lebih baik.

"Sudah berangsur naik, kita akan terus lakukan pergerakan melalui SKPD untuk menjalankan segala kegiatan mereka,’’ ujarnya.

Setelah Dinas Kesehatan Provinsi Riau, urutan ke dua realisasi anggaran besar yakni Dinas Bina Marga. Namun fokus perhatian pemerintah akan lebih dominan terhadap Dinas Ciptada. Selain itu,  dalam waktu dekat ia akan turun ke setiap SKPD untuk membantu satuan kerja yang penyerapannya lamban. Terutama SKPD yang anggarannya terbesar seperti Dinas Cipta Karya dan Dinas Pendidikan Riau.

" Saya mengerti beberapa kondisi di SKPD yang tidak bisa menjalankan kegiatannya karena terbentur kewenangan, namun hal ini akan kita carikan solusinya. Kita akan bantu mereka apa yang menjadi kendala sehingga penyerapan anggarannya lamban, semua SKPD akan kita susuri,’’ tukasnya.(dow/ber)

source : www.riau.news

ROKAN HILIR, BAGANSIAPI API - Lima tahun di bawah Kepemimpinan H Suyatno Bupati Rokan Hilir, kini banyak kemajuan yang dirasakan masyarakat di Kabupaten Rohil untuk menuju Kabupaten mandiri di bidang pertanian, berbagai program tersebut bermuara untuk menuju misi untuk swasembada pangan Rohil.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Rohil
Dan sampai saat ini, berbagai program Pemkab Rokan Hilir, mulai dinas terkait ketahanan pangan, Camat, kepala BPP, kepala UPTD Pertanian Kecamatan, KTNA, serta PPL di rencanakan untuk memprogramkan kemandirian Pertanian. Berbagai program tersebut bermuara pada pembangunan di daerah ini, dimana tujuannya adalah untuk menyejahterakan masyarakat di kabupaten Rohil.

Di bidang Pertanian, Bupati Rohil berkomitmen membawa Rohil Swasembada pangan di bidang pertanian. hal ini dilakukan juga dalam menuju program swasembada Nasional tahun 2017 mendatang yang telah di gagas oleh Presiden Joko Widodo.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Rohil
Dan sampai saat ini, berbagai program pembangunan Pemkab Rohil di bawah kepemimpinan H. Suyatno itu sedikit banyak telah memberikan bukti nyata bagaimana tekad Pemda Rohil untuk mewujudkan kemandirian pemerintah dan masyarakat.

Karena itu, saat ini Pemda Rohil tengah menitikberatkan realisasi program unggulan Kabupaten Rohil yang tengah digesa itu. Diantaranya program-program tersebut yakni Kemandirian swasembada pangan.

Untuk melaksanakan itu Pemkab Rohil berupaya memberikan bantuan kepada para pertani Rohil baik itu berupa bibit, pembukaan irigasi, hingga bantuan peralatan penunjang pertanian dalam membuka lahan pertanian.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Rohil
Pembangunan Kabupaten Rohil termasuk di bidang pertanian akan terus menjadi yang terbaik, harapan serta target yang ingin diwujudkan di dalam masa kepemimpinannya. 

Meski saat ini segala potensi, peluang dan kendala serta permasalahan yang dihadapi terus menggeliat namun itu merupakan bentuk tantangan bagi dirinya dalam membawa Kabupaten Rohil ini agar dapat memposisikan diri sejajar bahkan terdepan diantara daerah otonom lainnya.(adv/roi08)

RIAU, PEKANBARU - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menegaskan kepada setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah atau SKPD nya di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau untuk memilih salah satu jabatan, jika ada kepala dinas yang akan maju dalam pesta demokrasi 2017 nanti.

"Ya tentulah. Kembali lagi saya tegaskan, kalau memang serius ingin naik dalam Pilkada lebih baik jabatan kepala dinas itu di lepas saja. Untuk apa lagi kan, jabatan dinas itu," katanya.

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Andi Rachman mengaku akan tetap melakukan evaluasi terhadap beberapa kepala dinasnya yang akan maju dalan Pilkada serentak nanti, terutama melakukan evaluasi terhadap kinerjanya sebagai jabatan dinas yang saat ini tengah diampu. "Kita lihatlah bagaimana kondisinya duku," ujar Andi Rachman.

Dia bemuk bisa memastikan apakah dirinya akan menemui langsung kepala dinas yang sudah berencana akan naik dalam Pilkada nanti. Namun demikian dalam ketetapan nantinya nama meteka sudah masuk dalam daftar bursa calon kepala daerah, sesuai aturan yang berlaku secara otomatis jabatan mereka sebagai kepala dinas harus dilepas.

Menurutnya, untuk masalah aturan tentang pencalonan kepala daerah tentunya para bakal calon yang akan naik nanti tidak perlu diberitahu mekanisme dan prosedurnya.

"Mereka sudah tahukah itu. Kalau mereka sudah ditetapkan sebagai peserta Pilkada, ya otomatiskan, kalau calon tetap harus mundur. Kalau mereka tidak mau mundur, ya kita mundurkan lah, ada suratnya dari kita," tambahnya.(ria08)
Powered by Blogger.