BENGKALIS, MANDAU - Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Desa Boncah Mahang, Kecamatan Mandau saat ini lumayan bagus. Sayang sekali, sawit masyarakat setempat tidak produktif karena musim trek buah masih berlangsung hingga kini. 

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Bengkalis
Akibatnya, pekebun sawit di desa setempat belum bisa mengandalkan sawit sebagai mata pencaharian utama seperti masa-masa sebelum paceklik buah.

Kenyataan tersebut diakui Suripto, seorang petani sawit di desa setempat ketika dikontak, Jumat (22/4). Pemilik enam hektare tanaman sawit berumur sekitar sepuluh tahun ini menyebut, panen per hektarenya tiap bulan paling hanya sekitar 300 kilogram saja. 

“Kalau harga sawit kini lumayan bagus. Per kilogram dibeli tauke Rp1.670. Sayang sekali buah sawit kami sedang trek,” katanya.

Meski buah sedang trek, menurut Suripto, belum ada masyarakat setempat yang berniat menebangi sawit mereka lalu menggantinya dengan tanaman lain yang memiliki prospek lebih bagus.

“Belum ada yang berniat mengganti sawit dengan tanaman lain. Soalnya, kalau diganti, perlu waktu lama pula untuk menungghu tanaman itu berproduksi. 

Ya, terpaksalah masyarakat petani bersabar saja dulu. Mudah-mudahan musim trek segera berakhir,” tambahnya. Masih menurut Suripto, guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, pekebun sawit di desanya kini banyak yang menanam palawija seperti cabe, jagung, sayur dan lain sebagainya. Juga ada yang menangkap ikan. 

“Pokoknya, petani sawit kini tak bisa hanya mengandalkan buah sawit untuk memenuhi kebutuhan hidup,’’ katanya.(dow/rif)

Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Desa Boncah Mahang, Kecamatan Mandau saat ini lumayan bagus. Sayang sekali, sawit masyarakat setempat tidak produktif karena musim trek buah masih berlangsung hingga kini.

Post a Comment

Powered by Blogger.