BERITA RIAU, SIAK - Kabupaten Siak salah satu "penyumbang" titik api di Provinsi Riau, dan terpantau melalui satelit. Untuk menindaklanjuti hal terbut, Jumat (4/3/16), Bupati Siak Syamsuar turun langsung memadamkan api di kawasan Tambak Rejo Kecamatan Mempura Jumat sore (4/3).

Pemadaman api dilahan warga tersebut, Bupati Syamsuar juga ditemani Asisten I Setda Siak Fauzi Asni, seorang anggota DPRD Siak Sujarwo, Kapolsek Siak, dan tim pemadam kebakaran dipimpin Irwan Priyatna.‎Pantauan riauterkini.com dilapangan bahwa, setibanya bupati dan rombongan di lokasi kebakaran dengan menggunakan sepeda motor, Bupati Syamsuar langsung mengambil alih nozel (selang air) dan langsung menyemprotkan ke lahan yang terbakar tersebut.

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Siak
Diperkirakan lahan yang terbakar tersebut, sekitar 5 hektar (Ha) dan belum diketahui siapa pemilik lahan yang terbakar tersebut.‎‎Bupati Syamsuar, mengungkapkan bahwa dari hasil pantauan ada sekitar 14 titik api atau hotspot di Kabupaten Siak. Setelah dilakukan pengecekan dilapangan ternyata hanya 5 titik, sementara yang lainnya terpantau hawa panas akibat kebakaran.

"Lahan yang terbakar di Siak, ada yang sengaja dibakar orang dan sudah ditangani pihak Polres. Orang yang membakar tersebut merupakan warga Kabupaten Bengkalis, dan lokasi yang terbakar itu di daerah Tanjung Bungkal, Sungai Apit,"‎ terang bupati.

Selain itu Bupati Syamsuar, mengajak seluruh masyarakat untuk bergotong royong memadamkan api serta peduli dengan kebakaran lahan tersebut‎. "Untuk memantau titik api, saya (Syamsuar,red) beserta para Camat terus berkoordinasi dan memantau adanya titik api tersebut, selain itu untuk memadamkan api mari kita bergotong royong untuk mrmadamkannya," ujarnya.

‎Bupati Syamsuar mengatakan, di Tanjung Pal Kampung Penyengat Kecamatan Sungai Apit, Kapolres Siak AKBP Ino Harianto bersama Kabag Ops Kompol Yudi Palmi juga berjibaku ikut memadamkan api.“Ada sekitar 50 hektar yang terbakar di sana. Memang gambutnya tidak dalam. Hanya sekitar 1,5 meter. Tapi lantaran kesulitan air, kita jadi sulit memadamkan. Tadi yang tersisa hanya asap. Tapi bisa jadi tiga hari lagi muncul api. Makanya tim yang saat ini 20 orang, akan kami rolling hari Minggu ini,” kata bupati menerima laporan dari Kapolres Siak.

Sejak dua tahun lalu Kabupaten Siak sudah membikin ragam strategi demi mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di 67 kampung dan kelurahan di 9 kecamatan yang dianggap rawan Karlahut.‎Kawasan ini kemudian dibagi dalam 6 cluster dan tujuh pos. Untuk ini ada 143 personil damkar bersertifikasi nasional di siagakan. Tujuannya membikin cluster tadi adalah supaya tim gampang memantau potensi kebakaran dan gampang pula mendatangi lokasi karlahut.

Targetnya, dalam tempo 30-60 menit, tim sudah sampai di lokasi karlahut.‎Segala macam peralatan penunjang juga disiapkan. Mulai dari membeli 6 unit mobil damkar berkapasitas 6 ribu liter dan 4 ribu liter, dua unit mobil double gardan, water suplay berkapasitas 10 ribu liter, mesin portable, mesin pompang apung dan mobil monilog. ‎ Mesin damkar untuk 67 kampung dan kelurahan tadi juga disiapkan, termasuk bantuan mesin damkar untuk 14 kecamatan, termasuk alat Global Positioning System (GPS). Semacam alat yang bisa menentukan titik koordinat Karlahut. 

“Kami juga sudah menyiapkan kanal bloking, embung air. Satgas, MPA, Forum Masyarakat Gotong Royong Memadamkan Api, MoU perusahaan dengan kecamatan soal pencegahan dini dan penanganan karlahut, kerja sama dengan BMKG, Polisi, Manggala Agni, Satpol PP dan BPBD juga kali lakukan. Pokoknya kami cari cara supaya cepat bisa padamkan api. Kami juga tiap malambreafing,” kata Syamsuar.‎Ada 53 kanal bloking dan 60 embung yang sudah disiapkan. Tahun ini kata Syamsuar, pembuatan 331 kanal bloking sudah diusulkan ke Pemerintah Pusat.

“Alhamdulillah, dari apa yang sudah kami lakukan tadi, tahun 2014 ada 649 kasus karlahut. Tapi setahun kemudian sudah turun menjadi 389 kasus,” ujarnya.

‎Layaknya Pemkab Siak, Polres Siak juga ikut berjibaku melawan karlahut. Tiap Polsek kata Kompol Yudi sudah membikin sekat kanal. “Kami juga melakukan sosialiasi dan menyebarkan maklumat kapolda Riau. Sampai saat ini sudah ada dua laporan dengan 6 tersangka,” katanya.(sia03)

Kabupaten Siak salah satu "penyumbang" titik api di Provinsi Riau, dan terpantau melalui satelit. Untuk menindaklanjuti hal terbut, Jumat (4/3/16), Bupati Siak Syamsuar turun langsung memadamkan api di kawasan Tambak Rejo Kecamatan Mempura Jumat sore (4/3). Pemadaman api dilahan warga tersebut, Bupati Syamsuar juga ditemani Asisten I Setda Siak Fauzi Asni, seorang anggota DPRD Siak Sujarwo, Kapolsek Siak, dan tim pemadam kebakaran dipimpin Irwan Priyatna.‎Pantauan riauterkini.com dilapangan bahwa, setibanya bupati dan rombongan di lokasi kebakaran dengan menggunakan sepeda motor, Bupati Syamsuar langsung mengambil alih nozel (selang air) dan langsung menyemprotkan ke lahan yang terbakar tersebut.

Post a Comment

Powered by Blogger.