INDRAGIRI HILIR, GAUNG ANAK SERKA - Di era digital saat ini para pemuda dan masyarakat cenderung bersikap apatis dan meninggalkan budaya gotong royong serta mengacuhkan kepedulian pembangunan daerah tempat tinggal mereka.

Apatis merupakan ketidakpedulian suatu individu dimana mereka tidak memiliki perhatian atau minat khusus terhadap aspek-aspek tertentu. Dalam konteks ini, sikap acuh tak acuh atau ketidakpedulian terhadap daerah mereka sendiri.

Banyak pemuda dan masyarakat saat ini merasa tidak memiliki kepedulian terhadap daerahnya. Padahal peran mereka menjadi penentu segala aspek mulai dari sosial, ekonomi, pendidikan, dan banyak hal lainnya untuk kemajuan daerahnya sendiri.

Untuk menghilangkan sikap apatisme para pemuda dan masyarakat tersebut, Pemerintah Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Indragiri Hilir, Provinsi Riau luncurkan program inovasi Jaga Kampung Semangat Gotong Royong (Jam Tangan).

"Sikap apatis tentunya menjadi suatu permasalahan sosial yang harus dicari solusinya. Maka dari itu Pemerintah Kecamatan GAS membuat program inovasi Jam Tangan," kata Camat GAS, Kaharudin,S.Sos.M.SI, Minggu (5/9).

Perlu peran Pemerintah Kecamatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat untuk dapat membuat terobosan-terobosan yang inovatif dalam rangka melaksanakan 3 (tiga) fungsi, yaitu fungsi pelayanan, fungsi pemberdayaan dan fungsi pembangunan.

Kecamatan GAS berkomitmen dalam memberdayakan masyarakat di Desa dan Kelurahan melalui pelaksanaan tugas dan fungsi pelayanan publik yang prima dan pelaksanaan pemberdayaan serta ikut serta mewujudkan pemerataan pembangunan di wilayah Kecamatan GAS.

Melalui terobosan yang inovatif di bidang pemberdayaan dan pembangunan mengembalikan semangat kegotongroyongan ditengah-tengah masyarakat khususnya dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan yang partisipatif melalui pola swadaya. 

"Produk pembangunan pola swadaya dan partisipatif ini sebagai wujud dari pelaksanaan inovasi Jam Tangan," paparnya.

Inovasi Jam Tangan merupakan kewenangan Pemerintah Kecamatan GAS dengan melibatkan peran serta unsur Pimpinan Kecamatan, Pemerintahan Desa dan Kelurahan serta Masyarakat untuk bersama-sama melaksanakan kegiatan-kegiatan pembangunan secara gotong royong dengan sumber pembiayaan utama melalui swadaya masyarakat. 

"Ini merupakan upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan dengan pola swadaya di Kecamatan GAS, serta meningkatkan sinergitas antara Pemerintah Kecamatan dengan masyarakat dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya," tegasnya.(smart)

Post a Comment

Powered by Blogger.