Showing posts with label Rengat Barat. Show all posts

INDRAGIRI HULU, RENGAT BARAT - Seorang warga Pematang Reba Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) diketahui menghilang sejak Jumat 3 September 2021 lalu, saat ditemukan, warga yang sudah berusia lanjut ini dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi.

Ditemukanya Sukarna (79) warga Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat, Inhu yang hilang sejak Jumat 3 September 2021 dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi, disampaikan Ergusfian Kepala Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Inhu kepada riauterkinicom Kamis (9/9/21).

"Setelah menerima laporan pada kemarin sore Rabu (8/9/21) KPBD Inhu langsung menurunkan 11 personil untuk melakukan upaya pencarian, dengan dibantu personil Polisi dan masyarakat setempat upaya pencarian terhadap Sukarna terus dilakukan. Pada sekitar pukul 15.45 Kamis (9/9/21) akhirnya korban Sukarna ditemukan dilokasi yang berjarak lebih kurang dua kilometer di belakang rumahnya dalam kondisi sudah tidak bernyawa," ujarnya.

Selain dalam kondisi sudah tidak bernyawa, saat ditemukan jasad Sukarna dalam keadaan utuh namun dalam kondisi tidak berpakaian. Sementara pakaiannya ditemukan tidak jauh dari jasadnya. Semasa hidupnya Sukarna diketahui mengidap pikun, atau kerap lupa terhadap lingkungan sekitarnya dan dirinya sendiri.

"Usai ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi tim KPBD ke RSUD Indrasari Pematang Reba, untuk dilakukan visum," jelasnya.(dow)

INDRAGIRI HULU, RENGAT BARAT - Situs cagar budaya Komplek Makam Raja-raja Indragiri di Desa Kota Lama, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) kurang diperhatikan. Situs cagar budaya tersebut kurang diperhatikan dan kurang perawatan.

Koordinator Juru Pelihara Komplek Makam Raja-raja Indragiri, Saharan Sepur kepada Wartwan pada Minggu (26/8/2018) mengungkapkan, untuk perawatan situs budaya ini dirinya harus melakukan sendiri. Untuk pengecatan pagar makam dan jugas bersih-bersih di sekitar makam.

"Seharusnya ini menjadi tanggungjawab Pemkab Inhu, namun karena sudah lama tidak dicat makanya saya berinisiatif melakukan pengecatan," kata Saharan.

Menurut Saharan, diperkirakan semenjak dibangun, pagar-pagar tersebut tidak pernah lagi mendapat perhatian. Saharan melanjutkan, untuk pengecatan itu biayanya diambil dari kantong pribadi. Selain itu, ada juga yang memberikan sumbangan berupa cat. Kata Saharan, perawatan yang juga harus dilakukan adalah pembersihan areal komplek makam yang luasnya diperkirakan mencapai 10 hektar.

"Selama ini memang ada perawatan dan pembersihan, namun hanya tiga bulan sekali. Perawatan itu harusnya dilakukan rutin agar komplek ini tetap terjaga keindahannya," kata Saharan.

Saharan menambahkan, saat ini ada tiga orang juru pelihara yang ditugaskan untuk menjaga Komplek Makam Raja-raja Indragiri. Dua orang diantaranya adalah Staf Balai Besar Cagar Budaya (BBCB) dan satu orang adalah pegawai honorer Pemkab Inhu. Jumlah itu masih dinilai kurang untuk melakukan perawatan rutin di komplek makam.

"Kami berharap Pemkab Inhu bisa menambah satu orang petugas di Komplek Makam Raja Indragiri," katanya.

Dirinya berkata, bahwa saat ini Komplek Makam Raja Indragiri banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. (dow)

source : beritainhu

INDRAGIRI HULU, RENGAT BARAT - Festival pacu jalur rayon dua yang dilaksanakan di Topian Sialang Lotung, Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ditutup dengan kemenangan yang diraih oleh Jalur Dewi Putri Datuk Lintang dari Desa Redang, Kecamatan Rengat Barat, Inhu.

Atas kemenangan itu, Jalur Dewi Putri Datuk Lintang berhak atas piala bergilir yang diserahkan oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Inhu, Armansyah. Armansyah melalui Kepala Bidang Pariwisata Inhu, Lishaizar menyampaikan pada tahun lalu Jalur Dewi Putri Datuk Lintang juga meraih juara.

"Kemenangan ini merupakan kemenangan kedua, pada tahun lalu Jalur Dewi Putri Datuk Lintang ini juga meraih juara," kata Lishaizar.

Sementara itu, pada kategori sampan kecil juga diraih oleh peserta dari Desa Redang, Kecamatan Rengat Barat, Inhu dengan nama Ghantau Betuah.

Setelah menuntaskan event pacu sampan rayon dua, Disporapar Inhu kembali mempersiapkan event serupa di rayon tiga yang rencananya akan digelar di Desa Danau Baru, Kecamatan Rengat. Sama halnya dengan rayon dua dan rayon satu, di rayon tiga juga diperlombakan dua kategori, yakni sampan kecil dan jalur besar.

Pembukaan event pacu jalur mini di Desa Danau Baru dijadwalkan tanggal 11 Juli 2018 sementara pembukaan jalur besar akan dilakukan pada tanggal 13 Juli 2018. Event ini akan berlangsung hingga Sabtu (14/7/2018).

"Saat penutupan pacu sampan besar juga akan digelar sosialisasi Sapta Pesona," kata Lishaizar. Lishaizar menerangkan kegiatan ini merupakan kegiatan Provinsi yang melibatkan Disporapar Inhu.

Sapta Pesona itu sendiri merupakan jabatan konsep sadar wisata yang terkait dukungan dan peran masyarakat sebagai tuan rumah dalam upaya untuk menciptakan lingkungan dan suasana kondusif yang mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata melalui perwujudan rasa aman, tertib, bersih, indah, ramah dan unsur kenangan. (dow)

INDRAGIRI HULU, RENGAT BARAT - Masyarakat Desa Air Jernih, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dikagetkan dengan penemuan sebuah tengkorak kepala manusia. Tengkorak tersebut ditemukan di penggalian kebun karet milik warga pada Minggu (19/6/2016).

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Inhu
Kapolsek Rengat Barat, Kompol Franky yang turun ke lokasi penemuan tengkorak Tambunan menjelaskan, untuk saat ini belum diketahui identitas tengkorak tersebut. Dirinya menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan identifikasi untuk mengurai identitas pemilik tengkorak kepala tersebut.

Franky menjelaskan bahwa di sekitar lokasi penemuan tengkorak juga ditemukan sejumlah benda-benda.

"Kita menemukan beberapa helai rambut panjang, jacket sweater berwarna hitam, serta sejumlah potongan-potongan kain lainnya," ujar Franky, Minggu (19/6/2016).

Sejumlah potongan kain yang ditemukan antara lain, tanktop, celana dalam warna putih dan bra berwarna merah. Seluruh potongan pakaian tersebut dikumpulkan untuk kepentingan identifikasi. Tengkorak kepala tersebut selanjutnya dibawa ke kamar mayat RSUD Indrasari untuk diidentifikasi.(dow/tri)

Powered by Blogger.