RIAU, PEKANBARU - Setelah diserahkannya Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) pada Jumat kemarin, angka sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan untuk Provinsi Riau tahun Ini sebesar Rp10,3 triliun, untuk tahun 2016.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Ijazi mengatakan, dari jumlah tersebut terjadi pengurangan sebanyak Rp600 miliar jika dibandingkan dengan APBD Murni 2016, yakni sebesar Rp10,9 triliun. Pengurangan ini sengaja dilakukan tersebab Pemerintah Provinsi Riau pada tahun ini mengalami defisit Silpa.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
"KUA-PPAS nya sudah kami serahkan, Jumat pagi kemarin. Memang angkanya berkurang dibanding APBD Murni. Berbeda dengan tahun sebelumnya saat pemerintah masih punya anggaran lebih," ujarnya.

Ahmad Ijazi mengatakan, selain mengalami defisit Silpa, langkah untuk mengurangi anggaran pada APBD Perubahan ini karena suntikan duit dari Dana Bagi Hasil (DBH) yang dipangkas, serta ditunda salurannya Dana Alokasi Umum (DAU) hingga empat bulan kedepan.

Namun demikian, dia menegaskan berdasarkan hasil penyusunan neraca keuangan semuanya balance. Pemerintah menjamin tidak ada pos yang akan mengalami kendala kekurangan anggaran. Meski beberapa kegiatan harus ditiadakan. Misalnya untuk bantuan hibah dan bantuan keuangan yang dipangkas pada tahun ini.

Menyikapi masalah difisit anggaran, kedepan Pemerintah Provinsi Riau akan tetap melakukan efisiensi dengan cara mengangkat sebesar 15 persen dari anggaran perjalanan pejabat. Termasuk meniadakan kegiatan-kegiatan yang dianggap tidak urgen serta tidak begitu bermanfaat bagi kepentingan pembangunan daerah.

"Untuk sekarang realisasi APBD Murni kita kalau fisik sudah diangka 60 persen. Sementara keuangan sudah 35 persen. Kami optimis akan terealisasi 70 persen," sambungnya.(ria09)

Setelah diserahkannya Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) pada Jumat kemarin, angka sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan untuk Provinsi Riau tahun Ini sebesar Rp10,3 triliun, untuk tahun 2016. Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Ijazi mengatakan, dari jumlah tersebut terjadi pengurangan sebanyak Rp600 miliar jika dibandingkan dengan APBD Murni 2016, yakni sebesar Rp10,9 triliun. Pengurangan ini sengaja dilakukan tersebab Pemerintah Provinsi Riau pada tahun ini mengalami defisit Silpa. "KUA-PPAS nya sudah kami serahkan, Jumat pagi kemarin. Memang angkanya berkurang dibanding APBD Murni. Berbeda dengan tahun sebelumnya saat pemerintah masih punya anggaran lebih," ujarnya.

Post a Comment

Powered by Blogger.