PELALAWAN, PANGKALAN KERINCI - Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Pelalawan Riau memastikan tidak menggelar acara festival Bekudo Bono di Sungai Kampar Kecamatan Teluk Meranti pada tahun 2020 ini.


Bekudo Bono atau Bono Surfing ditiadakan tahun ini lantaran pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang semakin parah di Pelalawan. Acara berselancar ini biasanya digelar setiap tahun dengan mengundang para surfer untuk menaklukan Ombak Bono di Sungai Kampar Teluk Meranti.

Para peselancar menunggangi ombak di sungai layaknya di laut lepas.

"Tahun ini kita tak menggelar Bekudo Bono seperti tahun-tahun sebelumnya, karena pandemi Virus Corona. Dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19," beber Kepala Disparpora Pelalawan, Andi Yuliandri, kepada Awak media Senin (12/10/2020).

Sejatinya, lanjut Andi Yuliandri, Bekudo Bono digelar pada Bulan November mendatang di Teluk Meranti. Helat kepariwisataan itu telah masuk dalam kalender event wisata nasional dan pelaksanaannya didukung penuh Kementerian Pariwisata, baik secara teknis maupun anggaran.

Setelah kebijakan membatalkan Bono Surfing, seluruh anggarannya kembali ditarik Kemenpar.

Demikian juga dengan anggaran yang sempat dialokasikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020, juga telah dialihkan ke kegiatan lain yang lebih penting.

"Kita sudah koordinasikan dengan kementerian. Mereka juga sepakat. Anggaran untuk event Bono telah dialihkan untuk penanganan Covid-19 saat refocusing kemarin," tambah Andi.

Dengan demikian, rangkaian acara yang biasanya digelar dalam Bono Surfing juga ditiadakan. Seperti Jung Katik, pagelaran budaya, permainan rakyat, hingga berlomba sampan. Para surfer mancanegara yang kerap diundang juga dibatalkan. Dikuatirkan event wisata itu menjadi wadah penularan virus corona lantaran mengumpulkan orang banyak dan menciptakan keramaian.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Nazarudin Arnazh, mendukung keputusan Disparpora membatalkan event besar yang mengumpulkan banyak orang. Mengingat kondisi pandemi yang terus meningkat dan belum tuntas hingga saat ini.

"Apalagi Kecamatan Teluk Meranti saat masih zona hijau dengan Kuala Kampar. Jangan sampai berganti status jadi zona orange atau kuning," ujar politisi Partai PAN ini.

Dikuatirkan, acara itu menjadi klaster baru yang menginfeksi warga tempatan akibat mendatangkan masyarakat luar. Ia berharap kebijakan serupa berlaku untuk kegiatan lain yang mengumpulkan orang banyak.(dow)

#beritapelalawan

Post a Comment

Powered by Blogger.