PEKANBARU, PEKANBARU KOTA - Bank Riau dan Kepulauan Riau (BRK) akan meluncurkan progam laku pandai dalam waktu dekat ini. Direktur Utama Bank Riau Kepri Irvandi Gustari mengatakan peluncuran tahap pertama program laku pandai itu tinggal menungggu izin legal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
"Kami tinggal tunggu SK aja dari OJK. Kalau bisa dalam bulan ini keluar, maka kami akan segera luncurkan program laku pandai itu," katanya, Jumat (01/04/2016).

Dia menambahkan seharusnya program lakupandai dari BRK sudah bisa berjalan sejak Januari 2016 lalu. Atas dasar beberapa kendala akhirnya rencana peluncuran perdana program laku pandai itu disesuaikan dengan waktu lain.

Untuk tahap pertama, kata Irvandi, pihaknya akan membuka agen laku pandai untuk daeah Kampar dan Kabupaten Siak. Jika program laku pandai perdanan ini berjalan baik, maka kemungkinan besar setiap bulannya adan tetap ada pembukaan agen lakupandai yang baru.

Dia juga menambahkan bahwa BRK akan tetap memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam rangkan perbaikan perekonomian. Salah satu langkah kongrit yang akan dilakukan yakni membuka dan menyebarluaskan keberadaan BRK hingga ke daerah-daerah tepencil.

"Terutama untuk di wilayah Kepri. Lakupandai adalah salah satu program kita nantinya yang akan menyentuh langsung kepada masyarakat," sambungnya.

Bank Riau dan Kepulauan Riau (BRK) akan membuka cabang sebanyak 17 kantor baru ditahun 2016.

Direktur Utama Bang Riau Kepri Irvandi Gustari mengatakan diantara Cabang 1 kantor, Cabang Pembantu sebanyak 2 kantor, kedai 12 kantor dan sisanya kantor Kas. "Total kantor ada sebanyak 17," ujarnya.

Dia menambahkan pembukaan kantor baru BRK dalam rangka ikut berperan serta untuk tumbuh kembangkan ekonomi rakyat. Dia meyakini bahwa daerah yang tidak ada bank, begitu tersedia bank akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan.

Untuk menutup kekurangan faktor ekonomis, BRK melakukan sistem silang. Bank Pembangunan Daerah itu akan menguatkan cabang yang lebih memberikan prioritas keuntungan. "Jadi kalau di kecamatan satu tidak menguntungkan, maka di kecamatan lain kami prioritaskan agar lebih menguntungkan," ujarnya.

Irvandi menyebutkan, untuk daerah Kepulauan Riau, masyarakat sangat dirugikan dengan jarak antar pulau yang cukup jauh. Dengan kata lain, masyarakat akan sangat terkendala jika harus naik kapal hanya untuk mencari bank untuk melakukan transaksi.

"Kami menangkap sisi bisnis itu tahun ini," katanya.

Porsi untuk pembangunan cabang dan kedai di Kepri sendiri, kata Irvandi akan menjadi prioritas. Terutama untuk pembangunan kedai-kedai baru. Dari 17 cabang kantor yang menjadi target pembangunan tahun ini, sebanyak 11 kantor akan bercokol di daerah kepulauan itu.

"Kami sengaja memprioritaskan pembangunan di wilayah Kepulauan Riau. Karena di daerah itu jauh lebih membutuhkan apalagi melihat wilayah georafisnya," tambahnya.(brk04)

Bank Riau dan Kepulauan Riau (BRK) akan meluncurkan progam laku pandai dalam waktu dekat ini. Direktur Utama Bank Riau Kepri Irvandi Gustari mengatakan peluncuran tahap pertama program laku pandai itu tinggal menungggu izin legal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Post a Comment

Powered by Blogger.