Showing posts with label LAM Riau. Show all posts

PELALAWAN, LANGGAM - Rangkaian kegiatan 'Potang Mogang' di Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam merupakan tradisi turun menurun hingga saat ini masih terjaga dengan baik. Kegiatan ini sebagai salah satu simbol dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. 

Kegiatan ini, pula sudah dipatenkan sebagai salah agenda tahunan tingkat kabupaten Pelalawan. Berbagai rangkaian kegiatan digelar. Diantaranya tabligh akbar, 'menjalang' (bermaafan) antara anak kemanakan dan ninik mamak, duduk bersama 'makan berjambar'. 'Monogakkan Tonggul, dan puncaknya adalah 'Potang Mogang' yakni mandi balimau bakasai.

'Potang Mogang' ini sendiri difokuskan di pinggir sungai Kampar tepatnya, didekat balai Anjungan Tepian Ranah tanjung Bunga Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam. Guna menyemarakkan 'Potang Mogang', Senin (14/5/18) digelar berbagai kegiatan.

Diantaranya, sampai hias yang diikuti dari berbagai instansi dilingkungan pemda Pelalawan dan instansi swasta. Turut serta disemarakkan oleh pacu sampan 'Ciau'. Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (Ketum) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Datuk Seri H. Al Azhar, berkesempatan hadir pada puncak 'Potang Mogang' tingkat kabupaten Pelalawan tersebut sangat mengapresiasi tradisi ini.

"Kami LAM Riau, sangat mengapresiasi tradisi 'Potang Mogang' di Langgam yang merupakan agenda tahunan tingkat kabupaten Pelalawan sampai saat ini masih lestari," terang Al Azhar.

Tradisi ini kata Al Azhar menjadi catatan tersendiri bagi LAM Riau untuk dikabarkan kepada seluruh lembaga adat yang ada di provinsi Riau. "Kami berkewajiban untuk mengabarkan tradisi ini kepada seluruh kabupaten/kota di provinsi, agar kegiatan ini menjadi contoh," tegasnya.

Menjaga tradisi seperti ini kata pria berkumis tebal tersebut bukan sesuatu yang mudah. Apalagi ditengah derasnya, arus informasi. Akan tetapi menurutnya, kabupaten Pelalawan khususnya kecamatan Langgam mampu mempertahan tradisi tanpa terpengaruh dengan pesat kemajuan teknologi. "Tradisi ini harus dipertahankan," tandasnya.

Sementara itu, Datuk Setya Amanah dalam hal ini bupati Pelalawan H.M Harris menambakan kegiatan 'Potang Mogang' adalah salah satu tradisi turun temurun dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.

Tradisi 'Potang Mogang' ini kata Harris bertujuan untuk menjalin tali silahturahmi antara masyarakat adat yang berada dikecamatan Langgam.

Perlu dicatat semangat 'Potang Mogang, tersebut terjaga sampai saat ini, sambung Harris didasari oleh semangat gotong royong yang kuat tertanam didiri masyarakat. "Salah satu contoh, untuk kegiatan makan bersama disini, itu dikutip dari masing-masing rumah penduduk," tandasnya.

Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Pengadilan Negeri Pelalawan, Nelson Angkat, SH, MH, Kepala Pengadilan Agama Pelalawan, Perwakilan Polres Pelalawan, Kepala OPD dilingkungan Pemda Pelalawan, Ketua DPD II Partai Golkar, Adi Sukemi, ST, MT, Anggota DPRD Pelalawan, Afrizal, Tokoh Adat serta ratusan masyarakat.(dow)

source : www.beritapelalawan.com

RIAU, ROKAN HULU - Ribuan aksi dari massa yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat Cipang Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu mulai berkumpul di Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau. Mereka 

Aliansi masyarakat Cipang ini menyatakan penolakannya atas rencana Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan waduk Lompatan Harimau. Aksi massa juga sudah menyatakannya sudah siap mengepung Kantor Gubernur Riau untuk menyampaikan aspirasi penolakan rencana pembangunan waduk tersebut. 

"Kita ada semua ada dua orang, kita tegaskan ingin menolak rencana pembanguann waduk Lompatan Harimau," kata Korlap aksi, Rio, Rabu (9/5/18). 

Aksi ini menurutnya, sebagai ungkapan keprihatinan atas nasib masyarakat Cipang yang terdiri dari Desa Cipang Kiri Hulu, Desa Cipang Kiri Hilir, Desa Cipang Kanan serta Desa Tibawan. Pasalnya, menurutnya rencana pembangunan waduk Lompatan Harimau tersebut berkonsekuensi akan menenggelamkan empat desa di daerah Lompatan Harimau tersebut.

RIAU, PEKANBARU - Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau meminang Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, H Wan Thamrin Hasyim untuk penabalan Gelar Adat Datuk Seri Timbalan Setia Amanah masyarakat adat Melayu Riau. 

Pinangan tersebut berlangsung di kediamanan rumah dinas Plt Gubernur Riau, jalan Sisingamaraja, Pekanbaru, Riau, Ahad (5/5/2018). 

Sebagai pihak keluarga Plt Gubernur Riau, Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Riau, Yoserizal Zen mengatakan pada prinsipnya kalau gelar adat yang diberikan sudah sesuai ADRT, Plt Gubernur Riau tidak keberatan. 

"Saat dipinang Plt Gubernur Riau tidak keberatan kalau penghargaan tersebut sesuai Anggaran Dasar Rumah Tangga (ADRT) tidak keberatan," kata Yoserizal. 

Lebih lanjut disampaikannya, dalam kesempatan itu Plt Gubernur Riau berharap dengan pemberian gelar itu, semua tokoh-tokoh masyarakat Melayu dapat bersatu membangun Riau lebih baik lagi. 

"Mudahan-mudaha dengan pemberian gelar itu, semua tokoh masyarakat Riau semakin kompak dan bersatu membangun Riau kedepan," harapnya. 

Diterangkan Yoserizal pemberian Gelar Datuk Seri Timbalan Setia Amanah itu diberikan Wan Thamrin Hasyim sebagai Wakil Gubernur Riau, bukan Plt Gubernur Riau. 

"Kenapa ada Timbalan, karena gelar itu diberikan kepada beliau sebagai Wakil Gubernur Riau. Karena sebelumnya Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman telah menyandang gelar Datuk Datuk Seri Setia Amanah," terangnya.(dow)

RIAU, ROKAN HULU - Datok Tarmilin Datok Bendahara, tokoh adat masyarakat Kunto Darussalam mengajak masyarakat mencoblos pasangan calon nomor 4, Arsyadjuliandi Rachman - Suyatno. 

Menurutnya petahana Andi Rachman sudah berbuat sangat banyak membangun infrastruktur jalan dan jembatan di Rokan Hulu. 

"Sudah banyak buktinya bapak bapak dan ibu ibu. Kalau yang lain baru janji janji, akan bangun ini, akan bangun itu. Setelah jadi, belum tentu tempat kito ini akan dibangunnyo," ujarnya saat kampanye dialogis dengan Cagub Riau nomor 4, Andi Rachman di Desa Bagan Tujuh, Kecamatan Kunto Darussalam, Rokan Hulu, Rabu, (18/4/2018). 

Datok Tarmilin menambahkan apalagi Andi Rachman saat ini masih menjadi gubernur yang sedang cuti kampanye. Artinya ia bisa langsung ngebut menjalankan program program yang dijanjikan saat kampanye. Tak perlu menunggu dilantik pada Februari 2019 mendatang. 

"Begitu masuk kantor nanti 24 Juni, beliau sudah bisa melanjutkan program yang dijanjikan. Kami tidak ragu. Warga Kunto Darussalam juga yakin dengan mencoblos nomor 4," jelasnya. 

Sementara Andi Rachman dalam sambutannya mengatakan Pemerintah Provinsi Riau selama dipimpinnya sudah menggelontorkan Rp 1,8 triliun untuk Rokan Hulu. Sejumlah Rp561,335,276,400 untuk infrastruktur jalan. Serta Rp114,840,784,372 untuk pembangunan jembatan di Rokan Hulu. 

"Jadi jangan percaya setelah saya pulang dari sini ada tim lain yang menghasut kalau saya cuma bisa janji janji. Infrastruktur untuk Rohul nyata. Bukan lagi janji janji. Yang lain mungkin bisa janji dan cerita sudah bangun ini itu di daerahnya. Tapi belum tentu membangun di tempat bapak ibu ini nanti kalau mereka jadi. Jangan sampai menyesal," ujarnya.(dow)
Powered by Blogger.