BERITA RIAU, KUANTAN SINGINGI - Wakil Bupati Kuansing Zulkifli menilai pernyataan Sekda Muharman tentang belum tahu berapa besarnya dana perimbangan sebagai pembohongan publik. Kata Wabup Zulkifli, hampir seluruh orang mengetahui anggaran tersebut.

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Kuansing
Wakil Bupati Kuansing, Zulkifli
"Begitu APBN disetujui DPRRI, itu sudah ada dalam APBN besar dana transfer pusat untuk masing-masing provinsi, Kabupaten dan malah untuk desa," kata Zulkifli.

Sebelumnya Wabup Zulkifli menyebutkan jika hingga saat ini pembahasan tentang RABD 2016 belum juga dilakukan. Karena menurut Zulkifli, Bupati akhir-akhir ini tengah sibuk berpolitik sehingga pembahasan RAPBD jadi terkendala. Sementara tahun 2015 ini hanya tinggal beberapa hari saja.

Atas sentilan Wabup Zulkifli tersebut, Sekda Kuansing Muharman membantah bahwa Pemkab Kuansing terlambat menyampaikan draft RAPBD 2016 ke DPRD karena Bupati disibukkan oleh urusan politik.

"Tidak itu (bukan karena Bupati sibuk politik), sebabnya karena hingga saat ini pemerintah pusat belum menentukan jumlah dana perimbangan baik dana alokasi umum, dana bagi hasil migas dan bukan migas, dana alokasi khusus dan lain-lain pendapatan yang syah," ujar Sekda Muharman belum lama ini.

Kalau dana perimbangan yang menjadi sebagian besar sumber pendapatan daerah belum turun, bagaimana Pemkab mengalokasikan anggaran untuk kegiatan-kegiatan yang akan direncanakan.

"Dana harus jelas dulu baru dapat dialokasikan, misalnya untuk sektor pendidikan sekian, kesehatan sekian dan seterusnya," ujar Muharman.

Untuk diketahui kata Sekda, sebagian besar sumber pendapatan daerah berasal dari dana perimbangan, diluar itu berasal dari pendapatan asli daerah dan bantuan provinsi yang relatif kecil. 

"Kalau jumlah dana perimbangan belum ditentukan pusat, bagaimana menyusun kegiatan, kan jumlah dana harus jelas dulu baru dialokasi untuk kegiatan yang telah direncanakan,"tutupnya.(dow/rit)

Wakil Bupati Kuansing Zulkifli menilai pernyataan Sekda Muharman tentang belum tahu berapa besarnya dana perimbangan sebagai pembohongan publik. Kata Wabup Zulkifli, hampir seluruh orang mengetahui anggaran tersebut. "Begitu APBN disetujui DPRRI, itu sudah ada dalam APBN besar dana transfer pusat untuk masing-masing provinsi, Kabupaten dan malah untuk desa," kata Zulkifli. Sebelumnya Wabup Zulkifli menyebutkan jika hingga saat ini pembahasan tentang RABD 2016 belum juga dilakukan. Karena menurut Zulkifli, Bupati akhir-akhir ini tengah sibuk berpolitik sehingga pembahasan RAPBD jadi terkendala. Sementara tahun 2015 ini hanya tinggal beberapa hari saja. Atas sentilan Wabup Zulkifli tersebut, Sekda Kuansing Muharman membantah bahwa Pemkab Kuansing terlambat menyampaikan draft RAPBD 2016 ke DPRD karena Bupati disibukkan oleh urusan politik.

Post a Comment

Powered by Blogger.