RIAU, PEKANBARU - Kinerja Bank Riau Kepri benar-benar jeblok. Bank yang sedang diguncang skandal pembelian dan penerbitan obligasi Rp 1,4 Triliun dan banyaknya kredit bermasalah hingga mencapai Rp 1 Triliun di berbagai cabang ini bahkan mencatatatkan laba minus di triwulan I 2016. 

http://www.riaucitizen.com/
Jajaran Direksi Bank Riau Kepri
PT Bank Riau Kepri mencatatkan laba bersih Rp 297,99 miliar di sepanjang 2015. Jika dibandingkan dengan perolehan 2014 pada posisi Rp 500,57 miliar, maka laba bersih Bank Riau Kepri menurun 40,4 persen.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Sabtu (16/4), terdapat dua faktor yang menyeret penurunan laba bank daerah tersebut.

Pertama, melesatnya jumlah beban bunga yang mencapai 44,7 persen menjadi Rp 1,18 triliun per akhir 2015. Adapun untuk faktor kedua didasarkan melejitnya beban cadangan kerugian penurunan nilai yang melambung 859,9 persen dari Rp 27,36 miliar menjadi Rp 262, 63 miliar.

Umumnya, kenaikan cadangan kerugian penurunan nilai alias CKPN disebabkan oleh meningkatnya rasio kredit bermasalah perseroan.

Dalam laporan keuangan per 31 desember 2015 yang dipublikasikan di website bankriaukepri.co.id Sabtu (27/3) disebutkan, anjloknya laba bersih ini dipicu merosotnya laba operasional perusahaan menjadi hanya Rp 418,067 Miliar dari Rp697,804 Miliar pada periode sebelumnya. Hal ini disebabkan membengkaknya beban operasional selain bunga bersih menjadi Rp 1,497 triliun dari sebelumnya hanya Rp 799,332 Miliar.

Dari sisi penghimpunan Dana Pihak ketiga (DPK), Bank Riau Kepri mencatatkan penurunan di sektor pemerintah daerah dan simpanan berjangka. Sektor Pemda turun dari Rp 5,37 Triliun menjadi Rp 1,7 triliun, sementara simpanan berjangka turun dari Rp5,5 triliun menjadi Rp 4,87 triliun. Begitu juga dengan giro turun dari Rp 7,09 triliun menjadi Rp 3,332 triliun.(dow)

Kinerja Bank Riau Kepri benar-benar jeblok. Bank yang sedang diguncang skandal pembelian dan penerbitan obligasi Rp 1,4 Triliun dan banyaknya kredit bermasalah hingga mencapai Rp 1 Triliun di berbagai cabang ini bahkan mencatatatkan laba minus di triwulan I 2016.

Post a Comment

Powered by Blogger.