RIAU, PEKANBARU - Kabar dibatalkanya prosesi pelantikan dua bupati di Riau memang sempat menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. Terlebih masyarakat yang sebelumnya telah hadir ke Kantor DPRD Provinsi Riau untuk memenuhi acara undangan pelantikan itu.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Riau
Masyarakat mempertanyakan mengapa surat pembatalan prosesi pelantikan itu dikirim pada malam hari. Sehingga informasi tentang gagalnya dua kepala daerah Rokan Hulu dan Pelalawan itu, tidak sampai kepada masyarakat secara menyeluruh.

"Wajar rasanya kalau kami berfikir ada yang janggal dengan penundaan pelantikan ini," ujar  Abdul Haris, masyarakat Rokan Hulu yang ketika itu hadir menghadap Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman di Kantor DPRD Provinsi Riau Jalan Sudirman, Pekanbaru, Selasa (19/04/2016).

Informasi tentang pembatalan proses pelantikan itu memang sangat mengejutkan. Pasalnya sehari sebelum proses pelantikan berlangsung. Usai Musrenbang di Hotel Arya Duta Pekanbaru, Andi Rachman kembali menegaskan bahwa proses pelantikan akan tetap dilakasanakan.

Kabar itu menyebar melalui media massa ataupun dari mulut ke mulut. Sementara Asisten II Setdaprov Riau, Ahmadsah Harrofie, juga mengakui bahwa segala bentuk persiapan untuk pelaksanaan pelantikan bupati sudah dipersiapkan. Termasuk 1200 undangan yang sudah disebarkan.

Sore hingga malam hari, pada Senin tanggal 18 April 2016 kemari, proses gladi bersih juga berlangsung secara hikmat di ruang rapat paripurna DPRD Riau. Termasuk persiapan secara teknis sudah terselesaikan. Bahkan Suparman, Bupati Rokan Hulu terpilih dalam pikada serentak pada Desember 2015 lalu juga menampakkan batang hidungnya untuk ikut dalam gradi itu. Padahal sepekan sebelum itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan Suparman dan Johar Firdaus, sebagai tersangka baru dalam kasus suap APBD Riau, setelah Annas Maamun yang diproses secara hukum.

Kabar mengejutkan itu datang setelah proses gladi dan para peserta yang terlibat dalam pelantikan itu pulang untuk istirahat di Rumah. "Kami tahu kabar penundaan itu pada malam hari. Hanya tinggal beberapa jam lagi menunggu proses pelantikan," kata Abdul Haris.

Kurang lebih Pukul 23.00 WIB, informasi tentang pembatalan acara pelantikan kedua bupati itu disebarkan. Beberapa media telah memuat informasi itu. Menanggapi hal ini Andi Rachman tidak bisa berbicara banyak, termasuk memberi kepastian alasan mengapa secara pendadak Kementerian Dalam Negeri mengirim telegram kepada Pemerintah Provinsi Riau yang isinya tentang pembatalan pelantikan Bupati Rokan Hulu dan Bupati Pelalawan. "Mungkin hanya masalah administrasi yang membuat surat itu lama sampai ke kita," kata Andi Rachman.(dow/mel)

source : www.riau.news

Kabar dibatalkanya prosesi pelantikan dua bupati di Riau memang sempat menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. Terlebih masyarakat yang sebelumnya telah hadir ke Kantor DPRD Provinsi Riau untuk memenuhi acara undangan pelantikan itu. Masyarakat mempertanyakan mengapa surat pembatalan prosesi pelantikan itu dikirim pada malam hari. Sehingga informasi tentang gagalnya dua kepala daerah Rokan Hulu dan Pelalawan itu, tidak sampai kepada masyarakat secara menyeluruh. "Wajar rasanya kalau kami berfikir ada yang janggal dengan penundaan pelantikan ini," ujar Abdul Haris, masyarakat Rokan Hulu yang ketika itu hadir menghadap Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman di Kantor DPRD Provinsi Riau Jalan Sudirman, Pekanbaru, Selasa (19/04/2016).

Post a Comment

Powered by Blogger.