PEKANBARU, TAMPAN - Berharap bisa bekerja di RS Aulia Hospital, Rekha (24) justru harus merugi hingga belasan juta rupiah, setelah tertipu oleh Sy (60) seorang pria yang mengaku bisa membantunya diterima bekerja di rumah sakit swasta tersebut.

Dugaan penipuan itu terjadi, Senin (18/4/2016) silam, saat korban bertemu dengan Sy di PT Herlina Jaya, jalan Swakarya, Kecamatan Tampan Pekanbaru. Dengan iming-iming diterima bekerja di RS Aulia Hospital, korban menyerahkan uang kepada Sy yang merupakan pimpinan PT Herlina Jaya, sebesar Rp13 juta.

Untuk meyakinkan korban, Sy pun membuat perjanjian diatas materai, akan mengembalikan uang korban jika hingga tanggal 31 Oktober 2016 tidak diterima bekerja di rumah sakit tersebut.

Namun, sampai saat ini Sy tidak mengembalikan uang korban. Merasa tertipu, korban akhirnya mengambil langkah hukum dan melaporkannya ke Mapolresta Pekanbaru, berharap uangnya segera dikembalikan Sy.

Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Rachmad Wibowo, saat dikonfirmasi, Rabu (14/12/2016) membenarkan adanya laporan terkait kasus dugaan penipuan modus calo penerimaan karyawan di RS Aulia Hospital.

"Korban baru membuat laporan, Selasa (13/12/2016) kemarin. Kasusnya masih dalam penyelidikan, sementara ini korban sudah dimintai keterangannya. Jika memang terbukti penipuan, terlapor (Sy) akan diproses hukum," tutup Kasubag.(dow)

source : www.goriau.com

Berharap bisa bekerja di RS Aulia Hospital, Rekha (24) justru harus merugi hingga belasan juta rupiah, setelah tertipu oleh Sy (60) seorang pria yang mengaku bisa membantunya diterima bekerja di rumah sakit swasta tersebut. Dugaan penipuan itu terjadi, Senin (18/4/2016) silam, saat korban bertemu dengan Sy di PT Herlina Jaya, jalan Swakarya, Kecamatan Tampan Pekanbaru. Dengan iming-iming diterima bekerja di RS Aulia Hospital, korban menyerahkan uang kepada Sy yang merupakan pimpinan PT Herlina Jaya, sebesar Rp13 juta.

Post a Comment

Powered by Blogger.