PEKANBARU, RUMBAI - Rektor Universitas Lancang Kuning Dr.Junaidi, SS, M.Hum membantah keras beredarnya kabar yang menyebutkan mahasiswa Unilak terlibat dalam aksi pengrusakan mobil patroli polisi lalulintas (polantas) yang terjadi saat unjuk rasa ribuan mahasiswa menolak Omnibus Law di gedung DPRD Riau, pekan lalu.


Pernyataan itu disampaikannya menanggapi viralnya sebuah video di sosial media yang memperlihatkan puluhan pria menggunakan almamater kuning, biru, biru tua, coklat dan baju Hitam melakukan aksi pengrusakan mobil polantas berjenis sedan saat terparkir di Hotel GrandTjokro.

"Sejak video perusakan itu tersebar di masyarakat, Unilak telah mencari informasi di internal siapa orang yang menggunakan jaket almamater kuning. Dan ternyata pria yang berjaket kuning itu bukanlah mahasiswa Unilak," ucap Rektor.

Dia mengecam aksi itu karena telah merusak nama baik Unilak. Pihaknya mengapresiasi upaya yang dilakukan Polda Riau karena telah meringkus provokator, perusak mobil.

Atas kejadian ini, dia mengimbau kepada oknum yang bukan mahasiswa unilak untuk tidak memakai atribut kampus. Rektor juga menghimbau mahasiswa Unilak untuk menyampaikan aspirasi secara santun dan tidak anarkis.

"Kami juga mengimbau pada mahasiswa untuk mewaspadai mereka yang ingin merusak nama baik Unilak, dan tidak terpengaruh dengan provokator," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr Bagio Kadaryanto, SH, MH mengatakan sudah bertemu dengan Direskrimum Polda Riau. Dia juga menemui pelaku untuk menanyakan motif melakukan aksi anarkis mengatasnamakan kampus.

"Pelaku mendapatkan baju dari temannya yang katanya udah tamat. Saya menghimbau kepada mahasiswa Unilak untuk tidak meminjam baju almamater kepada yang bukan mahasiswa Unilak. Dan terima kasih kepada Polda Riau," ucapnya.(dow)

#beritapekanbaru

PEKANBARU, RUMBAI - Rektor Universitas Lancang Kuning Dr.Junaidi, SS, M.Hum membantah keras beredarnya kabar yang menyebutkan mahasiswa Unilak terliba

Post a Comment

Powered by Blogger.